Surga dan Para Penghuninya (4/4)

Diantara Calon-calon Penghuni Surga

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ مِنْ الْكِبْرِ وَالْغُلُولِ وَالدَّيْنِ

“Barangsiapa berpisah ruh dari jasadnya (mati) dalam keadaan terbebas dari tiga perkara, maka ia (dijamin) masuk surga. Yaitu kesombongan, ghulul (korupsi) dan hutang”. (HR Ahmad, no. 21291; at Tirmidzi, no.1572)

 

Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa seorang Arab Badui menghadang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perjalanannya, lalu berkata,

أَخْبِرْنِي مَا يُقَرِّبُنِى مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ: تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Ceritakanlah kepadaku hal-hal yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka,” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Sembahlah Allah dan janganlah engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah shalat,

Shahih, di dalam kitab At-Targhib (743), (Bukhari, 24-Kitab Az-Zakat, 1- Bab Wujubuz-Zakat, Muslim, Kitab Al Iman, hadits 12).

 

Dari Uqbah bin Amr, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ وَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ

“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan lalu dia bersabar menghadapi (kematian) mereka dan memberi sandang kepada mereka dari kekayaannya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (294, 1027). (Ibnu Majah, 33-Kitab Al Adab, 3- Bab Birrul Walidaini wal lhsanu Lil-Banati, hadits 3669).

 

Dari Ibnu Abbas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُدْرِكهُ ُابَنَتَانِ فِيُحْسِنُ صُحْبَتَهُمَا إِلاَّ أُدْخَلَتَاهُ الْجّنَّةَ

“Tidak ada seorang muslim yang diberikan (dalam hidupnya) dua anak perempuan, lalu dia memperlakukannya dengan baik kepada keduanya, kecuali kedua anak perempuan tersebut akan memasukkannya ke surga.”

Hasan Lighairihi, di dalam kitab Ash-Shahihah (2776), At-Ta’liqur-Raghib (3/83) (hadits tersebut tidak tercantum dalam Kutubus-Sittah).

Seperti itu ucapannya! kenyataannya hadits ini ada di Sunan Ibnu Majah (3670). Sekelompok ulama telah menisbatkan hadits tersebut kepada Ibnu Majah, diantara mereka adalah Al Mundziri

 

 

 

Dari Jabir Ibnu Abdullah, dia menceritakan kepada mereka seraya berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبّتَّةَ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَعْضِ الْقَوْمِ: وَثْنَتَيْنِ يَا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: وَثْنَتَيْنِ

“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan, memberikan tempat berlindung kepada mereka, mencukupi kebutuhan mereka, dan menyayangi mereka, maka wajib baginya surga.’ Lalu seseorang di antara sebagian kaum itu berkata, ‘Juga dua anak perempuan, wahai Rasulullah?’ Rasulullah menjawab, ‘Juga dua anak perempuan.”‘

Hasan, di dalam kitab At-Ta’liqu Ar-Raghibu (3/85), Ash-Shahihah (294,2492).

 

Dari Sahal bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَابَةُ وَالْوُسْطَى

“Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini.” Nabi berkata sambil mengisyaratkan dua jarinya, yaitu telunjuk dan jari tengah.

Shahih, di dalam kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (800) Bukhari, Kitab Al Adah, 24- Bab Fadhlu Man Ya’ulu Yatiman)

 

Dari Abu Barazah Al Aslami berkata,

قلت: يا رسول الله دلنى على عمل يدخلنى الجنة قال أمط الأذى عن طريق الناس

“Saya berkata, ‘Wahai Rasulullah! Tunjukanlah kepada saya suatu perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga Nabi menjawab, “Singkirkan bahaya dari jalan manusia.”

Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1558). (Muslim, 45-Kitab Al Birru was-Shilatu wal Adah, 36- Bab Fadhlu Izalatil Adza Anit-Thariqi, hadits 131).

 

Dari Abdullah lbnu Mas’ud, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عليكم بالصدق فإن الصدق يهدى إلى البر وإن البر يهدى إلى الجنة وإن الرجل يصدق حتى يكتب عند الله صديقا وإياكم والكذب فان الكذب يهدى إلى الفجور والفجور يهدى إلى النار وإن الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا

“Selayaknya bagi kamu untuk berlaku jujur, karena kejujuran mengantarkan kepada kebaikan, sedangkan kebaikan menghantarkan ke surga. Sesungguhnya, seseorang jika berlaku jujur akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hindarilah berlaku dusta, karena dusta mengantarkan kepada kejahatan, sedangkan kejahatan mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang jika berlaku dusta akan ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.”

