Ketika Maut Menyapa Seorang Muslim…

KETIKA MAUT MENYAPA

DAN KUBUR MENANTI SEORANG MUSLIM

Seorang mukmin sebelum berbicara dan beramal dengan sebuah amalan pastilah ia akan menimbangnya terlebih dahulu, dan timbangan ini terkait dengan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, Surga dan Neraka juga dengan kenikmatan alam kubur dan adzabnya, maka niscaya tidaklah akan tampak pada seorang mukmin kecuali amal perbuatan yang baik dan benar.

Dan jika seorang mukmin berbuat suatu dosa dan kesalahan, maka ia akan melihat bahwa adzab kubur dan Neraka lebih dekat kepadanya dari pada sandalnya sehingga ia akan merasa tidak tenang dan tentram sampai dia memohon ampun kepada Allah dari segala dosa-dosanya, bertaubat kepada Allah dan kembali kepadaNya dalam keadaan menangis dan khusyu dengan penuh penyesalan.

Semua makhluk yang memiliki jiwa pastilah akan mati kecuali yang Allah kehendaki, maka akan tiba masanya suatu saat pada setiap manusia ketika maut mendatanginya.

Setan akan datang pada detik-detik akhir

Menjelang kematian seseorang setan akan mendatanginya, karena inilah saat terakhir baginya untuk bisa menggoda dan menggelincirkan manusia, jika ia gagal pada saat ini maka tidak akan ada lagi kesempatan. Dari Jabir Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya setan akan mendatangi setiap kalian dalam segala keadaan…” (HR. Muslim)

Orang kafir minta untuk dikembalikan lagi ke Dunia

“… hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka (orang-orang kafir), ia berkata: ‘Ya Rabb-ku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan’. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al Mukminun: 99-100)

Orang mati tidak bisa mendengar hal-hal yang terjadi di dunia

Allah Ta’ala berfirman:

“Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang  yang tuli depat mendengar seruan, apabila mereka berpaling membelakang”. (QS. Ar Ruum: 52)

Sakaratul Maut

Dari A’isyah Radhiallahu ‘Anha ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Laa Ilaaha illallah (tidak ada Dzat yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah), sesungguhnya kematian itu mempunyai sakarat (sakaratul maut)”. (HR. Bukhari)

Tidak diterimanya iman orang kafir ketika menjelang kematian

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Ketika Allah Ta’ala menenggelamkan Fir’aun, ia (Fir’aun) berkata: ‘Aku beriman bahwasanya tidak ada Ilah yang benar selain yang diimani oleh Bani Israil’. Jibril berkata: ‘Wahai Muhammad, seandainya engkau melihatku ketika mengambil lumpur laut yang aku masukkan ke dalam mulutnya karena aku khawatir ia (Fir’aun) akan mendapatkan rahmat dari Allah Ta’ala’.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Tercabutnya ruh akan diikuti oleh pandangan mata

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya apabila ruh dicabut, maka pandangan akan mengikutinya” (HR. Muslim dan lainnya)

Kapankah mayit akan ditanya?

Pertanyaan dimulai ketika selesai dari penguburan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila selesai dari mengubur mayit beliau berdiri menghadap kubur tersebut dan bersabda:

“Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian ini dan mohonkanlah ketetapan baginya, karena ia sekarang sedang ditanya” (HR. Abu Dawud)

Barra’ bin ‘Azib Radhiallahu ‘Anhu ia berkata: Kami keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengantarkan jenazah seseorang dari kalangan Anshar, kamipun sampai di tempat pemakaman. Ketika mayit itu dikubur Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadap kiblat dan kamipun duduk di sekitarnya seakan-akan di atas kepala kami ada burung (karena tenang dan diam), sedangkan beliau memegang sebuah tongkat. Beliau melihat ke langit kemudian melihat ke bumi, beliau mengangkat pandangannya dan menurunkannya sampai tiga kali, kamudian bersabda: “Mohonlah kalian ampunan kepada Allah Ta’ala dari adzab kubur”. (Beliau mengatakannya sampai dua atau tiga kali), kemudian berdoa: “Ya Allah,sesungguhnya aku berlingdung kepadaMu dari adzab kubur”(3x) lalu bersabda: “Seorang hamba yang mukmin ketika ia dalam kondisi terputus dari dunia untuk menuju akhirat (sakaratul maut), akan turun malaikat kepadanya dari langit, wajah mereka putih bersih bagaikan matahari, mereka membawa kain kafan dan minyak wangi dari Surga, hingga mereka duduk dari mayit tersebut sejauh mata memandang, kemudian datanglah malaikat maut (malakul maut) yang duduk di (dekat) kepala mayit tersebut, kemudian ia (malaikat itu) berkata: ‘Wahai jiwa yang baik (dalam riwayat lain: yang tenang), keluarlah menuju ampunan Allah Ta’ala dan keridhoanNya’.” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Maka keluarlah ruh orang mukmin tersebut dalam keadaan mengalir seperti mengalirnya tetesan air dari tempatnya maka malaikatpun mengambilnya (dalam riwayat lain: Ketika ruhnya keluar semua malaikat yang ada di antara langit dan bumi serta malaikat yang ada di langit mendoakannya, dan dibukakanlah untuknya pintu-pintu langit, tidak ada penghuni satu pintupun kecuali mereka memohon kepada Allah Ta’ala agar ruhnya dinaikkan bersama mereka di sisi mereka). Apabila malaikat maut telah mengambil ruhnya, maka para malaikat yang lain tidak akan membiarkannya di tangan malaikat maut meskipun hanya sekejap mata hingga mereka mengambilnya dan meletakkannya di kain kafan dan minyak wangi tersebut. Yang demikian itu adalah firman Allah Ta’ala: ‘Ia di wafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak akan melalaikan kewajibannya’. (QS. Al An’aam: 61). Dan keluarlah dari ruh tersebut bau minyak kasturi yang paling wangi yang pernah kamu temui di bumi ini”.

