Surga dan Para Penghuninya (3/4)

Sungai-sungai di Surga

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَحْرَ الْمَاءِ وَبَحْرَ الْعَسَلِ وَبَحْرَ اللَّبَنِ وَبَحْرَ الْخَمْرِ ثُمَّ تُشَقَّقُ الْأَنْهَارُ بَعْدُ

2571. Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami, Yazid bin Harun menceritakan kepada kami, Al Jurairi mengabarkan kepada kami dari Hakim bin Muawiyah, dari ayahnya, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat lautan air, lautan madu, lautan air susu dan lautan arak, kemudian sungai-sungai itu dibelah (dialirkan) —setelah (penghuni surga memasukinya)—. “

(HR.Tirmidzi no.2571, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih” Hakim bin Muawiyah adalah ayah Bahz bin Hakim. Al Jurain dijuluki “Abu Mas’ud”, nama aslinya adalah Sa’id bin Iyas. Shahih: Al Misykah (5650-tahqiq kedua).

حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ بُرَيْدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ الْجَنَّةُ اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ اسْتَجَارَ مِنْ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ النَّارُ اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنْ النَّارِ

2572. Hannad mencentakan kepada kami, Abu Al Ahwash menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Buraid bin Abu Maryam, dari Anas bin Malik. la berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang meminta kepada Allah —agar masuk— surga sebanyak tiga kali, maka surga akan berkata, ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke dalam surga’. Siapa saja yang memohon perlindungan dari neraka sebanyak tiga kali, maka neraka akan berkata, ‘Ya Allah, lindungilah ia dari neraka ‘.”

(HR.Tirmidzi no.2572. Abu Isa berkata, “Seperti inilah Yunus bin Abu Ishaq meriwayatkan hadits ini dari Abu Ishaq, dari Buraid bin Abu Maryam, dari Anas, dari Nabi SAW… dengan hadits yang sama. Hadits ini telah diriwayatkan dari Abu Ishaq, dari Buraid bin Abu Maryam dan Anas bin Malik secara mauquf juga. Shahih: Al Misykah (2418-tahqiq kedua) dan At-Ta’liq Ar-Raghib (4/222).

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيْحَانُ وَجَيْحَانُ وَالْفُرَاتُ وَالنِّيلُ كُلٌّ مِنْ أَنْهَارِ الْجَنَّةِ.

1977- Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Sungai Saihan, sungai Jaihan, sungai Eufrat, dan sungai Nil semuanya itu adalah bagian dari sungai-sungai di surga.'” {Muslim 8/149}


 

Penghuni Surga yang Paling Sedikit adalah Perempuan

عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ: كَانَ لِمُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ امْرَأَتَانِ فَجَاءَ مِنْ عِنْدِ إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ الْأُخْرَى جِئْتَ مِنْ عِنْدِ فُلَانَةَ فَقَالَ جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فَحَدَّثَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِي الْجَنَّةِ النِّسَاءُ .

1979- Dari Abu Tayyah, dia berkata, “Mutharrif bin Abdullah mempunyai dua orang istri. Pada suatu ketika, salah seorang dari kedua istrinya itu datang kepadanya dan bertanya, ‘Apakah kamu baru datang dari rumah fulanah?’ Mutharrif menjawab, “Aku baru datang dari rumah Imran bin Hushain. Ia telah memberitahu kepadaku bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Sesungguhnya penghuni surga yang lebih sedikit itu adalah kaum perempuan.’ {Muslim 8/88}

Penghuni Surga dan Neraka serta Tanda Mereka ketika di Dunia

. عن حَارِثَةَ بْن وَهْبٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ قَالُوا بَلَى قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ.