Shahih, di dalam kitab Adh-Dha’ifah (6323). Bukhari, 78-Kitab Al Adab, 69- Bab Qaulullahu Ta’ala (Yaa Ayyuhal ladzina Aamanut-Taqullaha wa Kuunuu Ma’ash-Shadiqiin). Muslim, 45- Kitab Al Birru wash-Shilatu wal Adab, hadits 103,104,105].

 

Marwan bin Mu’awiyah yang menuturkan: “Yazid bin Kaisan memberi hadits kepada kami, dari Abu Hazim dari Abu Hurairah yang meceritakan: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Siapa hari ini yang berpuasa?” Abu Bakar menjawab: “Saya.”  Nabi bertanya, “Siapa yang hari ini sudah menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjwab,  “Saya.” Nabi bertanya, “Siapa yang hari ini menyaksikan pemakaman jenazah?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Marwan melanjutkan: “Kemudian saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

–  مَاجْتَمَعَ هٰذِهِ الْخِصَالُ فِى رَجُلٍ فِى يَوْمٍ لاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ .

 “Jika perbuatan-perbuatan ini ada di dalam diri seseorang pada satu hari ia pasti akan masuk surga.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab Shahih-nya (7/100). Imam Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufarrad (Hadits no. 15( dan Ibnu Asakir di dalam Tarikh-nya (juz 9/288/1)

 

Tanda-tanda Husnul Khatimah

  1. Mengucapkan syahadat ketiha hendak meninggal dunia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah Laa Ilaaha Illallah maka ia akan masuk Surga”. (HR.Hakim)

 

  1. Meninggal dengan mengeluarkan keringat di dahi

Buraidah bin Hushaib Radhiallahu ‘Anhu menceritakan: bahsanya dia sedang berada di Khurasan, kemudian dia sedang menjanguk saudaranya yang sedang sakit, dan dia mendapatinya telah meninggal dunia dengan keringat di dahinya, maka dia berkata, ‘Allahu Akbar, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Meninggalnya seorang mukmin itu dengan keringat di dahinya”. (HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

 

  1. Meninggal pada malam Jum’at atau pada siang harinya

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah kubur”. (HR.Ahmad dan Tirmidzi)

 

  1. Syahid di medan perang

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang mati syahid mempunyai enam keutamaan di sisi Allah: diampuni dosanya sejak tetesan darah yang pertama, dia dapat melihat tempat duduknya di Surga, diselamatkan dari adzab kubur, diberi rasa aman dari goncangan yang besar, dihiasi dengan perhiasan iman dan dinikahkan dengan bidadari, dia dapat memberikan syafaat (dengan izin Allah) kepada 70 orang dari kerabatnya”. (HR.Tirmidzi dan Ahmad)

 

Namun mati syahid inipun diharapkan bagi orang-orang yang memohon dengan ikhlas dari hatinya untuk mati syahid walaupun Allah belum memberikan kepadanya mati syahid, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa memohon kepada Allah mati syahid dengan jujur, maka Allah akan menyampaikannya pada kedudukan syuhada, walaupun dia mati di atas tempat tidurnya”. (HR.Muslim dan Baihaqi)

 

  1. Meninggal dunia dalam sutiasi perang di jalan Allah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang keluar di jalan Allah, kemudian dia mati atau terbunuh, maka dia syahid atau dijatuhkan oleh kudanya atau untanya atau tersengat oleh binatang beracun atau di atas tempat tidurnya dengan sebab apapun yang Allah kehendari, maka sesungguuhnya dia adalah syahid, dan balasan baginya adalah Surga”. (HR.Abu Dawud, Hakim, dan Baihaqi)

 

  1. Meninggal dunia karena penyakit tha’un (pes) dan penyakit perut

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dapatkah kalian menyebutkan (kriteria) orang yang mati syahid diantara kalian?”. Para sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, orang yang  terbunuh di jalan Allah, maka dia adalah syahid”. Beliau bersabda: “Kalau begitu, sesungguhnya syuhada di kalangan umatku sangatlah sedikit”. Para sahabat bertanya: “Lalu siapakah mereka?”. Beliau menjawab: “Orang yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid, orang yang mati di jalan Allah maka dia syahid, orang yang meninggal karena tho’un maka dia syahid, orang yang meninggal karena penyakit perut maka dia syahid, dan orang yang tenggelam maka dia syahid”. (HR.Muslim dan Ahmad dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu)

