Surga dan Para Penghuninya (1/4)

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Segala Puji hanya bagi Allah yang senantiasa memberikan karuniaNya kepada setiap makhluk. Pada pembahasan kali ini insya Allah kita akan melihat apa yang Allah dan RasulNya katakan tentang Surga, isinya dan penghuninya, semoga membuat setiap muslim semakin bersemangat untuk mengejarnya…

AYAT-AYAT AL QUR’AN TENTANG SURGA

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman*”. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya. (QS. Al Hijr [15]: 45-48)

* sejahtera dari bencana dan aman dari malapetaka.

 

Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan Pakaian mereka adalah sutera. (QS. Al Hajj [22]: 23)

 

Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai Ucapan selamat dari Tuhan yang Maha Penyayang.(QS. Yaa Siin [36]: 55-58)

 

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya Telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”. Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang Telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan Telah (memberi) kepada kami tempat Ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang kami kehendaki; Maka syurga Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”.   (QS. Az Zumar [39]: 73-74)

 

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air; Mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, Demikianlah. dan kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), (QS. Ad Dukhaan [44]: 51-55)

* Maksudnya, khawatir kehabisan atau khawatir sakit.

 

(apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam Jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? (QS. Muhammad [47]: 15)

 

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka Karena keimanannya[1], di bawah mereka mengalir sungai- sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan. Do’a[2] mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”[3], dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam”[4]. dan penutup doa mereka ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”[5]. (QS. Yunus [10]: 9-10)

[1]  Maksudnya: diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikan surga.

[2]  Maksudnya: puja dan puji mereka kepada Allah.

[3]  artinya: Maha Suci Engkau, Wahai Tuhan kami.

[4]  artinya: sejahtera dari segala bencana

[5]  artinya: segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

 HADITS-HADITS YANG MENJELASKAN TENTANG SURGA

 Kelompok Pertama yang akan Masuk Surga

عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ إِمَّا تَفَاخَرُوا وَإِمَّا تَذَاكَرُوا الرِّجَالُ فِي الْجَنَّةِ أَكْثَرُ أَمْ النِّسَاءُ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَوَ لَمْ يَقُلْ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ وَالَّتِي تَلِيهَا عَلَى أَضْوَإِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ اثْنَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ اللَّحْمِ وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ.

1965- Dari Muhammad {Ibnu Sirin}, dia berkata, “Para sahabat mungkin merasa bangga atau mungkin ingin memperdalam pengetahuannya hingga mereka bertanya, ‘Di dalam surga itu lebih banyak laki-laki ataukah perempuan?’ Kemudian Abu Hurairah menuturkan, “Bukankah Abu Qasim -Rasulullah SAW- telah bersabda, ‘Sesungguhnya kelompok pertama yang akan masuk surga adalah orang-orang yang wajahnya bagaikan bulan purnama. Setelah itu adalah orang-orang yang wajahnya bagaikan bintang yang berkilau di langit. Masing-masing mereka mendapat dua istri yang sumsum tulang betisnya dapat terlihat dari luar dagingnya. Selain itu, di surga juga tidak ada orang yang membujang.”” {Muslim 8/146, Bukhari no.3007}

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ حَدَّثَنَا فُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَدْخُلَنَّ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ لَا يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ

 

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddamiy telah bercerita kepada kami Fudlail dari Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pasti akan masuk surga dari ummatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu orang, yang pertamakali tidak bakalan masuk hingga yang terakhir kali masuk (masuk secara berbarengan). Wajah-wajah mereka bagaikan bentuk bulan saat purnama”. (HR. Bukhari no.3008)

 

. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلُ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ نَجْمٍ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً ثُمَّ هُمْ بَعْدَ ذَلِكَ مَنَازِلُ لَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَبُولُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَبْزُقُونَ أَمْشَاطُهُمْ الذَّهَبُ وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى طُولِ أَبِيهِمْ آدَمَ سِتُّونَ ذِرَاعًا قَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَلَى خُلُقِ رَجُلٍ و قَالَ أَبُو كُرَيْبٍ عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ و قَالَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ.

1966- Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Kelompok pertama umatku yang akan masuk surga adalah orang-orang yang berwajah seperti bulan purnama. Berikutnya adalah orang-orang yang berwajah seperti bintang yang paling terang di langit. Setelah itu adalah orang-orang yang kedudukannya lebih rendah. Mereka tidak buang hajat, tidak buang air kecil, tidak mengeluarkan hingus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, wangi-wangian mereka berasal dari kayu gaharu, keringat mereka berbau minyak kasturi, bentuk rupa mereka sama seperti Adam, yaitu enampuluh hasta.’ Ibnu Abi Syaibah berkata, “Lafazh tersebut berbunyi, ‘alaa khuluqi rajulin.” Abu Kuraib berkata, “Lafazh tersebut berbunyi, ‘alaa khalqi rajulin.” Ibnu Abi Syaibah berkata, “Selanjutnya adalah berbunyi, ‘alaa shurati abiihim.” {Seperti bentuk bapak mereka} {Muslim 8/147}

 

Sebagian Besar Penghuni Surga

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سَلْمُ بْنُ زَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبُو رَجَاءٍ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Salm bin Zarir telah bercerita kepada kami Abu Raja’ dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”. (HR. Bukhari no.3002)

Bentuk Tubuh Orang yang Masuk Surga

عن أَبي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمَّا خَلَقَهُ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ النَّفَرِ وَهُمْ نَفَرٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ جُلُوسٌ فَاسْتَمِعْ مَا يُجِيبُونَكَ فَإِنَّهَا تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ قَالَ فَذَهَبَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ قَالَ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ قَالَ فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى الْآنَ.

