Serigala Tidak Kenal Setia

SAUDARIKU,

Serigala Tidak Kenal Setia

disusun oleh : Abdillah ibnu Syamsi as-Salafi

“Ibu adalah sekolah bagi anak-anak, bila engkau persiapkan, berarti engkau telah mempersiapkan bangsa yang baik akhlaknya.”

Tetapi sekarang banyak wanita yang tidak mengenal kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya sehingga menjadi wanita yang tidak bermartabat dan murahan. Mereka menjajakan harga diri dan kesucian di jalan-jalan tanpa ada perasaan malu, sehingga menjadi mangsa serigala-serigala yang berbadan manusia.

Namun anehnya jika serigala berhasil memangsanya baru mereka berteriak-teriak minta tolong bahwa dia telah kecurian. Padahal kalau sejak pertama dia tegas dan sigap ia pun selamat dari sasaran empuk mengsa serigala itu.

Wahai wanita, jika engkau penuhi panggilan Rabb-mu sebagaimana firman Allah  :

“Maka janganlah kamu tunduk[1] dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[2] dan ucapkanlah perkataan yang baik. Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu[3] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu[4] dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait[5] dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Al-Ahzab [33] : 32-33)

[1]        Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.

[2]        Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah: orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.

[3]        Maksudnya: isteri-isteri Rasul  agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. perintah Ini juga meliputi segenap mukminat.

[4]        Yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum nabi Muhammad   dan yang dimaksud Jahiliyah sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya Islam.

[5]        Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah

Dan ingatlah wahai wanita, bahwa sesungguhnya penghuni neraka paling banyak adalah dari golonganmu.

Bacalah tulisan ini dengan seksama, janganlah engkau lewatkan dan renungkanlah isinya agar kalian tidak menyesal untul selama-lamanya baik di dunia dan akhirat.

Dari lelaki yang sudah kenyang dengan pengalaman hidup, yang telah merasakan berbagai corak kehidupan, dari mulai yang harum, sampai yang busuk. Nasihat dari seseorang yang menginginkan kebaikan & keluhuran derajat untukmu. Renungkanlah, rasakanlah bahwa ada anak panah yang siap menembus kesucian dirimu, perangkap yang siap menjeratmu, ada pasukan berani mati yang siap mencabik-cabik baju kehormatanmu, & telah ada serigala yang siap memangsamu. Hati yang penuh belas kasih sudah mulai kering dan membatu, mata yang penuh air mata sudah mulai kering, adanya perbedaan yang sangat jauh antara isi hati dengan ungkapan wajah, & nama-nama yang indah penuh dengan kedustaan. Kebrutalan & kekejian dianggap simbol keperkasaan, kehebatan dalam pacaran & gonta-ganti pasangan dianggap sebagai suatu kebebasan, keboborokan moral dianggap sebagai kreasi seni, riba dianggap faedah, minuman keras dianggap sebagai minuman penyegar, &  kebebasan dinyatakan sebagai peradaban modern.

Saudariku, semua itu mereka lakukan agar bisa menikmati keindahan tubuhmu yang suci dan tubuhmu yang bersih, merek a selalu siap siaga untuk memangsamu. Mereka tulis kebodohan untuk menipu keilmuanmu, mereka campur adukan antara kepastian dengan kerancuan antara obat dengan racun, jalan yang terang dengan jalan kesesatan, dengan baju nasehat & ajakan. Mereka berkulit domba tetapi berhati serigala.