1980- Dari Haritsah bin Wahab RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bertanya, “Maukah kalian aku beritahukan tentang penghuni surga?” Para sahabat menjawab, “Tentu kami mau ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Yaitu setiap orang yang lemah dan yang selalu diremehkan orang lain. Apabila ia bersumpah dengan nama Allah, maka akan dikabulkan sumpahnya itu.” Rasulullah SAW bertanya lagi, “Maukah kalian aku beritahukan tentang penghuni neraka?” Para sahabat menjawab, “Tentu kami mau ya Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda, “Yaitu setiap orang yang besar mulut dan rakus, bengis, serta sombong.” {Muslim 8/154}

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ.

1981- Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Berapa banyak orang yang berpenampilan kusut dan ditolak setiap kali mengetuk pintu, tetapi apabila ia bersumpah atas nama Allah, maka pasti sumpahnya akan dikabulkan.'” {Muslim 8/154}

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ الْمُجَاشِعِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَاتَ يَوْمٍ فِي خُطْبَتِهِ أَلَا إِنَّ رَبِّي أَمَرَنِي أَنْ أُعَلِّمَكُمْ مَا جَهِلْتُمْ مِمَّا عَلَّمَنِي يَوْمِي هَذَا كُلُّ مَالٍ نَحَلْتُهُ عَبْدًا حَلَالٌ وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا وَإِنَّ اللَّهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَقَالَ إِنَّمَا بَعَثْتُكَ لِأَبْتَلِيَكَ وَأَبْتَلِيَ بِكَ وَأَنْزَلْتُ عَلَيْكَ كِتَابًا لَا يَغْسِلُهُ الْمَاءُ تَقْرَؤُهُ نَائِمًا وَيَقْظَانَ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي أَنْ أُحَرِّقَ قُرَيْشًا فَقُلْتُ رَبِّ إِذًا يَثْلَغُوا رَأْسِي فَيَدَعُوهُ خُبْزَةً قَالَ اسْتَخْرِجْهُمْ كَمَا اسْتَخْرَجُوكَ وَاغْزُهُمْ نُغْزِكَ وَأَنْفِقْ فَسَنُنْفِقَ عَلَيْكَ وَابْعَثْ جَيْشًا نَبْعَثْ خَمْسَةً مِثْلَهُ وَقَاتِلْ بِمَنْ أَطَاعَكَ مَنْ عَصَاكَ قَالَ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلَاثَةٌ ذُو سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُتَصَدِّقٌ مُوَفَّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيفٌ مُتَعَفِّفٌ ذُو عِيَالٍ قَالَ وَأَهْلُ النَّارِ خَمْسَةٌ الضَّعِيفُ الَّذِي لَا زَبْرَ لَهُ الَّذِينَ هُمْ فِيكُمْ تَبَعًا لَا يَبْتَغُونَ أَهْلًا وَلَا مَالًا وَالْخَائِنُ الَّذِي لَا يَخْفَى لَهُ طَمَعٌ وَإِنْ دَقَّ إِلَّا خَانَهُ وَرَجُلٌ لَا يُصْبِحُ وَلَا يُمْسِي إِلَّا وَهُوَ يُخَادِعُكَ عَنْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ وَذَكَرَ الْبُخْلَ أَوْ الْكَذِبَ وَالشِّنْظِيرُ الْفَحَّاشُ.

