Tata Cara Wudhu dan Shalat yang sesuai sunnah

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Segala puji bagi Allah Subhanahu wata’ala. Kita memuji, memohan pertolongan dan meminta ampun kepadaNya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu wata’ala maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa menunjukinya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan RasulNya.

Buku ini merupakan pembelajaran untuk kita shalat sesuai dengan tata cara Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam shalat berdasarkan dalil shahih jauh dari penyimpangan dan shalat yg tidak ada tuntunannya.

Allah Tabaroka wata’ala berfirman: “Jika kalian saling berselisih dalam sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah dan rasul-Nya” yakni kembali ke kitabullah dan sunnah nabi.

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman dalam surat At Taubah :

] فإن تابوا وأقاموا الصلاة وآتوا الزكاة فإخوانكم في الدين [.

“Jika mereka bertaubat, mendirikan Shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu ) adalah saudara saudaramu seagama.” ( QS. At Taubah, 11 ).

Dan dalam surat Maryam, Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

] فخلف من بعدهم خلف أضاعوا الصلاة واتبعوا الشهوات فسوف يلقون غيا إلا من تاب وآمن وعمل صالحا فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون شيئا [.

“Lalu datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan Shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikitpun.” (QS. Maryam, 59-60 )“

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiallahu‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

” إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ “.

“Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan Shalat.” (HR. Muslim no.82)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صَلُّوْا كَمَا رَأَيْتُمُوْنِي أُصَلِّيْ

“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku Shalat”.  (HR.Bukhari no.605)

Berdasarkan hadits tersebut maka tidak ada perbedaan tata cara shalat antara laki-laki dan perempuan, jika ada maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pasti sudah memberitahukannya. Karena shalat yang diterima sebagai amal yang sempurna adalah ketika shalat tersebut ikhlas karena Allah Ta’aala dan sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah.

Kami tidak menapikan adanya perbedaan pada hal-hal yang terkait dengan apa yang kami sampaikan dalam buku ini, terutama pada tata cara bersuci dan shalat. Namun yang lebih mendekati kebenaran adalah yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah, yang bersumber dari hadits-hadits yang shahih, bukan hadits-hadits yang lemah apalagi palsu, apalagi yang tidak jelas sumbernya, tidak dapat diketahui darimana sumbernya seseorang itu beramal.

Tidaklah kami membuat tulisan ini insya Allah dalam upaya melakukan perbaikan kepada siapa saja yang mau memperbaiki diri.

Semoga Allah menempatkat kita sebagai orang yang dimudahkan mendapatkan hidayah dan meniti jalan yang lurus, memberikan rahmat dunia dan akhirat.

Semoga risalah ringkas ini bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin.

Kuningan,   Dzulhijjah 1432 H

Hamba yang berharap ampunan

dan rahmat dari Tuhannnya

Abu Ayyub Abdillah Ibnu Syamsi

minta komentarnya yah, silahkan download disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s