Mereka ingin mengajakmu tanpa petunjuk dan ajaran hingga hidupmu menjadi berantakan. Mereka ayunkan langkah pertamanya padamu & mengajakmu agar kau lanjutkan perjalananmu sendiri. Jika bukan karena kelunakan & kerelaanmu tidak akan mungkin mereka berani mendekatimu & bisa mengotori kesucianmu. Engkau sendiri yang membuka pintu kesempatan untuk mereka pada saat mereka mengetuknya, namun pada saat mereka menyambar dirimu, engkau berteriak minta tolong. Kalaulah engkau menjaga pintu itu, mereka melihatmu bersikap tegas & terus berpaling, maka tiada seorangpun dari serigala itu yang berani mendekati pagar yang kokoh itu. Mereka menganggapmu sebagai seseorang yang mudah menyambut gayung cinta, membalas romantis & getaran rasa rindu. Mereka beranggapan bahwa hidup tanpa cinta akan pupus dan kurang mesra, sehingga mereka sangat bersemangat mencari pasangan cinta dengan mengatakan: “Tidak mungkin seorang pemuda bisa hidup mulia melainkan mempunyai teman wanita yang penuh dengan lembaran cinta.” Padahal Allah berfirman seperti pada ayat 32-33 surat Al-Ahzab di atas.

Kalau begitu, cinta macam apa yang mereka anggap, & kemuliaan model apa yang mereka tawarkan, maka Allah  berfirman:

“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka Berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar[1]. mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (Al-Munafiqun [63] : 4)

[1]        Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi Sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.

Wahai saudariku, janganlah engkau percaya bahwa serigala itu hanya mangajakmu sekedar bicara, apa mungkin cukup hanya sekedar bicara? Tidak! Mereka akan menuntut jawaban dari pembicaraan itu & apakah cukup hany sekedar itu? Jelas tidak! Dia menuntut agar bisa memandang, lalu memeluk, kemudian… & kemudian……

Tidaklah perkataan cinta antara teman gaul melainkan hanya sekedar nafsu yang tertahan & keinginan yang tidak mungkin tersalur, dan selain itu hanya kesesatan, kedustaan, & penipuan. Maka obrolan cinta antara remaja putra & putri merupakan kesesatan yang tidak laris kecuali dikalangan orang-orang gila, anak-anak ingusan & orang-orang yang tidak punya rasa cemburu yang senang dengan keburukan.

Janganlah engkau dengarkan lantunan syair & pantun indah yang penuh dengan kedustaan, ungkapan menarik & cerita yang mengikat kalbu serta khayalan yang memukau perasaan. Itu hanya merupakan cara pelampiasan dalam bercinta yang sudah kehabisan pintu & cara untuk memenuhi keinginan seksual yang terlaknat. Hubungan cinta kaum remaja hanya sekedar kelaparan seksual

“Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat(berduaan) dengan wanita kecuali setan menjadi pihak yang ketiga.”

(H.R Bukhari No.2533)

Wahai saudariku, ini adalah kenyataan & kebenaran yang hakiki, pada akhirnya yang menjadi korban adalah engkau. Seorang pemuda datang kepada remaja putri dengan seribu rayuan palsu, lalu sang remaja putri terlena dipelukannya hingga terjadilah hubungan terkutuk, kemudian pemuda itu pergi dengan tanpa beban atau mungkin bertaubat & apabila sang pemuda tadi ingin menikah pasti akan memilih wanita selain wanita yang telah dirusak masa depannya & dia pasti cuci tangan darinya / menyatakan bahwa ia tidak akan menikah dengan wanita yang telah kotor & tidak suci lagi.