1967- Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan Adam dengan postur tubuh yang tingginya enam puluh hasta. Setelah menciptakan Adam, Allah berkata kepada Adam, ‘Pergilah dan ucapkan salam kepada kelompok itu! Mereka adalah sekelompok malaikat yang sedang duduk. Dengarkan sapaan mereka kepadamu, karena hal itu adalah sapaan untukmu dan anak cucumu!’ Rasulullah SAW bersabda, “Kemudian Adam pergi dan ia ucapkan, ‘Assalaamu ‘alaika warahmatullaah’. Mereka menambah salam Adam dengan lafaz warahmatullaahi Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Setiap orang yang masuk surga akan mempunyai postur tubuh seperti Adam yang tingginya enam puluh hasta. Sebenarnya, tubuh manusia itu senantiasa akan menyusut, sepeninggalan Nabi Adam, hingga sekarang.” {Muslim 8/149}

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَأَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ جُرْدٌ مُرْدٌ كُحْلٌ لَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ وَلَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ

2539. Muhammad bin Basyar dan Abu Hisyam Ar-Rifa’i menceritakan kepada kami, mereka berdua berkata: Mu’adz bin Hisyam menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Amir Al Ahwal, dari Syahr bin Hausyab, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Ahli surga itu halus kulitnya, selalu terlihat muda, bercelak mata, tidak pudar kemudaannya (awet muda), dan tidak rusak pakaiannya. ”

(HR.Tirmidzi no.2539, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan gharib.”, Hasan: Al Misykat (5638 dan 5639-tahqiq kedua) dan At-Ta’liq At-Raghib (4/245).

 

Usia Penghuni Surga

حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ مُحَمَّدُ بْنُ فِرَاسٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ أَبُو الْعَوَّامِ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غَنْمٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثِينَ أَوْ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ سَنَةً

2545. Abu Hurairah Muhammad bin Firas Al Bashri menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Imran Abu Al Awwam menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Syahr bin Hausyab. dari Abdurrahman bin Ghanam, dari Mu’adz bin Jabal, bahwa Nabi bersabda, “Ahli surga masuk ke dalam surga dalam keadaan halus kulitnya, awet muda, matanya bercelak, dan berusia tigapuluh —tiga puluh tiga— tahun. ”

(HR.Tirmidzi no.2545, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan gharib.” Sebagian sahabat Qatadah meriwayatkan hadits ini dari Qatadah secara mursal, mereka tidak menyebutkan sanad-nya. Hasan: Lihat hadits no. 2539.)

 

Barisan Penghuni Surga

حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ يَزِيدَ الطَّحَّانُ الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ ضِرَارِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ عِشْرُونَ وَمِائَةُ صَفٍّ ثَمَانُونَ مِنْهَا مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ وَأَرْبَعُونَ مِنْ سَائِرِ الْأُمَمِ

2546. Husain bin Yazid Ath-Thahhan Al Kufi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Fudhail menceritakan kepada kami dari Dhirar bin Murrah, dari Muharib bin Ditsar, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Ahli surga terdiri dari seratus dua puluh barisan; delapan puluh baris dari umat ini (umat Muhammad) dan empat puluh baris sisanya dari umat-umat yang lain.”

(HR.Tirmidzi no.2546, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan.” Hadits ini diriwayatkan dari Alqamah bin Martsad, dari Sulaiman bin Buraidah, dari Rasulullah … secara mursal. Di antara mereka ada yang berkata, “Dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya.” Hadits Abu Sinan dari Muharib bin Ditsar adalah hadits hasan. Nama asli Abu Sinan adalah Dhirar bin Murrah. Nama asli Abu Sinan Asy-Syaibani adalah Sa’id bin Sinan, ia berasal dari kota Bashrah. Nama asli Abu Sinan Asy-Syami adalah Isa bin Sinan, ia berasal dari kota Qasmal. Shahih: Ibnu Majah (4289).)