1982- Dari Iyadh bin Himar Al Mujasyi’i RA, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah SAW berpidato: “Ketahuilah, sesungguhnya Tuhanku telah memerintahkanku untuk mengajarkan kepada kalian apa yang telah diajarkan kepadaku pada hari ini yang belum Kalian ketahui. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman, ‘Setiap harta yang Aku berikan kepada seseorang itu adalah halal. Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya berada pada jalan yang lurus. Setelah itu, syetan-syetan mendekati mereka untuk menyimpangkan mereka dari agamanya dan untuk mengharamkan apa yang telah Aku halalkan untuk mereka serta memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak aku beri kekuasaan.’ Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melihat para penghuni bumi. Setelah itu, Dia membenci mereka, orang Arab maupun selain Arab, kecuali sebagian Ahli Kitab. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Aku telah mengutusmu ya Muhammad hanya untuk mengujimu dan menguji umat manusia dengan diutusnya dirimu. Aku telah menurunkan untukmu sebuah kitab yang tidak terbasahi oleh air {terjaga} yang senantiasa kamu baca ketika waktu tidur dan waktu terjaga.” Sesungguhnya Allah telah memerintahkanku untuk membakar {memperingatkan} orang-orang kafir Quraisy. Lalu saya pun berkata, “Ya Allah, apabila aku membakar mereka, maka mereka akan memecah kepalaku dan meninggalkan kepalaku begitu saja seperti sekerat roti.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab, “Usirlah mereka sebagaimana mereka mengusirmu; perangilah mereka, niscaya Kami akan membelamu; berinfaklah, niscaya Kami akan memberimu; kerahkanlah pasukan, niscaya Kami akan mengerahkannya lima kali lipat dari itu; dan perangilah orang yang mendurhakaimu dengan bantuan orang-orang yang setia denganmu!” Rasulullah SAW bersabda, “Penghuni surga itu ada tiga golongan: 1}. Penguasa yang adil, bersedekah, dan berlaku jujur. 2}. Orang muslim yang menaruh belas kasihan dan lemah lembut kepada setiap kerabat dekat. 3}. Orang yang hidup dalam kekurangan harta benda dan banyak anaknya, akan tetapi ia selalu menjaga kesucian diri dari dosa. Sementara penghuni neraka itu ada lima golongan: 1}. Orang lemah yang tidak mempunyai amal kebajikan. 2}. Orang yang ikut-ikutan, tidak mau mencari nafkah, dan tidak peduli kepada keluarganya. 3}. Pengkhianat yang tidak ada hal-hal sekecil apapun melainkan ia akan berkhianat terhadapnya. 4}. Orang yang senantiasa berbuat makar untuk mengganggu keluarga dan harta orang lain. {Selain itu beliau juga menuturkan kekikiran dan kedustaan sebagai penyebab seseorang masuk neraka}. 5}. Orang yang bermulut kotor dan selalu berbuat keji. {Muslim 8/159}

Pintu Surga

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Telah bercerita kepada kami Sa’id bin Abu Maryam telah bercerita kepada kami Muhammad bin Mutharrif berkata telah bercerita kepadaku Abu Hazim dari Sahal bin Sa’ad radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di surga ada delapan pintu, diantaranya ada yang dinamakan pintu ar-Rayyan yang tidak akan memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”. (HR. Bukhari no.3017)