Manakah janji setia yang dulu dia ucapkan? Manakah cinta yang tulus yang dulu dia ikrarkan? Semua itu rayuan palsu dan janji dusta. Di antara remaja merasa hatinya berbunga-bunga & khayalan terbang ke angkasa merindukan kelembutan cinta dan kemesraan serta romantika hidup dari sang serigala, tetapi setelah menghisap madu & bunganya layu lalu dicampakkan begitu saja. Remaja wanita itu berkata: “Jikalau aku diminta menulis ungkapan untuk mengenang cinta lama setelah patah hati, maka aku tidak akan bisa menulis bahasa cinta walaupun di atas secarik kertas & tidak satu huruf janji palsunya, ikrar dustanya & cintanya yang penuh dengan kemunafikan tidak layak untuk dikenang / dirayakan. Engkau telah mencampakkan diriku seakan bara api aku dekap di dadaku, di dalam kandunganku ada janin yang terasa pahit, hidup dengan trauma masa depan & penuh ketidakpastian. Engkau lari dariku agar kamu tidak merasakan kesengsaraan yang aku derita, padahal kamu yang menyemainya & kamu menjauh dariku & lepas tangan untuk menyeka linangan air mata kepedihan, padahal kamu yang mengirimkan. Bagaimana mungkin saat ini aku bisa memandangmu sebagai laki-laki terhormat, tidak!, bahkan aku sama sekali menggap kamu bukan manusia. Karena seluruh perasaan hewani, sikap biadab, perasaan tega & perangai binatang buas mengkristal dalam dirimu, serta perangai itu kamu tampilkan dalam satu tampilan. Kamu telah berdusta dalam bercinta denganku & ternyata kamu hanya mencintai nafsumu sendiri, selama ini kamu hanya menjadikan aku sebagai pelampiasan nafsu hewani dan sebagai jalan yang aman untuk mencari kepuasan. Jikalau bukan karena itu, kamu tidak akan mengetuk pintu hatiku & tidak memandang wajahku, kamu telah berkhianat tatkala kamu berjanji untuk menikah denganku & ternyata kamu ingkari ikrar itu lalu kamu pergi menikah dengan wanita jalang & durjana yang lain. Tindakan biadab dan keji ini tidak lain hanya bentuk dari perangai buruk dirimu dan perbuatan tanganmu sendiri. Jikalau bukan karenamu aku tidak menjadi wanita jalang & durjana, sejak dulu aku berusaha menolakmu hingga aku tidak mampu menolak permintaanmu lalu aku jatuh di pelukanmu bagaikan anak bayi berada di pelukan sang durjana yang perkasa hingga aku tidak berdaya. Dan saat aku sedang terlena, engkau mencuri harga diriku & kesucianku, akhirnya aku hidup penuh dengan penyesalan & kepedihan. Hatiku tercabik-cabik, masa depanku menjadi suram & dunia menjadi sempit serta aku hanya berharap kematian.

Apa arti sebuah kelezatan hidup bagi seorang wanita bila tidak ada harapan untuk menikah dan menimang anak, bahkan sudah punah harapan untuk hidup wajar bersama masyarakat, ke sana ke mari bertemu orang hanya dengan menundukkan kepala, kulit gemetar dan pucat karena takut cercaan & makian orang. Engkau telah menghisap ketenanganku, sehingga aku terpaksa lari dari istanaku, aku harus meninggalkan kenikmatan yang luas & kehidupan yang tentram  menuju ke tempat hunian baru yang tidak kenal dengan seorangpun, engkau telah membunuh ayah & ibuku sementara ia sudah mati & saya kira keduanya meninggal karena kehilangan diriku, putus asa untuk bertemu denganku, engkau juga membunuhku karena kamu telah menuangkan segelas racun untuk aku minum. Kepedihan hidup yang sekarang aku obati akibat dari ulahmu sehingga membuat jiwa & ragaku terkulai lemas di atas dipan kematian laksana sampah busuk yang siap untuk dibakar. Ternyata kamu adalah laki-laki penipu, pembohong, pendusta, pencuri, & pembunuh sadis yang tidak punya rasa kasihan, tidak mungkin Allah akan membiarkanmu sebelum mengambil hakku darimu.”

(Kitab An-Nadzaraat karya Al-Manfaluthi)

Kesudahan cerita dari romantisme cintanya seperti drama cinta yang digelar anak cucu Adam & Hawa, sang gadis harus menanggung beban berat berupa putus cinta & hasil buah cinta terkutuk yaitu sebuah janin tak berdosa dalam kandungannya. Kepedihan pertama, patah hati mungkin masih bisa disembunyikan, tetapi kepedihan yang kedua …….

