Lebih Jauh Melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

LEBIH JAUH MELIHAT RASULULLAH

SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Cara bersisir Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

A’isyah Radhiallahu ‘Anha mengatakan:

Aku pernah menyisir rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam padahal aku sedang haidh. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sering meminyaki rambutnya, menyisir janggutnya dan sering waktu menyisir rambutnya, beliau menutupi (bahunya) dengan kain kerudung. Kain kerudung itu demikian berminyak seakan-akan kain tukang minyak. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi)

 

A’isyah Radhiallahu ‘Anha mengatakan:

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyenangi mulai bersuci dari anggota badannya yang sebelah kanan, juga ketika bersisir dan ketika memakai sandal. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa-i dan Ibnu Majah)

 

Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘Anhu bercerita:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang bersisir kecuali sekali-sekali. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, Nasa-i dan Ibnu Hibban)

* yang dilarang disini ialah bersisir seperti wanita pesolek

 

 

 

 

Uban Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Aku tidak mendapatkan lebih dari empat belas lembar uban yang tumbuh di kepala dan janggut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Muslim dan Nasa-i)

 

Dalam riwayat lain Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan:

Uban Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya sekitar dua puluh lembar saja. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah)

 

Semir rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Anas (bin Malik) Radhiallahu ‘Anhu mengatakan:

Aku melihat rambut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dipacari merah (HR. Tirmidzi)

 

Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di rumah Anas bin Malik memakai pacar. (HR. Tirmidzi)

* Menurut Imam Nawawi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memacari rambutnya hanya sewaktu-waktu saja

 

Celak mata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Bercelaklah kalian dengan itsmid*, karena ia dapat mencerahkan penglihatan dan menumbuhkan bulu mata.

Sungguh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempunyai tempat celak mata yang digunakannya untuk bercelak pada setiap malam. Tiga olesan di sini (mata sebelah kanan) dan tiga olesan di sini (mata sebelah kiri). (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah dan Nasa-i)

* Itsmid adalah batu celak biasanya berupa serbuk. Warnanya hitam atau biru. Serbuk itsmid tersebut  dioleskan pada bulu mata atau disapukan di sekeliling mata

 

Dalam riwayat lain dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma disebutkan bahwa

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bercelak dengan itsmid tiga olesan pada setiap mata sebelum beliau tidur. (HR. Tirmidzi)

 

Pakaian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ummul Mukminin Ummu Salamah Radhiallahu ‘Anha berkata:

Pakaian yang paling disenangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Gamis. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Nasa-i)

* Gamis adalah kemeja yang diselubungkan ke badan berlengan dua dan berkantong, panjangnya sampai betis bagian bawah

 

Asma binti Yazid Radhiallahu ‘Anha mengatakan:

Lengan baju gamis Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencapai pergelangan tangan. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Nasa-i)

 

Al Bara’ bin Azib Radhiallahu ‘Anhu mengatakan:

Tiada seorangpun yang pernah kulihat mengenakan pakaian merah yang lebih indah dan serasi daripada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sungguh, rambutnya hampir menyentuh kedua bahunya. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasa-i dan Ibnu Majah)

 

Abi Ramtsah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Aku melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenakan dua kain berwarna hijau bergaris-garis. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Nasa-i)

 

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Hendaklah kalian berpakaian putih, untuk dipakai sewaktu kalian hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian sewaktu kalian meninggal. Sebab kain putih itu sebaik-baik pakaian bagi kalian. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

A’isyah Radhiallahu ‘Anha mengatakan:

Pada suatu pagi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berangkat dari rumah, beliau mengenakan pakaian bulu (baju hangat), yang terbuat dari bulu hitam. (HR. Tirmidzi)

 

Khuf Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Khuf adalah sejenis kaos kaki yang terbuat dari kulit binatang, amat tipis dan menutupi mata kaki. Khuf biasanya digunakan pada musim dingin untuk mencegah kulit kaki agar tidak pecah-pecah.

 

Buraidah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Sesungguhnya raja an Najasyi* menghadiahkan sepasang khuf hitam pekat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memakainya dan kemudian ia berwudhu dengan (hanya) menyapu keduanya. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah)

* Gelar raja-raja Abesinia/Habsyi, sekarang dikenal dengan negeri Ethiopia

 

Sandal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Qatadah Radhiallahu ‘Anhu pernah bertanya kepada Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu:

“Bagaimanakah sandal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu?”

Anas menjawab: “Kedua belahnya mempunyai tali qibal* (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

* Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian depannya dan terjepit diantara dua jari kaki

 

‘Ubaid bin Juraih bertanya kepada Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘Anhuma:

“Kulihat anda memakai sandal Sibtiyah (sandal kulit yang tak berbulu)”.

Kemudian Ibnu ‘Umar Radhiallahu ‘Anhuma menjelaskan:

“Sungguh aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memakai sandal tak berbulu, dan beliau berwudhu dengan memakai sandal itu. Oleh sebab itu aku senang memakainya. (HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Nasai)

 

‘Amr bin Huraits Radhiallahu ‘Anhu bercerita:

Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat memakai sandal yang dijahit(HR. Tirmidzi)

 

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah seseorang diantara kalian berjalan dengan sandal sebelah. Hendaklah memakai keduanya atau melepaskan keduanya”. ((HR. Tirmidzi, hadits semakna diriwayatkan pula oleh Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

 

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu berkata:

Sandal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempunyai dua tali qibal. Demikian pula dengan sandal Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu dan ‘Umar Radhiallahu ‘Anhu. Sedangkan orang yang pertama kali mengikatkan satu ikatan adalah Utsman Radhiallahu ‘Anhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s