Menangkal dan Menanggulangi Sihir

MENANGKAL DAN MENANGGULANGI SIHIR

 

      Allah Ta’ala telah mensyariatkan kepada hamba-hambaNya agar menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum dan setelah terjadi. Ini merupakan rahmat dan kasih sayang Allah, kebaikan dan kesempurnaan nikmatNya kepada mereka.

Secara umum perlindungan dari sihir adalah dengan mentauhidkan Allah, senantiasa berusaha dengansungguh-sungguh untuk menunaikan semua kewajiban Allah dan meninggalkan larangan Allah, melakukan hal-hal yang dicintai Allah Ta’ala sebagai Dzat Yang Mahamelindungi, meningkatkan ketaqwaan, menguatkan tauhid dan memberantas kesyirikan, serta menegakkan sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Adapun cara-cara untuk penjagaan diri dari gangguan sihir yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. 1.    Memakan 7 butir kurwa ‘ajwah (kurma Madinah)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa dipagi hari memakan 7 butir kurma ajwah, maka dia tidak akan terkena racun atau sihir”. (HR.Muslim)

 

  1. 2.    Berwudhu’

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sucikanlah jasad-jasad ini, niscaya Allah akan mensucikan kalian, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba yang melalui malam dalam keadaan suci melainkan akan bermalam bersamanya malaikat yang bersemayam di pakaian yang melekat padanya. Tidaklah dia berbalik sesaat dari malam itu melainkakn malaikat itu berdoa: ‘Ya Allah, ampunilah hambaMu ini, karena dia tidur dalam keadaan suci”. (HR.Thabrani)

 

  1. 3.    Memohon perlindungan kepada AllahTa’ala saat masuk WC

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam apabila masuk WC beliau bersabda:

اّللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan”. (HR.Muslim)

 

  1. 4.    Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala ketika shalat, atau ketika marah

Setelah membaca doa iftitah hendaklah membaca:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dari kesombongannya, syairnya, dan kegilaan/kesurupan karenanya”. (HR.Abu Dawud)

 

Sulaiman bin Shurad Radhiallahu ‘Anhu berkata: Aku pernah duduk bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sedangkan ada dua orang laki-laki yang saling memaki. Wajah salah seorang dari mereka jadi memerah dan urat lehernya mengencang, maka Nabi bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat yang seandainya dia mengucapkannya akan hilang darinya apa yang dirasakannya. Seandainya ia mengucapkan: ‘Aku berlindung kepada Allah dari Syaithan’. Niscaya akan hilang apa yang ia rasakan. (HR.Bukhari)

 

  1. 5.    Membentengi diri ketika hendak jima’ (melakukan hubungan suami-isteri)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika diantara kalian (hendak) mencampuri isterinya, maka hendaklah ia mengucapkan:

بِسْمِ اللهِ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانِ مَارَزَقْتَنَا

‘Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan, dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami’. Sehingga apabila ditetapkan bagi keduanya (suami-isteri) seorang anak, maka dia (anak tersebut tidak akan dicelakakan oleh syaithan selamanya”. (HR.Muslim)

  1. 6.    Membaca ayat kursi menjelang malam atau sebelum tidur (HR. Bukhari)

 

  1. 7.    Mengingatkan jin (yang menjelma menjadi ular) selama tiga hari, tidak langsung membunuhnya (HR.Muslim)

 

  1. 8.    Membaca doa keluar rumah (HR. Abu Dawud)

 

  1. 9.    Memperbanyak membaca al Qur’an, terutama surat al Baqarah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al Baqarah”. (HR.Muslim)

 

10. Melindungi dan membentengi diri dengan memperbanyak memanjatkan berbagai doa, ta’awwudz dan dzikir yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Demikian juga seorang hamba, dia tidak akan bisa membentengi dirinya dari syaithan kecuali dengan berdzikir kepada Allah”. (HR. Tirmidzi)

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda: Barangsiapa yang membaca

لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

‘Tiada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah semata, tiada sekutu bagiNya, bagiNya segala kerajaan dan bagiNyalah segala pujian , dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’. Dalam sehari seratus kali, hal itu baginya setara dengan pahala memerdekakan sepuluh budak, dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan hal ini menjadi pelindung untuk nya dari syaithan pada harinya itu hingga sore”. (HR. Bukhari)

 

