Mendoakan keburukan untuk orang lain

Mendoakan Keburukan Untuk Orang Lain

Dari +6285217941xxx

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya mendoakan keburukan untuk orang lain?

 

Assalamu alaikum wr.wb.

Hukum mendoakan keburukan atas seseorang tergantung pada kadar kejahatan yang ia lakukan. Jika kejahatan yang ia lakukan berupa dosa dan maksiat semata tanpa mengganggu, menyakiti, atau bahkan membahayakan keselamatan orang maka mendoakan keburukan untuknya tidak dibenarkan sebagaimana larangan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seseorang yang mendoakan keburukan untuk peminum khamar. Orang yang semacam ini hendaknya didoakan mendapatkan hidayah dan petunjuk.

 

Namun jika kejahatan yang dilakukan sampai pada tahap berbuat aniaya dan membahayakan keselamatan, maka mendoakan keburukan untuknya diperbolehkan berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bersifat umum: “Hati-hati terhadap doa orang yang dizalimi. sebab tidak ada hijab antara dia dengan Allah.”  (HR Bukhari Muslim).

Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ketika mendoakan orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya.

 

Terkadang dianjurkan mendoakan keburukan untuk orang lain, yaitu untuk orang-orang yang menimbulkan kecelakaan untuk kaum muslimin, juga untuk mereka yang berpotensi besar untuk mencelakakan kaum muslimin.

 

Adapun hadis Rasulullah adalah hadis berikut:

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri’l, zakwan dan ‘usayyah (nama2 kabilah).”

Hadis sahih Bukhari dan Muslim

 

Dizaman pemerintahan Umar Radhiallahu ‘Anh , beliau telah melantik Saad bin Abi Waqas Radhiallahu ‘Anh sebagai gubernur Kufah. Ada seorang lelaki yang bernama Usamah bin Qatadah atau Abu Sa’dah telah menuduh Sa’ad dengan kata2nya:

” Sekiranya kamu bertanya kami tentang sa’ad, sesungguhnya dia tidak menyertai peperangan, tidak menyamaratakan pemberian dan tidak berlaku adil dalam hukuman.”

 

Lalu Sa’ad berdoa:

“Ya Allah sekiranya hamba mu ini pembohong dan melakukannya semata kerana riya’ dan sum’ah maka hendaklah engkau panjangkan umurnya, kekalkan kefakirannya dan dedahkan dia kepada fitnah.”

 

Kemudian setelah tua, lelaki yg menuduh saad Radhiallahu ‘Anh berkata ” Aku telah terkena bencana akibat doa Sa’ad.” “Abdul Malik bin Umair Radhiallahu ‘Anh perawi hadis ini berkata: Aku melihat lelaki tadi (qatadah) selepas dia tua, dua bulu keningnya telah gugur kerana terlampau tua , dia telah menganggu perempuan-perempuan muda dengan meraba dan meramas mereka.” Hadis sahih Bukhari dan Muslim.

 

Seorang wanita bernama Arwa binti Aus telah mengadu kepada khalifah Marwan bin Hakam tentang Sa’id bin Zaid ra. Dia mendakwa Sa’ad Radhiallahu ‘Anh telah mengambil sebahgian dari tanahnya. Lalu Sa’ad berkata : Adakah aku tergamak mengambil sebahgian dari tanahnya sedangkan aku telah mendengar sesuatu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?” Marwan bertanya ” Apa yang engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ?” Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesiapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, Allah swt akan mengalungi tanah tersebut sehingga tujuh petala bumi.”

Lalu Marwaى berkata “Aku tidak akan memintamu mendatangkan saksi selepas ini.” Sa’id pun berkata:

“Ya Allah sekiranya wanita tadi berbohong maka hendaklah engkau butakan matanya dan bunuhlah dia di tanahnya. “

Wanita tadi tidak mati sehinggalah dia buta dan ketika mana dia berjalan di atas muka tanah milikinya, tiba-tiba dia jatuh di dalam lubang, lalu mati.” Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

 

LARANGAN BAGI ORANG MUKALLAF MENDOAKAN KEBURUKAN TERHADAP DIRI, ANAK, PELAYAN, HARTA & SEMACAMNYA

Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dengan isnad yang shahih, dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ تَدْعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لاَ تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةً نِيْلَ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابَ لَكُمْ.

‘Janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa dirimu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa anak-anakmu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa pembantu-pembantumu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa hartamu, agar doa kalian tidak bersamaan dengan waktu dikabulkannya doa dari Allah sehingga doa keburukan itu dikabulkan’.”

Takhrik Hadits: Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Kitab ash-Shalah, Bab an-Nahyu an Yad’uwa ala Ahlihi wa Malihi, 1/479, no. 1532, dengan sanad hasan

 

Wallahu a’lam

Mendoakan Keburukan Untuk Orang Lain

Dari +6285217941xxx

Pertanyaan: Bagaimana hukumnya mendoakan keburukan untuk orang lain?

 

Assalamu alaikum wr.wb.