 

            Beliau melanjutkan sabdanya: “Maka para malaikat naik, dan tidaklah mereka melewati (dengan membawa ruh tersebut) sekelompok malaikat yang lain kecuali mereka bertanya: ‘Siapakah ruh yang baik ini’. Para malaikat tersebut menjawab: ‘Fulan bin fulan’. Mereka menyebut namanya dengan sebaik-baik nama yang mereka berikan ketika di dunia hingga mereka sampai di langit dunia, mereka meminta agar dibukakan pintu-pintu langit, maka dibukakanlah, dan para malaikat yang dekat dengan Allah Ta’ala di setiap langit mengantarnya sampai ke langit berikutnya hingga sampailah ia di langit yang ke tujuh, kemudian Allah Ta’ala berfirman: ‘Tahukah kamu apakah ‘illiyyin itu, yaitu kitab yang tertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)’. (QS. Al Muthaffifin: 19-21)

            Lalu ditulislah catatannya di ‘illiyyin, kemudian dikatakan: ‘Kembalikanlah ia ke bumi. Karena sesungguhnya Aku telah menjanjikan kepada manusia bahwasanya Aku menciptakan mereka dari tanah dan kepadanyalah Aku kembalikan mereka serta darinyalah Aku keluarkan mereka pada saat yang lain’.

 

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Maka kembalikanlah ruh tersebut ke bumi dan kembalikanlah ke jasadnya”. Beliau melanjutkan: “Maka mayit tersebut mendengar bunyi sandal orang-orang (yang mengantarkan ke kuburannya) ketika mereka meninggalkannya, kemudian datanglah dua malaikat yang sangat galak, keduanya menghardik si mayit, lalu mendudukkannya dan bertanya: ‘Siapa Rabb-mu?’. Mayit itu menjawab: ‘Rabb-ku adalah Allah Ta’ala’. Keduanya bertanya lagi: ‘Apa agamamu?’. Mayit itu menjawab: ‘Agamaku Islam’. Keduanya bertanya lagi: ‘Siapakah laki-laki yang diutus kepada kalian?’. Mayit itu menjawab: ‘Ia adalah utusan Allah’. Keduanya bertanya lagi: ‘Apa amalanmu?’. Mayit itu menjawab: ‘Aku membaca kitabullah, aku mengimaninya dan membenarkannya’.

 

Hardikan malaikat dan pertanyaannya dengan: ‘Siapa Rabb-mu? Apa agamamu? Siapa Nabimu’. Ini merupakan ujian terakhir yang diujikan kepada orang yang beriman. Yang demikian itu ketika Allah berfirman: ‘Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan dunia’ (QS. Ibrahim: 27). Maka si mayit bisa menjawab: ‘Rabbku adalah Allah, agamaku Islam dan Nabiku Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam’. Lalu terdengarlah suara dari langit: ‘HambaKu telah benar, maka bentangkanlah untuknya permadani dari Surga, berilah ia pakaian dengan pakaian dari Surga dan bukakanlah untuknya pintu yang menuju ke Surga’. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Keharuman dan kebaikan Surgapun mendatanginya dan kuburannya dilapangkan sejauh mata memandang”.

 

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda lagi: “Ia didatangi (dalam riwayat lain: perwujudan) seorang laki-laki yang rupawan yang berpakaian bagus dan berbau wangi. Laki-laki tersebut berkata: ‘Aku memberi kabar kepadamu dengan kabar gembira, aku bawa kabar kepadamu dengan membawa keridhoan dari Allah Ta’ala dan Surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang abadi. Ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu’. Mayit itu berkata: ‘Dan engkau, semoga Allah Ta’ala membahagiakanmu dengan kebaikan. Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa kebaikan’. Laki-laki itu berkata: ‘Aku adalah amalanmu yang shalih. Demi Allah Ta’ala, tidaklah aku mengetahuimu kecuali engkau adlaah orang yang bersegera kepada ketaatan kepada Allah Ta’ala dan orang yang lambat untuk berbuat maksiat kepadaNya. Semoga Allah Ta’ala membalasmu dengan kebaikan’.

 

Kemudaian dibukakan untuknya pintu Surga dan pintu Neraka, lalu dikatakan kepadanya: ‘Ini (Neraka) adalah tempat kembalimu jika engkau bermaksiat kepada Allah, (dan) Allah Ta’ala menggantikannya dengan Surga’. Kemudian ketika si mayit melihat isi Surga ia berkata: ‘Ya Allah, segerakanlah hari Kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku’. Lalu dikatakan kepadanya: ‘Tunggulah’.”

(Syaikh Al Albani menshahihkan riwayat ini dalam kitab beliau Ahkamul Janaiz)

Dinukil dari kitab: Al qobru, adzaabuhu wa na’iimuhu, karya Syaikh Husain Al ‘Awaayisyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s