Kekalnya Ahli Surga dan Ahli Neraka

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ ثُمَّ يَطَّلِعُ عَلَيْهِمْ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ أَلَا يَتْبَعُ كُلُّ إِنْسَانٍ مَا كَانُوا يَعْبُدُونَهُ فَيُمَثَّلُ لِصَاحِبِ الصَّلِيبِ صَلِيبُهُ وَلِصَاحِبِ التَّصَاوِيرِ تَصَاوِيرُهُ وَلِصَاحِبِ النَّارِ نَارُهُ فَيَتْبَعُونَ مَا كَانُوا يَعْبُدُونَ وَيَبْقَى الْمُسْلِمُونَ فَيَطَّلِعُ عَلَيْهِمْ رَبُّ الْعَالَمِينَ فَيَقُولُ أَلَا تَتَّبِعُونَ النَّاسَ فَيَقُولُونَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ اللَّهُ رَبُّنَا هَذَا مَكَانُنَا حَتَّى نَرَى رَبَّنَا وَهُوَ يَأْمُرُهُمْ وَيُثَبِّتُهُمْ ثُمَّ يَتَوَارَى ثُمَّ يَطَّلِعُ فَيَقُولُ أَلَا تَتَّبِعُونَ النَّاسَ فَيَقُولُونَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْكَ اللَّهُ رَبُّنَا وَهَذَا مَكَانُنَا حَتَّى نَرَى رَبَّنَا وَهُوَ يَأْمُرُهُمْ وَيُثَبِّتُهُمْ قَالُوا وَهَلْ نَرَاهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَهَلْ تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ قَالُوا لَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّكُمْ لَا تُضَارُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ تِلْكَ السَّاعَةَ ثُمَّ يَتَوَارَى ثُمَّ يَطَّلِعُ فَيُعَرِّفُهُمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَقُولُ أَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّبِعُونِي فَيَقُومُ الْمُسْلِمُونَ وَيُوضَعُ الصِّرَاطُ فَيَمُرُّونَ عَلَيْهِ مِثْلَ جِيَادِ الْخَيْلِ وَالرِّكَابِ وَقَوْلُهُمْ عَلَيْهِ سَلِّمْ سَلِّمْ وَيَبْقَى أَهْلُ النَّارِ فَيُطْرَحُ مِنْهُمْ فِيهَا فَوْجٌ ثُمَّ يُقَالُ هَلْ امْتَلَأْتِ فَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ ثُمَّ يُطْرَحُ فِيهَا فَوْجٌ فَيُقَالُ هَلْ امْتَلَأْتِ فَتَقُولُ هَلْ مِنْ مَزِيدٍ حَتَّى إِذَا أُوعِبُوا فِيهَا وَضَعَ الرَّحْمَنُ قَدَمَهُ فِيهَا وَأَزْوَى بَعْضَهَا إِلَى بَعْضٍ ثُمَّ قَالَ قَطْ قَالَتْ قَطْ قَطْ فَإِذَا أَدْخَلَ اللَّهُ أَهْلَ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ وَأَهْلَ النَّارِ النَّارَ قَالَ أُتِيَ بِالْمَوْتِ مُلَبَّبًا فَيُوقَفُ عَلَى السُّورِ بَيْنَ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَطَّلِعُونَ خَائِفِينَ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ النَّارِ فَيَطَّلِعُونَ مُسْتَبْشِرِينَ يَرْجُونَ الشَّفَاعَةَ فَيُقَالُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ وَأَهْلِ النَّارِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا فَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ قَدْ عَرَفْنَاهُ هُوَ الْمَوْتُ الَّذِي وُكِّلَ بِنَا فَيُضْجَعُ فَيُذْبَحُ ذَبْحًا عَلَى السُّورِ الَّذِي بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يُقَالُ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ لَا مَوْتَ وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ لَا مَوْتَ