Hukum mendoakan keburukan atas seseorang tergantung pada kadar kejahatan yang ia lakukan. Jika kejahatan yang ia lakukan berupa dosa dan maksiat semata tanpa mengganggu, menyakiti, atau bahkan membahayakan keselamatan orang maka mendoakan keburukan untuknya tidak dibenarkan sebagaimana larangan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada seseorang yang mendoakan keburukan untuk peminum khamar. Orang yang semacam ini hendaknya didoakan mendapatkan hidayah dan petunjuk.

 

Namun jika kejahatan yang dilakukan sampai pada tahap berbuat aniaya dan membahayakan keselamatan, maka mendoakan keburukan untuknya diperbolehkan berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang bersifat umum: “Hati-hati terhadap doa orang yang dizalimi. sebab tidak ada hijab antara dia dengan Allah.”  (HR Bukhari Muslim).

Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ketika mendoakan orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya.

 

Terkadang dianjurkan mendoakan keburukan untuk orang lain, yaitu untuk orang-orang yang menimbulkan kecelakaan untuk kaum muslimin, juga untuk mereka yang berpotensi besar untuk mencelakakan kaum muslimin.

Adapun hadis Rasulullah adalah hadis berikut:

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan kecelakaan kepada orang-orang yang membunuh penghafaz-penghafaz al-Quran dan sentiasa mendoakan kecelakaan kepada mereka selama sebulan. Baginda berdoa : Ya Allah laknatilah Ri’l, zakwan dan ‘usayyah (nama2 kabilah).”
Hadis sahih Bukhari dan Muslim

Dizaman pemerintahan Umar Radhiallahu ‘Anh , beliau telah melantik Saad bin Abi Waqas Radhiallahu ‘Anh sebagai gubernur Kufah. Ada seorang lelaki yang bernama Usamah bin Qatadah atau Abu Sa’dah telah menuduh Sa’ad dengan kata2nya:

” Sekiranya kamu bertanya kami tentang sa’ad, sesungguhnya dia tidak menyertai peperangan, tidak menyamaratakan pemberian dan tidak berlaku adil dalam hukuman.”

Lalu Sa’ad berdoa:

“Ya Allah sekiranya hamba mu ini pembohong dan melakukannya semata kerana riya’ dan sum’ah maka hendaklah engkau panjangkan umurnya, kekalkan kefakirannya dan dedahkan dia kepada fitnah.”

Kemudian setelah tua, lelaki yg menuduh saad Radhiallahu ‘Anh berkata ” Aku telah terkena bencana akibat doa Sa’ad.” “Abdul Malik bin Umair Radhiallahu ‘Anh perawi hadis ini berkata: Aku melihat lelaki tadi (qatadah) selepas dia tua, dua bulu keningnya telah gugur kerana terlampau tua , dia telah menganggu perempuan-perempuan muda dengan meraba dan meramas mereka.” Hadis sahih Bukhari dan Muslim.

Seorang wanita bernama Arwa binti Aus telah mengadu kepada khalifah Marwan bin Hakam tentang Sa’id bin Zaid ra. Dia mendakwa Sa’ad Radhiallahu ‘Anh telah mengambil sebahgian dari tanahnya. Lalu Sa’ad berkata : Adakah aku tergamak mengambil sebahgian dari tanahnya sedangkan aku telah mendengar sesuatu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam?” Marwan bertanya ” Apa yang engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ?” Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesiapa yang mengambil sejengkal tanah secara zalim, Allah swt akan mengalungi tanah tersebut sehingga tujuh petala bumi.”
Lalu Marwaى berkata “Aku tidak akan memintamu mendatangkan saksi selepas ini.” Sa’id pun berkata:

“Ya Allah sekiranya wanita tadi berbohong maka hendaklah engkau butakan matanya dan bunuhlah dia di tanahnya. “
Wanita tadi tidak mati sehinggalah dia buta dan ketika mana dia berjalan di atas muka tanah milikinya, tiba-tiba dia jatuh di dalam lubang, lalu mati.” Hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim.

 

LARANGAN BAGI ORANG MUKALLAF MENDOAKAN KEBURUKAN TERHADAP DIRI, ANAK, PELAYAN, HARTA & SEMACAMNYA
Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dengan isnad yang shahih, dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لاَ تَدْعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى خَدَمِكُمْ، وَلاَ تَدْعُوْا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لاَ تُوَافِقُوْا مِنَ اللهِ سَاعَةً نِيْلَ فِيْهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابَ لَكُمْ.

‘Janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa dirimu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa anak-anakmu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa pembantu-pembantumu, janganlah kalian mendoakan keburukan menimpa hartamu, agar doa kalian tidak bersamaan dengan waktu dikabulkannya doa dari Allah sehingga doa keburukan itu dikabulkan’.

Takhrik Hadits: Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Kitab ash-Shalah, Bab an-Nahyu an Yad’uwa ala Ahlihi wa Malihi, 1/479, no. 1532, dengan sanad hasan

 

Wallahu a’lam

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s