Apakah kamu tidak memperhatikan, wahai saudariku, bagaimana sang serigala seenaknya sendiri & dengan mudah memungkiri perbuatan biadabnya. Sang wanita yang memiliki sejuta harapan mulia yang memenuhi angan-angannya yang ia sambut dengan hati berbunga-bunga & rasa gembira serta rasa bangga, lalu semua sirna dalam waktu sekejap mata. Dahulu ia punya cita-cita hidup bersama seorang suami yang setia & penuh kasih sayang, tiba-tiba cita-cita lluhur itu kandas & terdampar di selat kemunafikan akibat ia percaya janji dusta sang serigala & percaya dengan kelezatan sesaat yang terlaknat & tidak memperhatikan firman Allah  :

“Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1] ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab [33] : 59)

[1] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.

Saudariku, janganlah tergiur dengan penampilan yang ditampilkan oleh sang serigala dan keindahan pakaian yang dikenakan untuk membungkus kebusukan dalam hatinya, jika tersingkap taring kejahatannya maka ia akan melihat taring & kuku tajam yang berlumuran darah, di dalamnya ada hati yang sangat keras membatu yang tidak bisa dibelah dengan sentuhan kasih sayang dan tidak meleleh karena sentuhan nasehat. Berapa banyak gadis yang telah menjadi mangsa serigala-serigala yang berwujud manusia seperti  itu, sehingga hidupnya merana & sengsara yang tiada tara. Berapa banyak duka lara hati orang tua, bahkan jika ada pasar tempat menjual kesedihan, maka tiada seorangpun yang mampu untuk membelinya. Berapa banyak kebahagiaan yang telah mereka curi dari seorang suami pada malam pengantinnya sehingga sang suami menceraikan istrinya sebelum sempat hidup bersama tanpa merasa sedih & menyesal.

Masih banyak cerita kejahatan sang serigala yang tidak terhingga jumlahnya & orang yang cerdik akan cepat paham bahwa setiap gadis yang memulai hidupnya dengan menjalin hubungan dengan teman gaul / berpacaran dengan sang kekasih, maka setelah menikah mengalami kesusahan untuk membina cinta & kasih sayang dengan suaminya, sebab balasan yang setimpal dan Tuhanmu tidak akan berbuat zalim.

Sekarang sudah saatnya bagimu untuk memilah dengan seksama dan memilih secara hati-hati orang yang menginginkanmu. Bila engkau bersikap tegas akan disegani. Bila engkau bersembunyi akan dicari. Bila engkau terbuka karena permintaan orang niscaya engkau akan terhina, karena setiap yang terbuka pasti akan terhina. Sudah saatnya engkau tegas pertahankan hijabmu, kesucianmu, kegadisanmu, & kehormatanmu sebagai pelaksanaan atas firman Allah  dalam surat Al-Ahzab: 59 di atas.

Jangan engkau dengar rayuan lembut penuh dengan tipuan yang hanya ingin menjadikan dirimu sebagai bola-bola cinta dan bahan permainan. Padahal mereka melakukan hal yang sama, menjerat gadis belia sepertimu yang dijadikan mangsa hingga terlepas hijabnya. Apakah cukup sampai disini? Tidak! Dengan perlahan sang gadis digiring untuk telanjang sampai ke pinggir pantai, & hanya tiggal secarik kain yang tak sedap dipandang & sangat indah bila tertutup, kemudian mereka membiarkan sang gadis berjalan dengan mengenakan pakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, sangat mudah bagi setiap lelaki hidung belang untuk memerah kehormatannya & memetik kesuciannya dengan harga yang sangat murah.

Akhirnya hidup terhina karena kehormatannya ditukar dengan sekedar makanan pengisi perut & pakaian penutup badan. Celakalah sang gadis, & neraka menjadi tempat tinggalnya yang kekal. Manakah harga hadits Nabi  dalam dirinya:

“Dua orang dari penghuni neraka yang belum pernah aku melihatnya, seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka laksana punuk onta miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau surga bisa dicium dari jarak sekian sampai sekian.” (H.R Bukhari)

Akan tetapi kawanan penyamun menipu sang gadis belia dengan mengatakan bahwa buka-bukaan & pamer keindahan tubuh merupakan peradaban modern & budaya maju. Maka sang gadis membenarkan ucapan mereka yang sarat kebohongan & kepalsuan.