2557. Qutaibah menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami dari Al Ala bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Allah akan mengumpulkan manusia di hari Kiamat pada satu tanah lapang, kemudian Rabb pemilik semesta alam muncul di hadapan mereka. Allah kemudian berfirman, ‘Bukankah setiap manusia itu mengikuti apa yang disembahnya? ‘ Lalu dibuatkan salib bagi orang yang menyembahnya, dibuatkan gambar bagi orang yang menyembah gambar, dibuatkan api bagi orang yang menyembah api. Mereka semua mengikuti apa yang mereka sembah. Kemudian tinggal kaum muslimin, Rabb pemilik semesta alam muncul di hadapan mereka. Allah berfirman, ‘Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami sehingga kami dapat melihat Rabb kami’. Allah lalu memerintahkan kepada mereka dan memperteguh (hati) mereka. Dia berbalik dan muncul kembali. Dia berfirman, ‘Tidakkah kalian mengikuti orang-orang itu?’ Mereka menjawab, ‘Kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu, kami berlindung kepada Allah dari (adzab)-Mu. Allah-lah Tuhan kami. Inilah tempat kami hingga kami dapat melihat Rabb kami’. Dia lalu memerintahkan mereka dan memperteguh (hati) mereka.” Mereka (para sahabat) bertanya, ‘Apakah kami dapat melihat-Nya, wahai Rasulullah?” Beliau bertanya, “Apakah kalian terhalangi dalam melihat bulan di malam bulan purnama?” Mereka menjawab, “Tidak, wahai Rasulullah!” Beliau bersabda, “Sesungguhnya kalian tidak akan terhalangi dalam melihat-Nya pada saat itu. Allah lalu berbalik, kemudian muncul kembali dan memperkenalkan diri-Nya kepada mereka. Allah berfirman. ‘Aku adalah Tahan kalian, ikutilah Aku!’ Kaum muslimin pun berdin dan jembatan shiraihal mustaqim pun diletakkan. Mereka ikaum mushmini dapat melewatinya seperti larinya seekor kuda yang bagus (sehatj dan seperti penunggang kuda (yang mahir). Ucapan yang mereka katakan kepada Allah adalah, ‘Selamatkanlah (kami), selamatkanlah (kami)’. Kemudian yang tersisa adalah ahli neraka. Mereka dihantam oleh gelombang ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, ‘Apakah kamu telah penuh?’ Neraka menjawab, ‘Apakah masih ada lagi?’ Lalu, mereka kembali dihantam gelombang hingga masuk ke neraka. Kemudian dikatakan kepada neraka, ‘Apakah kamu telah penuh?’ Nereka menjawab, ‘Apakah masih ada lagi? ‘ Hingga akhirnya mereka semua dimasukkan ke dalam neraka. Ar-Rahman (Allah) lalu meletakkan kaki-Nya ke dalam neraka. Sebagian dari mereka berkumpul dengan sebagian yang lain. Allah bertanya, Apakah sudah cukup?’ Neraka menjawab, ‘Cukup, cukup’. Setelah Allah memasukkan ahli surga ke dalam surga dan ahli neraka ke dalam neraka, dikatakan kepada mereka, ‘Wahai ahli surgal’ Ahli surga lalu terlihat takut. Lalu, dikatakan kepada ahli neraka, ‘Wahai ahli nerakal’ Mereka terlihat gembira dan senang, karena mereka mengharapkan syafaat. Lalu, dikatakan kepada ahli surga dan ahli neraka, ‘Apakah kalian mengetahui apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Kami telah mengetahuinya, itu adalah kematian yang ditugaskan menjemput kami’. Lalu, kematian itu dibaringkan, dan setelah itu disembelih di atas pagar pembatas antara surga dan neraka. Lalu dikatakan, ‘Wahai ahli surga, kalian kekal abadi dan tidak akan ada kematian! Wahai ahli neraka, kalian kekal abadi di neraka dan tidak ada kematian'”

(HR.Tirmidzi no.2557, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Banyak riwayat yang diambil dari Rasulullah seperti ini, dimana di dalamnya disebutkan persoalan tentang melihat Allah. Manusia akan melihat Tuhan mereka. Disebutkan pula tentang persoalan kekekalan ahli surga dan neraka, serta persoalan-persoalan yang serupa dengannya. Ada beberapa ulama yang berpendapat seperti ini. seperti: Sufyan Ats-Tsauri, Malik bin Anas, Ibnul Mubarak, Ibnu Uyainah. Waki’ dan yang lainnya. Mereka meriwayatkan hadits-hadits seperti ini, kemudian mereka berkata, “Hadits ini diriwayatkan dar. kami mempercayainya. Tidak ada yang mengatakan, ‘Bagaimana bentuknya (caranya)?'” Pendapat inilah yang dipilih oleh ahlul hadis. yaitu hal-hal seperti ini diriwayatkan sebagaimana disampaikan oleh Rasulullah. Lalu, hadits-hadits ini diyakini kebenarannya tanpa penafsiran dan penggambaran. Tidak pula ditanyakan “bagaimana bentuknya (caranya)?” Pendapat ini juga dipilih oleh ulama, dan mereka berpendapat seperti itu. Makna lafazh dalam hadits “mengenalkan diri-Nya kepada mereka” adalah menampakkan diri-Nya kepada mereka. Shahih: Takhrij Ath-Thahawiyah (576); Muttafaq alaih, dengan hadits yang sama, namun lebih ringkas.)