 

  1. Meninggal karena tenggelam dan tertimpa reruntuhan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Para syuhada itu terdiri dari lima kelompok: orang yang meninggal karena penyakit tho’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang meninggal karena tenggelam, orang yang tertimpa reruntuhan, dan orang yang mati syahid di jalan Allah”. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ahmad)

 

  1. Wanita yang meninggal ketika mengandung atau melahirkan atau pada saat nifas

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Terbunuhnya seorang muslim adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit tho’un adalah syahid, wanita yang meninggal karena anaknya yang masih dalam kandungan adalah syahid (anaknya akan menarik ibunya dengan tali pusarnya menuju Surga) (HR. Ahmad)

 

  1. Meninggal karena terbakar atau terkena tumor di rusuk

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “…orang yang meninggal karena terserang tumor di rusuknya adalah syahid, orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakar adalah syahid, orang “yang mati karena tertimpa reruntuhan adalah syahid, dan wanita yang meninggal dalam keadaan mengandung adalah syahid”. (HR.Malik, Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Hakim dan Ahmad)

 

  1. Meninggal dunia karena penyakit TBC

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Terbunuh di jalan Allah adalah syahid, wanita yang meninggal karena nifas adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakar adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit TBC adalah syahid, dan orang yang meninggal karena penyakit perut adalah syahid”. (HR.Thabrani, dihasankan oleh al Mundziri)

  1. Meninggal dunia karena mempertahankan harta yang hendak dirampas

Dari Mukhariq Radhiallahu ‘Anhu ia berkata: “Seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata: ‘(Apabila) Seseorang mendatangiku dan hendak mengambil hartaku (bagaimana pendapatmu)? Beliau menjawab: “Ingatkan dia akan Allah”. Dia berkata: ‘(Bagaumana) Jika dia tidak mangingatNya? Beliau menjawab: “Mintalah pertolongan pada kaum muslimin di sekitarmu”. Dia berkata: ‘(Bagaimana) Jika disekitarku tidak ada kaum muslimin?’. Beliau menjawab: “Mintalah pertolongan pada penguasa”. Dia berkata: ‘(Bagaimana) jika penguasa jauh dariku? (sedangkan dia bersegera membunuhku). Beliau menjawab: “Perangilah ia demi mempertahankan hartamu sehingga engkau menjadi syuhada di akhirat atau engkau tetap mempertahankan hartamu”. (HR.Nasai dan Ahmad)

 

Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu menceritakan: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika datang seseorang ingin mengambil hartaku (dengan paksa)?. Beliau menjawab: “Jangan engkau memberikan hartamu kepadanya”. Ia berkata: ‘(Bagaimana) jika ia menyerangku?’. Beliau menjawab: “Seranglah dia”. Ia berkata: ‘Bagaimana jika ia membunuhku?’. Beliau menjawab: “Maka engkau adalah syahid”. Dia berkata: ‘(Bagaimana) jika aku yang membunuhnya’. Beliau menjawab: “Dia berada di Neraka”. (HR. Muslim, Nasai, dan Ahmad)

 

  1. Meninggal dunia dalam mempertahankan agama dan jiwa (nyawa)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya adalah syahid, orang yang terbunuh karena membela keluarganya adalah syahid, orang yang terbunuh karena mempertahankan agamanya adalah syahid, dan orang yang terbunuh karena mempertahankan darahnya adalah syahid”. (HR.Abu Dawud, Nasai, Tirmidzi dan Ahmad)

 

  1. Meninggal karena berperang di jalan Allah

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Berperang (di jalan Allah) sehari semalam lebih baik dari puasa sebulan dan qiyamul lailnya. Jika dia meninggal (pahala) amal yang pernah dilakukannya akan terus mengalur kepadanya, rizkinyapun akan terus mengalir kepadanya dan ia akan diberikan rasa aman dari berbagai fitnah”. (HR.Muslim, Nasai, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)

 

  1. Meninggal dalam keadaan beramal shalih

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah karena mengharapkan ridho Allah, lalu hidupnya akan diakhiri dengannya, maka dia akan masuk Surga. Barangsiapa yang puasa satu hari karena mengharap ridho Allah, lalu hidupnya diakhiri dengannya, maka dia akan masuk Surga. Dan barangsiapa yang bersedekah dengan mengharap ridho Allah, lalu sedekah itu menjadikan sebagai penutup hidupnya dengannya, maka dia akan masuk Surga”. (HR.Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s