Kerja Sama Tukang Sihir dengan Jin

KERJA SAMA

TUKANG SIHIR DENGAN JIN

 

Sering kali kesepakatan antara tukang sihir dengan jin dilakukan dengan cara tukang sihir tersebut mengerjakan beberapa kesyirikan yang nyata, sedangkan para pemuka kabilah/ kelompok jin akan memerintahkan kepada anggotanya yang paling bodoh untuk melayani tukang sihir, agar ia menaati tukang sihir tersebut dalam menjalankan semua perintah tukang sihir tersebut.

 

Hubungan antara tukang sihir dengan jin yang ditugaskan untuk menaatinya adalah hubungan kebencian dan permusuhan. Jin yang bodoh tersebut sering kali menyakiti keluarga, istri, dan anak-anak tukang sihir itu, mengganggu harta bendanya, atau gangguan lainnya.

 

Terkadang jin tersebut menyakiti tukang sihir itu sendiri tanpa ia sadari, seperti pusing yang terus-menerus, gangguan yang sering muncul saat tidur, atau perasaan cemas pada malam hari, bahkan sering pula para tukang sihir itu tidak bisa memiliki anak karena jin yang melayaninya telah membunuh janin yang dikandung istri tukang sihir di dalam rahim sebelum penciptaannya sempurna, bahkan jika terlahirpun maka anak tukang sihir itu akan ada cacat atau memiliki keanehan.

 

CARA-CARA TUKANG SIHIR MENGHADIRKAN JIN

1. Iqsam (bersumpah atas nama jin)

Tukang sihir itu masuk ke ruangan yang gelap, menyalakan api yang akan digunakan untuk membakar dupa, dalam kondisi junub atau memakai pakaian yang bernajis, tukang sihir itu membaca mantra yang mengandung kesyirikan dan mengandung sumpah atas nama raja-raja jin.

 

2. Adz Dzabh (memotong sembelihan)

Tukang sihir akan membawa hewan dengan syarat tertentu, misalnya ayam yang berwarna hitam pekat, karena jin lebih menyenangi warna hitam. Kemudian hewan tersebut disembelih tanpa menyebut nama Allah Ta’ala. Terkadang darah hewan tersebut dioleskan kepada pasien. Setelah itu tukang sihir itu pulang ke rumah dan membacakan mantra syirik.

 

3. Sulfiyah (melakukan kenistaan)

Cara inilah yang paling populer dikalangan tukang sihir -semoga Allah Ta’ala melaknatnya- Tukang sihir akan meletakkan mushaf Al Qur’an pada kedua kakinya seperti memakai sandal, kemudian ia masuk ke WC dalam keadaan junub ia membaca mantra syiriknya.

Bagi tukang sihir yang memakai cara sulfiyah ini disyaratkan pula melakukan perbuatan dosa-dosa besar selain kekufuran tadi, seperti berzina, homoseksual, membunuh, mencela agama dan sebagainya dengan tujuan untuk mencari keridhoan para raja jin.

 

4. Najasah (menulis ayat-ayat al Qur’an dengan benda najis)

Tukang sihir akan membuat jimat yang bertuliskan ayat-ayat al Qur’an dengan darah haid ataupun benda najis lainnya, kemudian ia membaca mantra syirik hingga jin muncul dan siap untuk diperintah oleh tukah sihir itu.

 

5. Tankis (menulis ayat-ayat al Qur’an secara terbalik

Tukang sihir akan menulis ayat-ayat al Qur’an  tertentu dengan huruf-huruf yang terpisah dan terbalik, yaitu dengan menulisnya dari bagian akhir hingga ke bagian awal, kemudian ia membacakan mantra syiriknya.

 

6. Tanjim (menyembah bintang)

Tukang sihir akan memantau munculnya bintang tertentu, kemudian ia berbicara pada bintang tersebut dan membaca mantra-mantra syirik, lalu ia melakukan gerakan-gerakan yang merupakan bentuk penyembahan kepada bintang tersebut. Pada saat itu setan (jin) akan membantunya, sehingga tukang sihir yang bodoh itu mengira bahwa bintang itulah yang telah membantunya.

Tukang sihir itu mengaku bahwa sihir jenis ini tidak dapat diobati kecuali jika bintang tersebut muncul kembali, akan tetapi bagi orang-orang yang yakin dan bertauhid kepada Allah Ta’ala dan yang melakukan pengobatan dengan menggunakan al Qur’an, sihir tersebut dapat dihilangkan seketika dengan seizin Allah Ta’ala dan karuniaNya.

 

7. Al Kaff (melihat melalui telapak tangan)

Tukang sihir akan menggunakan seorang anak kecil dalam keadaan tidak suci sebagai medianya. Lalu ia akan melihat dan menggambar persegi empat, kemudian menuliskan mantra-mantra sihir di semua sisi persegi empat itu, kemudian meletakkan minyak dan bunga biru, atau minyak dan tinta berwarna biru di tengah-tengahnya.

Kemudian tukang sihir itu menulis mantra lain di atas kertas tersebut, lalu meletakkannya seperti payung di atas anak itu, memakaikan topi di atasnya agar tidak lepas, kemudian anak tersebut ditutup dengan kain yang berat dan dibacakan mantra, lalu anak tersebut akan melihat gambar lelaki yang akan disuruh bergerak sesuai dengan perintah tukang sihir itu

 

8. Al Atsar (memanfaatkan benda bekas pakai)

Tukang sihir akan meminta beberapa barang bekas dipakai pasien, seperti sapu tangan, penutup kepala, bajun atau yang lainnya. Kemudian ia membacakan surat-surat pendek dari Al Qur’an dengan suara keras (untuk mengelabui pasien) dan membacakan mantra yang mengandung kesyirikan dengan suara pelan

 

TANDA-TANDA UNTUK MENGENALI PENGOBATAN ALA TUKANG SIHIR

  1. Menanyakan nama pasien dan nama ibunya
  2. Meminta salah satu benda bekas dipakai pasien (biasanya yang belum dicuci, seperti baju, sapu tangan, pakaian dalam, kerudung dan semacamnya)
  3. Meminta hewan dengan syarat tertentu untuk disembelih atas nama selain Allah Ta’ala. Terkadang darah binatang itu dioleskan pada beberapa tempat yang dirasakan oleh pasien, atau melemparkan binatang tersebut ke tempat puing-puing tertentu yang ditempati oleh jin
  4. Menuliskan mantra-mantra/jimat-jimat tertentu
  5. Membacaka mantra-mantra tertentu yang tidak dapat dipahami
  6. Memberi suatu pembatas pada pasien berbentuk persegi empat yang di dalamnya terdapat huruf-huruf dan angka-angka tertentu
  7. Menyuruh pasiennya untuk mengurung diri dari orang-orang untuk waktu tertentu di suatu ruangan yang tidak dapat dimasuki matahari
  8. Terkadang tukang sihir itu menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air, yang paling sering adalah selama 40 hari, ini menunjukkan bahwa jin yang melayani tukang sihir tersebut adalah jin nashrani
  9. Memberi beberapa benda kepada pasien untuk ditanam pada tempat-tempat tertentu
  10. Memberi pasien kertas berisi mantra syirik untuk dibakar dan mengeluarkan asap, atau terkadang untuk diminumkan
  11. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak bisa dipahami
  12. Terkadang tukang sihir itu mampu memberitahukan pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut serta permasalahan yang dialaminya tanpa diberitahu sebelumnya
  13. Menuliskan untuk pasien beberapa huruf terputus-putus disebuah kertas atau pada lempengan tembikar, lalu menyuruh pasien untuk melarutkan dan meminumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s