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ فُضَيْلِ بْنِ مَرْزُوقٍ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ يَرْفَعُهُ قَالَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ أُتِيَ بِالْمَوْتِ كَالْكَبْشِ الْأَمْلَحِ فَيُوقَفُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُذْبَحُ وَهُمْ يَنْظُرُونَ فَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ فَرَحًا لَمَاتَ أَهْلُ الْجَنَّةِ وَلَوْ أَنَّ أَحَدًا مَاتَ حُزْنًا لَمَاتَ أَهْلُ النَّارِ

2558. Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami dari Fudhail bin Marzuq, dari Athiyah, dari Abu Sa’id, ia me-marfu ‘-kanya, Rasulullah bersabda, “Jika hari Kiamat datang, maka kematian didatangkan seperti kambing kibas yang lebih banyak bulu putihnya dari pada hitamnya. Kematian itu diletakkan di antara surga dan neraka, lalu disembelih. Mereka melihat itu semua. Seandainya seseorang meninggal dunia dalam keadaan gembira, maka ahli surga berarti ada yang meninggal dunia (orang itu adalah ahli surga). Seandainya ada seseorang meninggal dunia dalam keadaan sedih, maka ahli neraka berarti ada yang meninggal dunia (orang itu adalah ahli neraka).”

(HR.Tirmidzi no.2558, Abu Isa berkata, “Hadits hasan shahih.”. Shahih: Tanpa kalimat “Jika salah seorang”, Adh-Dha’ifah (2669), Muttafaq alaih.)

. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا صَارَ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلَى الْجَنَّةِ وَصَارَ أَهْلُ النَّارِ إِلَى النَّارِ أُتِيَ بِالْمَوْتِ حَتَّى يُجْعَلَ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يُذْبَحُ ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ لَا مَوْتَ وَيَا أَهْلَ النَّارِ لَا مَوْتَ فَيَزْدَادُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَرَحًا إِلَى فَرَحِهِمْ وَيَزْدَادُ أَهْلُ النَّارِ حُزْنًا إِلَى حُزْنِهِمْ.

1983- Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW telah bersabda, “Apabila penghuni surga telah berada di dalam surga dan penghuni neraka telah berada di dalam neraka, dan kematian telah menghampiri mereka sehingga mendekati surga dan neraka, lalu mereka dibangkitkan.” Tak lama kemudian, seorang malaikat berseru, “Hai penghuni surga, tidak ada lagi kematian. Hai penghuni neraka, tidaka ada lagi kematian.” Akhirnya para penghuni surga semakin menjadi senang dan para penghuni neraka semakin menjadi sedih karenanya. {Muslim 8/153}

Jalan Menuju Surga Dipenuhi dengan Sesuatu yang Tidak Disukai, Sedangkan Jalan Menuju Neraka Dipenuhi dengan Syahwat (Kenikmatan Syahwat)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ حُمَيْدٍ وَثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

2559. Abdullah bin Abdurrahman menceritakan kepada kami, Amru bin Ashim mengabarkan kepada kami, Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami dari Humaid dan Tsabit, dari Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “—Jalan menuju— surga itu dipenuhi dengan hal-hal yang tidak disukai, sedangkan —jalan menuju— neraka dipenuhi dengan berbagai kenikmatan syahwani. “

(HR.Tirmidzi no.2559, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan gharib, namun dari jalur periwayatan seperti ini adalah shahih.”. Shahih: Muslim (8/142-143).)

