Mengenal Alam Jin

MENGENAL ALAM

JIN DAN SETAN

 

      Jin adalah makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memiliki kemampuan untuk merubah dirinya dengan berbagai bentuk. Secara bahasa, Jin berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan Setan adalah setiap makhluk (Jin, Manusia atau Hewan) yang durhaka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jin adalah makhluk tersendiri, bukan dari golongan manusia ataupun malaikat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia Telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya kami Telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al A’raaf [7]: 27)

Pelajaran dari ayat tersebut adalah:

  1. Setan itu tidak ada yang benar, selalu memfitnah dan berusaha untuk menjerumuskan  manusia ke Neraka dan menjauhkan manusia dari Surga
  2. Manusia tidak akan bisa melihat Jin dalam bentuk/wujud aslinya dalam keadaan apapun
  3. Apapun bentuk kerjasama dengan jin  dapat menyebabkan berkurangnya keimanan hingga hilangnya keimanan, karena hal tersebut hanya layak dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman

Manusia ataukah Jin yang lebih dahulu?

Allah Ta’ala menciptakan manusia dari tanah dan Jin diciptakan dari api yang sangat panas sebelum manusia. Allah Ta’ala berfirman:

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.  Dan kami Telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.(QS. Al Hijr [15]: 26-27)

Dan dia menciptakan jin dari nyala api. (QS. Ar Rahman [55]: 15)

Pembagian Kelompok Jin

Abi Tsa’labah Radhiallahu ‘Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Jin itu ada tiga kelompok, ada satu kelompok yang bisa terbang, (ada satu) kelompok ular dan anjing, (ada satu) kelompok yang berkaki empat dan berkaki dua. (HR. Al Hakim II/no.3702)

Dari tiga golongan jin tersebut yang paling banyak bekerjasama dengan dukun-dukun di Indonesia adalah jin dari golongan ular dan anjing

 

 

 

Persamaan dan Perbedaan Jin dan Manusia

Jin dan manusia memang pada hakikatnya adalah makhluk yang berbeda, namun memiliki beberapa persamaan, antara lain:

  1. Sama-sama terkena beban syari’at (QS. Adz Dzaariyat [51]: 56)
  2. Sama-sama mendengarkan Al Qur’an (QS. Al Ahqaf [46]: 29)
  3. Sama-sama diutus Rasul dari golongan sendiri yang menyampaikan kabar gembira dan peringatan (QS. Al An’aam [6]: 130)
  4. Sama-sama makan (HR. Bukhari dan Muslim). Diantara makanan jin adalah tulang binatang yang sudah kering dan makanan manusia yang tidak dibacakan basmalah padanya
  5. Sama-sama ada yang beriman dan ada yang kafir (QS. Al Jin [72]: 11 & 14)
  6. Sama-sama ada yang menyimpang dan dimasukkan ke dalam Neraka (QS. Al Jin [72]: 14-15)
  7. Sama-sama ada yang diadzab (QS. Fushilat [41]: 25)
  8. Sama-sama ada yang mendapatkan bidadari Surga (QS. Ar Rahman [55]: 56)
  9. Sama-sama berkeluarga dan berkembang biak (QS. Al Kahfi [18]: 50)

Sedangkan dari sekian banyak perbedaan manusia dan jin, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin (QS. Al A’raaf [7]: 27)
  2. Jin diciptakan dari api yang sangat panas sedangkan manusia diciptakan dari tanah yang pekat (QS. Al Hijr [15]: 26-27)
  3. Jin dapat mencuri rahasia langit sedangkan manusia tidak dapat mencuri rahasia langit (QS. Al Jin [72]: 8-9)
  4. Jin dapat berjalan pada aliran darah manusia sedangkan manusia tidak dapat berjalan pada aliran darah jin (HR. Bukhari dan Muslim)
  5. Jin dapat merubah bentuk/wujudnya sedangkan manusia tidak dapat merubah bentuk/wujudnya dan menjelma menjadi makhluk lain (HR. Bukhari)

Tempat Tinggal Jin

Diantara tempat-tempat yang biasa dijadikan tempat tinggal jin adalah:

  1. Tanah lapang
  2. Tempat sampah
  3. WC/tempat buang air
  4. Tempat wudhu
  5. Tanah-tanah yang retak dan lubang-lubang, kecuali lubang WC
  6. Tempat tidur unta
  7. Tinggal di rumah-rumah bersama-sama dengan manusia penghuni rumah tersebut
  8. Tempat-tempat yang sudah ditingalkan oleh manusia, tempat/rumah yang sudah tidak berpenghuni
  9. Pasar/Mall, karena pasar adalah tempat setan bertempur dan menancapkan benderanya.

10. Kuburan/tempat pemakaman

Benarkah Jin Dapat Masuk ke Dalam Tubuh Manusia (Kesurupan)?

Jin benar-benar dapat masuk ke dalam tubuh manusia dan membuat manusia tersebut tidak sadarkan diri (kesurupan), adapun orang-orang yang menolak hal ini tidaklah memiliki dalil yang benar dan kuat. Dalil aqli dapat dibuktikan dengan fakta bahwa banyaknya kasus/peristiwa di masyarakat tentang adanya orang-orang yang kesurupan.

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa jin memang dapat masuk ke dalam tubuh manusia adalah:

Firman Allah Ta’ala

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. (QS. Al A’raaf [7]: 201)

Firman Allah Ta’ala

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila* (QS. Al Baqarah [2]: 275)

*  Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.

Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata:

Bahwasanya ada seorang perempuan datang bersama anaknya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam seraya berkata: ‘Wahai Rasulullah, dia tertimpa gila (sering kesurupan), dan kegilaannya mengganggunya ketika kami makan sehingga merusak makanan kami’. Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata: Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengusap dadanya dan berdoa untuknya, maka dia muntah, lalu keluar dari mulutnya seperti binatang kecli hitam, kemudian diapun sembuh. (HR. Ahmad I/no. 2133)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimallahu Ta’ala mengatakan:

Jin dapat tampak (dilihat) dalam bentuk jelmaan manusia dan binatang ternak. Mereka (juga) muncul dalam bentuk ular, kalajengking dan lainnya. Dalam bentuk unta, sapi, kambing, kuda, baghal (peranakan kuda dan keledai), keledai. Dalam rupa burung. Dan dalam rupa bani Adam. Sebagaimana setan (iblis/jin) pernah datang kepada orang-orang Quraisy dalam rupa Suraqah bin Malik bin Ju’syum ketika mereka hendak ke luar menuju ke perang Badar (sebagaimana firman Allah Ta’ala QS. Al Anfal [8]: 48)…

Sebagaimana juga diriwayatkan bahwa ia pernah muncul dalam rupa seorang kakek dari Nejed ketika mereka (orang-orang kafir Quraisy) berkumpul di Dar An Nadwah. Ketika mereka berdiskusi apakah mereka hendak membunuh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam atau menahannya ataukah mengusirnya. (QS. Al Anfal [8]: 30

Semoga setelah mulai mengenal alam jin kita tidak lagi salah kaprah mengenai alam jin yang karena peran besar para pembual di media cetak dan elektronik menyebabkan kita takut terhadap jin, dan mudah terkena gangguan jin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s