Banyaknya Jalan Kebaikan

BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN

 

Dengan banyaknya jalan kebaikan maka apabila seseorang merasa bosan dengan satu amalan maka dapat diselingi dengan amalan lain, karena setiap orang akan memiliki kecenderungan masing-masing dalam ibadahnya, akan ada amalan tertentu yang menonjol dari seseorang dari amalan yang lainnya.

 

Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan maka akan dapat kita lihat balasan yang Allah berikan. Barangsiapa yang melakukan kebaikan maka manfaatnya adalah untuk orang itu sendiri.

 

Hadits No.117 (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Zar, yaitu Jundub bin Junadah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Saya bertanya: Wahai Rasulullah, amalan manakah yang lebih utama – banyak fadhilahnya?” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: “Yaitu beriman kepada Allah dan berjihad untuk membela agamaNya.”

Saya bertanya lagi: “Hambasahaya/budak manakah yang lebih utama?” Beliau menjawab: “Yaitu yang dipandang terindah bagi pemiliknya serta yang termahal harganya.”

Saya bertanya pula: “Jikalau saya tidak dapat mengerjakan itu (yakni tidak mampu berjihad fisabilillah ataupun memerdekakan hambasahaya yang mahal harganya), maka apakah yang dapat saya lakukan?” Beliau bersabda: “Berilah pertolongan kepada seseorang pekerja atau engkau mengerjakan sesuatu kepada seseorang yang kurang pandai bekerja.”

Saya berkata pula: “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah mengetahui, jikalau saya ini lemah sekali dalam sebagian pekerjaan?” Beliau s.a.w. bersabda: “Tahanlah keburukanmu, jangan sampai mengenai orang banyak, amalan sedemikian itupun merupakan sedekah daripadamu untuk dirimu sendiri (yakni tidak mengganggu orang lain).” (Muttafaq ‘alaih)

 

Faidah

  1. Agar kita senantiasa berupaya tetap berada dalam keimanan
  2. Anjuran untuk berjihad di jalan Allah

 

Hadits No. 118 (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Zar r.a. juga bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Setiap ruas tulang (360 ruas tulang) dari seseorang di antara engkau semua itu setiap paginya hendaklah memberikan sedekahnya, maka tiap setasbihan (bacaan Subhanallah) adalah sedekah, tiap setahmidan (bacaan Alhamdulillah) adalah sedekah, tiap setahlilan bacaan La ilaha illallah (adalah sedekah), tiap setakbiran (bacaan Allahu Akbar) adalah sedekah, memerintah pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah dan yang sedemikian itu dapat dicukupi (diimbangi pahalanya) oleh dua rakaat yang seseorang itu sholat dengannya di waktu dhuha (antara sedikit setelah terbitnya matahari sampai matahari di tengah-tengah atau istiwa’).” (Riwayat Muslim)

 

Faidah

  1. Selayaknya seseorang memperbanyak sedekah sebagai bukti syukur seseorang kepada Allah dan juga sebagai penolak bala/malapetaka
  2. Banyaknya pintu-pintu kebaikan dan ketaatan, diantaranya adalah dengan menjaga zikir-zikir kepada Allah
  3. Keutamaan shalat dhuha (awwabin)
  4. Luasnya rahmat Allah kepada hamba-hambanya, kebaikan yang banyak sebagai sedekah bagi ruas tulang dapat dicukupkan dengan 2 rakaat shalat dhuha

 

Hadits 120. Dari Abu Zar pula, bahwasanya orang-orang sama berkata: “Ya Rasulullah, orang-orang yang kaya raya sama pergi dengan membawa pahala yang banyak (karena banyak pula amalannya). Mereka itu sholat sebagaimana kita juga sholat, mereka berpuasa sebagaimana kita juga berpuasa, tambahan lagi mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta-harta mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan untukmu semua sesuatu yang dapat engkau semua gunakan sebagai sedekah. Sesungguhnya datam setiap tasbih adalah merupakan sedekah,  setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, memerintahkan kebaikan juga sedekah, melarang kemungkaran itupun sedekah pula dan bahkan dalam bersetubuhnya seseorang (dengan isterinya) dari engkau semua itupun sedekah.”

Para sahabat berkata: “Ya Rasulullah apakah seseorang dari kita yang mendatangi syahwatnya itu juga memperoleh pahala?” Beliau menjawab: “Adakah engkau semua mengerti, bagaimana jikalau syahwat itu diletakkannya dalam sesuatu yang haram, adakah orang itu memperoleh dosa? Maka demikian itu pulalah jikalau ia meletakkan syahwatnya itu dalam hal yang dihalalkan, iapun memperoleh pahala.” (Riwayat Muslim)

 

Yang menghadap Nabi s.a.w. ini adalah dari golongan kaum Muhajirin (orang-orang yang sama berpindah mengikuti Nabi s.a.w. dari Makkah ke Madinah) yang fakir-fakir.  Jadi pokoknya mereka mengadu karena merasa kurang pahalanya kalau dibanding dengan orang-orang yang kaya-kaya itu, sebab merasa tidak dapat bersedekah karena miskinnya.