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ أَرْسَلَ جِبْرِيلَ إِلَى الْجَنَّةِ فَقَالَ انْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَجَاءَهَا وَنَظَرَ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَرَجَعَ إِلَيْهِ قَالَ فَوَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَانْظُرْ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا قَالَ فَرَجَعَ إِلَيْهَا فَإِذَا هِيَ قَدْ حُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خِفْتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ قَالَ اذْهَبْ إِلَى النَّارِ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ بَعْضُهَا بَعْضًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ فَيَدْخُلَهَا فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ فَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهَا فَرَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ وَعِزَّتِكَ لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا

2560. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amr. Abu Salamah menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dan Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Ketika Allah menciptakan surga dan neraka. Dia mengutus Jibril ke surga. Allah berfirman kepadanya. ‘Lihatlah surga dan lihatlah apa yang telah dipersiapkan bagi para penghuninya!'” Beliau melanjutkan, “Jibril pun mendatangi surga dan melihatnya, dan melihat apa yang telah Allah persiapkan bagi para penghuninya. ” Beliau melanjutkan, “Jibril lalu kembali kepada-Nya, ia berkata, ‘Demi keagungan-Mu, tidaklah seseorang mendengar tentang surga melainkan ia sangat ingin memasukinya’. Allah lalu memerintahkan kepada surga untuk memenuhi jalan menuju kepadanya dengan hal-hal yang tidak disukai (dibenci). Allah berfirman, ‘Kembalilah ke surga, lihatlah apa yang telah Aku persiapkan bagi para penghuninya!'” Beliau melanjutkan, “Jibrilpun kembali ke surga, ternyata surga sudah dipenuhi dengan hal-hal yang tidak disukai untuk dapat sampai kepadanya (ke surga). Jibril lalu kembali kepada Allah. Jibril berkata, ‘Demi keagungan-Mu, aku khawatir tidak seorang pun dapat memasuki surga’. Allah berfirman, ‘Pergilah kamu ke neraka! Perhatikanlah neraka dan apa-apa yang telah aku persiapkan bagi para penghuninya’. Ternyata sebagian mereka (ahli neraka) menaiki sebagian yang lain. Jibril lalu kembali kepada Allah, ia berkata, ‘Demi keagungan-Mu. tidak ada seorang pun yang mendengar tentang neraka lalu ia ingin memasukinya’. Allah lalu memerintahkan kepada neraka untuk memenuhi jalan menuju kepadanya (ke neraka) dengan kenikmatan-kenikmatan syahwani. Allah lalu berfirman kepada Jibril. ‘Kembalilah ke neraka’.’ Jibril pun kembali ke neraka. Ia lalu berkata, Demi keagungan-Mu. aku khawatir tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari neraka. melainkan mereka semua akan masuk ke dalamnya.

(HR.Tirmidzi no.2560. Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih.”. Hasan shahih: Takhrij At-Tankil (2/177))

Perdebatan Surga dan Neraka

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَّتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَقَالَتْ الْجَنَّةُ يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْمَسَاكِينُ وَقَالَتْ النَّارُ يَدْخُلُنِي الْجَبَّارُونَ وَالْمُتَكَبِّرُونَ فَقَالَ لِلنَّارِ أَنْتِ عَذَابِي أَنْتَقِمُ بِكِ مِمَّنْ شِئْتُ وَقَالَ لِلْجَنَّةِ أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ شِئْتُ

2561. Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Surga dan neraka saling berdebat. Surga berkata, ‘Orang-orang lemah dan miskinlah yang banyak masuk ke tempatku’. Neraka pun berkata, ‘Orang-orang yang angkuh dan sombonglah yang masuk ke tempatku’. Allah lalu berfirman kepada neraka, ‘Kamu adalah adzab-Ku, denganmu Aku membalas dendam (memberikan adzab) untuk siapa saja yang Aku kehendaki’. Kemudian, Allah berfirman kepada surga, ‘Kamu adalah rahmat-Ku, denganmu Aku memberikan rahmat kepada siapa saja yang Aku kehendaki’. ”

(HR.Tirmidzi no.2561, Abu Isa berkata, “Hadits ini hasan shahih.”. Hasan Shahih: Zhilal Al-Jannah (528); Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s