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ قَال سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ مَيْمُونٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قُبَّةٍ نَحْوًا مِنْ أَرْبَعِينَ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا نَعَمْ قَالَ أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا شَطْرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ إِنَّ الْجَنَّةَ لَا يَدْخُلُهَا إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ مَا أَنْتُمْ فِي الشِّرْكِ إِلَّا كَالشَّعْرَةِ الْبَيْضَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ أَوْ كَالشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ فِي جِلْدِ الثَّوْرِ الْأَحْمَرِ

2547. Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu’bah memberitahukan kepada kami dari Abu Ishaq, ia berkata: Aku mendengar Amru bin Maimun bercerita dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: Kami pernah berada di Qubah bersama Nabi, jumlah kami sekitar empat puluh orang. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada kami, “Apakah kalian ridha jika menjadi penghuni seperempat ahli surga?” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau kembali bertanya, “Apakah kalian ridhajika menjadi penghuni sepertiga ahli surga?” Mereka menjawab, “Ya.” Rasulullah bertanya lagi, “Apakah kalian ridha jika menjadi penghuni setengah ahli surga? Sungguh surga itu tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang jiwanya selamat. Tidaklah kalian berada dalam kemusyrikan melainkan seperti rambut putih yang ada di kulit sapi hitam, atau seperti rambut hitam yang berada di kulit sapi merah. “

(HR.Tirmidzi no.2547, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Pada bab ini terdapat riwayat lain dari Imran bin Hushain dan Abu Sa’id Al Khudri. Shahih: Ibnu Majah (4283); Muttafaq alaih.)

 

Diberikan Keridhaan Allah kepada Penghuni Surga

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ هَلْ رَضِيتُمْ فَيَقُولُونَ وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ فَيَقُولُ أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُونَ يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ فَيَقُولُ أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا.

1969- Dari Abu Said Al Khudri RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Allah Azza wa Jalla telah berfirman kepada para penghuni surga, ‘Hai para penghuni surga!’ Mereka menjawab, “Labbaik wa sa’daik. Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya kebaikan dan kenikmatan itu ada di tangan-Mu.” Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, “Apakah kalian telah ridha?” Mereka menjawab, “Bagaimana kami tidak ridha, sedangkan Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum pernah Engkau berikan kepada siapapun di antara makhluk-Mu!” Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya lagi, “Maukah kalian Aku berikan sesuatu yang lebih baik dari itu {nikmat yang telah Aku berikan}?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan. Sesuatu apakah yang lebih baik dari itu?” Lalu Allah SWT berfirman, “Aku akan berikan keridhaan-Ku kepada kalian hingga Aku tidak lagi memurkai kalian untuk selama-lamanya.” {Muslim 8/149, Tirmidzi no.2555}

 

Melihat Allah di Surga

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ إِنَّكُمْ سَتُعْرَضُونَ عَلَى رَبِّكُمْ فَتَرَوْنَهُ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنْ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لَا تُغْلَبُوا عَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَصَلَاةٍ قَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا ثُمَّ قَرَأَ فَ { سَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ }

2551. Hannad menceritakan kepada kami, Waki’ menceritakan kepada kami dari Ismail bin Abu Khalid, dari Qais bin Abu Hazim, dari Jarir bin Abdullah Al Bajali, ia berkata: Kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, beliau memperhatikan bulan di malam purnama, kemudian beliau bersabda. “Sesungguhnya kalian akan dihadapkan kepada Tuhan kalian. Kalian akan melihat-Nya seperti ketika kalian melihat bulan purnama ini. Kalian tidak akan berdesak-desakkan (berebutan) dalam melihat-Nya. jika kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka laksanakanlah.” Beliau lalu membaca firman Allah, “Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya). ” (Qs. Thaahaa [20]: 39).

(HR.Tirmidzi no.2551, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih.”. Shahih: Ibnu Majah (177); Muttafaq alaih.)

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ صُهَيْبٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ { لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ } قَالَ إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ نَادَى مُنَادٍ إِنَّ لَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ مَوْعِدًا قَالُوا أَلَمْ يُبَيِّضْ وُجُوهَنَا وَيُنَجِّنَا مِنْ النَّارِ وَيُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ قَالُوا بَلَى قَالَ فَيَنْكَشِفُ الْحِجَابُ قَالَ فَوَاللَّهِ مَا أَعْطَاهُمْ شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ النَّظَرِ إِلَيْهِ

2552. Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Tsabit Al Bunani, dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Shuhaib, dari Nabi SAW dalam menafsirkan firman Allah, “Bagi orang-orang yang melakukan kebaikan memperoleh pahala terbaik (surga) dan tambahan.” (Qs. Yuunus (10): 26) Beliau bersabda, “Jika ahli surga masuk ke dalam surga, maka ada yang menyeru, ‘Sungguh bagi kalian ada janji (tambahan)’. “ Mereka bertanya, “Bukankah wajah-wajah kami telah diputihkan (disucikan), kami telah diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga?” Mereka (yang lain) berkata, “Benar.” Beliau bersabda. “Lalu. hijab pun dibuka.” Beliau melanjutkan, “Demi Allah’. Tidak ada sesuatu yang Allah berikan, yang lebih mereka senangi daripada —kesempatan untuk dapat— melihat kepada dzat-Nya. “

(HR.Tirmidzi no.2552, Abu Isa berkata, “Hadits ini disandarkan dan dinyatakan marfu’ oleh Hammad bin Salamah.” Sulaiman bin Al Mughirah dan Hammad bin Zaid meriwayatkan hadits ini dari Tsabit Al Bunani, dari Abdurrahman bin Abi Laila, dengan hadits yang sama. Shahih: Ibnu Majah (187); Muslim.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s