Faidah:

  1. Hendaklah sesama muslim berlomba-lomba dalam kebaikan
  2. Luasnya tentang masalah ibadah dalam Islam, semua yang didalamnya ada kebaikan/perkara yang diridhoi Allah adalah ibadah
  3. Para sahabat yang miskin ingin berbuat baik seperti para sahabat yang kaya yang dapat bersedekah lebih banyak dengan hartanya
  4. Islam adalah agama yang mudah
  5. Semua orang yang kaya maupun miskin semua sama-sama diperintahkan melakukan kebaikan dan dilarang melakukan keburukan

 

Hadits No. 121 (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Zar lagi, katanya: “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: “Janganlah engkau menghinakan sesuatu kebaikan sedikitpun, sekalipun hanya dengan jalan engkau menemui saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.” (Riwayat Muslim)

 

Faidah:

  1. Tidak boleh meremehkan amal kebaikan apapun
  2. Disunnahkan memberikan kebahagiaan/ menyenangkan kepada orang lain

 

Hadits No. 122 (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Setiap ruas tulang dari para manusia itu harus memberikan sedekah setiap harinya yang di situ terbitlah matahari. Berlaku adil antara dua orang itupun sedekah, ucapan yang baik itupun sedekah, dengan setiap langkah yang dijalaninya untuk pergi shalat juga sedekah, melemparkan (menghilangkan) apa-apa yang berbahaya dari jalan itu juga sedekah.” (Muttafaq ‘alaih)

 

Imam Muslim meriwayatkan juga dari riwayat Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bahwasanya setiap manusia dari Bani Adam itu dijadikan atas tigaratus enampuluh ruas tulang. Maka barangsiapa yang bertakbir kepada Allah, bertahmid kepada Allah, bertahlil kepada Allah, bertasbih kepada Allah, mohon pengampunan kepada Allah, suka melemparkan batu dari jalan para manusia, ataupun duri ataupun tulang dari jalan orang banyak, atau memerintahkan kebaikan atau melarang kemungkaran, sebanyak tigaratus enampuluh kali banyaknya, maka sesungguhnya orang itu pada hari itu ia telah menjauhkan dirinya dari neraka.”

 

Keterangan:

Berlaku adil yang dimaksudkan dalam Hadis ini seperti waktu memberi pulusan pada dua orang yang sedang berselisih adalah sebesar-besar pahala dalam arti sedekah ini. Perkataan yang baik itu seperti memberi nasihat, menunjukkan orang yang tersesat jalan dan lain-lain.  Menghindarkan bahaya dari jalan misalnya bahaya itu ialah batu, pecahan kaca, paku dan lain-lain agar tidak mengenai kaki orang yang melaluinya.

 

Faidah:

  1. Disunnahkan untuk mendamaikan orang yang berselisih dengan cara yang adil dan akhlak yang baik
  2. Disunnahkan menjaga shalat berjamaah di masjid, dan wajib bagi laki-laki untuk shalat berjamaah di masjid
  3. Adanya jumlah persendian yang ada pada manusia 360 hadits

 

Hadits No. 123 (Riyadhus Shalihin)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sabdanya: “Barangsiapa yang pergi ke masjid pagi atau sore hari, maka Allah menyediakan untuknya sebuah jaminan (nuzul) dalam syurga setiap ia pergi, pagi atau sore hari itu.”  (Muttafaq ‘alaih)

 

Nuzul, maksudnya jaminan yang berupa makanan atau rezeki dan apa saja yang dapat disediakan untuk tamu.

 

Faidah:

  1. Semua amal hamba dicatat di sisi Allah oleh para malaikatnya
  2. Barangsiapa yang pergi ke masjid, dan tidak ada yang mendorongnya ke masjid kecuali untuk shalat maka Allah catat baginya setiap langkahnya
  3. Keutamaan menjaga shalat berjamaah

 

Demikianlah banyaknya jalan kebaikan yang telah Allah berikan untuk hambaNya, semoga Allah kuatkan kita untuk bisa mengambil banyaknya kebaikan yang telah Allah tunjukkan dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari godaan iblis, setan dan bala tentaranya yang menghembuskan was-was dalam dada manusia dari golongan jin dan manusia.

 

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s