Sudahkah dunia terbalik sehingga kehidupan yang suci dianggap aib, kehidupan yang terhormat dianggap sikap yang memalukan, kebaikan dianggap keburukan & cahaya dianggap kegelapan?

Bangsa Barat membawa kaum wanita mereka ke neraka jahim, & cukuplah pemandangan tersebut menjadi bahan pemikiran kita. Kita lain dengan mereka, maka jadilah engkau wahai saudariku, seperti yang orang tuamu harapkan & sesuai yang Allah kehendaki.

Tiada sesuatu di dunia ini yang lebih mulia & suci selain engkau, selama engkau berpegang teguh dengan agama Allah, mau menjaga keanggunan hijab & menghiasi diri dengan akhlak terpuji.

Sadarilah wahai saudariku, setelah kecantikanmu habis kau akan dicampakkan bagai buah jeruk yang telah habis diperas airnya lalu dilempar ke tong sampah. Dan sayang seribu sayang, secara sadar / tidak ternyata bangsa kita mengikuti bangsa Barat, kita campakkan yang baik lalu kita ambil yang buruk, apakah itu berupa sinetron, film, musik, seni ataupun tarian, bahkan seakan kita dilahirkan kecuali hanya untuk bernyanyi, berjoged, berkreasi seni & berdendang.

“Terpaksa harus mengadu kepada orang yang masih menyimpan muru’ah (moral & etika). Agar mengasihimu, menghiburmu, atau mengeluh karenamu.”

Suatu saat bila ada pemuda yang engkau ridhai agama & akhlaknya melamarmu, maka janganlah engkau ragu-ragu menerima lamarannya. Jangan  sekali-kali menunda / menolaknya karena kecantikan & kegadisanmu tidaklah langgeng. Bisa ditimpa sakit / maut. Benar bahwa kuburan adalah tempat tinggal yang harus dilalui oleh setiap yang hidup. Wahai saudariku, hampir tiap hari orang bertamu ke kuburan ditandu di atas tangan bapak, ibu, & sahabat karib untuk menyerahkan hadiah yang paling mahal untuk menjadi santapan cacing tanah yang melahap tubuhmu tanpa ada rasa takut & kasihan karena tiada lagi pemiliknya.

“Dialah kematian yang tidak mungkin

bisa mengelak & lari darinya.

Bila ajal sudah tiba harus menaiki keranda itu”

“Kami banyak berangan-angan yang berharap hasilnya.

Mungkin kematian itulah harapan yang paling dekat.”

“Kita bangun beberapa istana yang megah mencakar langit.

Padahal kita tahu bahwa bila kita meninggal,

istana  itu suatu saat akan rusak.”

Wahai saudariku, kematian akan datang tiba-tiba tanpa janji, datang tanpa undangan, & masuk tanpa izin kepadamu… dan juga aku, sebagaimana firman Allah :

“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok[1]. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Lukman [31] : 34)

[1]Maksudnya: manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, namun demikian mereka diwajibkan berusaha.

Wahai saudariku, segeralah bertaubat dan ikutilah perintah Allah  & tundukkanlah pandanganmu dari segala sesuatu yang diharamkan dalam rangka menaati firman Tuhanmu:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

(An-Nur [24] : 31)

Sesungguhnya lisan berzina & mata juga berzina, maka dengarlah sabda Nabi  berikut ini:

“Setiap anak Adam pasti mendapat bagian dari zina yang tidak terelakkan, kedua mata berzina & zinanya adalah memandang, kedua telinganya berzina & zinanya adalah mendengar, lisan berzina & zinanya adalah berbicara, tangan (berzina) & zinanya adalah memegang, kaki (berzina) & zinanya adalah berjalan & hati yang menarik angan-angan lalu kemaluan membenarkan / mendustakan itu.”