11. Berdzikir kepada Allah/membaca doa ketika masuk rumah dan makan

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seseorang masuk ke rumahnya lalu menyebut nama Allah ketika masuk dan makan, maka syaithan berkata (kepada teman-temannya): ‘Tidak ada tempat menginap dan makan malam bagi kalian’. Dan apabila ia (manusia) masuk  (rumahnya) lalu tidak menyebut nama Allah ketika masuk, syaithan berkata: ‘Kalian dapat tempat menginap’. Dan jika ia (manusia) tidak menyebut nama Allah ketika makan, maka dia (syaithan) berkata: ‘Kalian dapat tempat menginap dan makan malam’.” (HR.Muslim)

 

12. Ketika menjelang maghrib, jangan biarkan anak-anak kecil berada di luar rumah, tutuplah pintu-pintu dan bejana-bejana dengan menyebut nama Allah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika malam telah datang, maka tahanlah anak-anak kecil kalian (agar tidak keluar), karena syaithan sedang menyebar ketika itu. Dan apabila telah berlalu sedikit dari malam, maka biarkanlah mereka, dan tutuplah pintu-pintu kalian serta sebutlah nama Allah, matikanlah lampu kalian dan sebutlah nama Allah, tutup tempat minum kalian dan sebutlah nama Allah, tutup bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah walaupun hanya dengan memalangkan sesuatu di atasnya”. (HR.Bukhari)

 

Dalam riwayat lain disebutkan: “Matikanlah lampu-lampu ketika tidur, karena bisa jadi ada tikus yang menarik sumbunya lalu membakar penghuni rumah (menyebabkan kebakaran)”. (HR. Bukhari)

 

Cara pencegahan lainnya adalah membentengi rumah dari syaithan, diantaranya adalah:

  1. 1.    Memberi salam kepada penghuni rumah (QS. An Nuur [24]: 61)

 

  1. 2.    Berdzikir kepada Allah/menyebut nama Allah ketika hendak makan dan minum, serta makan dan minum menggunakan tangan kanan
  2. Memperbanyak bacaan al Qur’an dalam Rumah. Terutama surat Al Baqarah ayat 1-5, 255-257, 285-286, Al Kafirun, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

 

  1. 4.    Menjauhkan rumah dari suara iblis

“Dan hasunglah siapa yang kamu (iblis) sangupi diantara mereka dengan suaramu” (QS. Al Israa[17]: 64)

Mujadi berkata: Suara syaithan adalah nyanyian/lagu

 

  1. 5.    Menjauhkan rumah dari suara lonceng

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Lonceng itu merupakan seruling syaithan”. (HR.Muslim)

Lonceng yang dimaksud adalah yang menyerupai lonceng gereja. Termasuk juga jam dinding dengan bandul yang berbunyi

 

  1. 6.    Menjauhkan rumah dari salib dan lambang-lambang kekafiran lainnya

 

  1. 7.    Membersihkan rumah dari gambar dan patung

Kecuali gambar foto untuk keperluan darurat seperti KTP, SIM, paspor dan sebagainya

 

  1. 8.    Mengeluarkan anjing dari rumah, selain anjing pemburu dan penjaga

 

  1. 9.    Memperbanyak shalat sunnah di rumah

 

10. Mengucapkan kalimat yang baik kepada anggota keluarga

 

11. Membentengi isteri dengan banyak mendoakannya

 

12. Membentengi/mendoakan anak dari syaithan

 

Inilah beberapa penjelasan tentang perkara-perkara yang dapat menjaga diri dari sihir dan hanya kepada Allah kita mohon pertolongan.

 

Adapun pengobatan dengan cara-cara yang dilakukan tukang sihir, dukun, paranormal, orang pintar, atau apapun sebutannya, pada hakikatnya adalah mereka mendekatkan diri kepada jin dengan meminta bantuannya disertai syarat-syarat tertentu yang merupakan kesyirikan. Semua ini tidak dibenarkan dalam Islam, bahkan hal tersebut hanya layak dilakukan oleh orang yang tidak beriman mereka adalah pendusta yang mengaku mengetahui hal-hal ghaib, yang kemudian mereka gunakan untuk menipu manusia.

 

Kepada Allah sajalah kita memohon agar seluruh kaum muslimin dilimpahkan kesejahteraan dan keselamatan dari segala kejahatan, semoga Allah senantiasa melindungi kita, agama kita dan menganugerahkan kepada kita pemahaman tentang agamaNya, serta menjauhkan kita dari segala sesuatu yang menyalahi syari’atNya.

 

Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s