(H.R. Bukhari)

Nabi  pernah diperlihatkan adzab ahli neraka, semoga kita terjaga darinya, beliau bersabda:

“Kami pergi ke suatu lubang seperti tempat masaknya roti, bagian atas menyempit & bagian bawah melebar, kamudian dari bawah, bara api menyala. Bila api itu didekatkan maka orang-orang yang ada di dalam tempat itu menguap ke bagian atas hingga hampir-hampir keluar & bila api itu padam mereka kembali ke bagian bawah lagi. Di dalam tempat itu terdapat beberapa orang laki-laki & beberapa orang wanita semua dalam posisi telanjang. Saya bertanya,’Siapa itu?’ kedua malaikat berkata,’Pergilah’. Maka tatkala keduanya dikhabarkan, maka keduanya berkata,’Orang yang kamu saksikan tadi adalah pezina’.”

(H.R Bukhari No.1122)

Bersegeralah bertaubat wahai saudariku, selagi pintu taubat masih terbuka lebar, sebagaimana sabda Rasulullah  :

“Sesungguhnya Allah membuka tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang (yang) berbuat buruk di siang hari & Allah membuka tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang (yang) berbuat buruk di malam hari.”

(H.R Muslim No.1760)

Dan Allah  berfirman:

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”  (Az-Zumar [39] : 53)

[1]  Dalam hubungan Ini lihat surat An Nisa ayat 48.

Cepatlah wahai saudariku, jangan menunda-nunda & jangan bandingkan antara kelezatan dunia dengan kepedihan akhirat, jangan sampai akhiratmu engkau jual dengan duniamu tanpa engkau sadari.

Keluhuran & kemuliaan agama ini adalah bila kemanusiaan dibangun di atas kaidah tarbiyah ruhiyah, sebagaimana firman Allah :

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams [91] : 9-10)

Dan Allah  juga berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Al-Zalzalah [99[ : 7-8)

Ini adalah nasehat dari orang yang sangat berharap kebaikan atas dirimu & menginginkan kesuksesan masa depanmu. Pikirkanlah, renungkanlah & gunakan akalmu untuk memikirkan nasehat ini, serta jangan sekali-kali melupakan nasehat ini, terutama saat dirimu sedang tertarik dengan kisah cinta, baik lewat cerpen, pantun-pantun cinta, buletin-buletin cinta, majalah, deringan telepon romantis, menikmati tayangan sinetron kisah-kisah romantis lewat layar televisi / tatkala dirimu sedang menyaksikan sorot mata serigala memandang tajam ke arahmu & pada saat kata-kata manis penuh rayuan palsu membisiki telingamu, sebab Allah  telah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak Mengetahui.” (An-Nur [24] : 19)

Jagalah benar-benar kehormatanmu, kesucianmu, harga dirimu & kehormatan keluargamu. Kenalihah liku-liku serigala dengan baik & belajarlah bagaimana cara untuk lolos dari terkaman setiap setan, orang yang paling fasik & paling berani berbuat kejahatan adalah sangat licik, lihai & pandai mengelabui orang. Apabila sang serigala melihat ada seorang wanita tretutup rapi, anggun, sorot mata memancarkan sinar keteguhan & berjalan dengan penampilan serius, bersungguh-sungguh & berwibawa serta tidak banyak melempar lirikan ketakutan / gemetar / malu-malu kucing, tetapi bersikap percaya diri & santun berwibawa; maka dengan penampilan seperti itu sang serigala akan menanggalkan jubah kebuasannya & sangat berhati-hati dalam menghadapi mangsanya. Bahkan dia sadar & bertaubat serta beristighfar kepada Allah  sehingga mungkin hanya mengetuk pintu yang halal.

Cukuplah agama & akhlak sebagai patokan untuk memuji & menyanjung seorang hamba, & cukuplah kekejian & penipuan untuk menjadi ukuran keburukan seorang hamba.

Dari situ kamu bersuka ria & berpesta poralah dengan setumpuk sanjungan & pujian dari keluargamu. Linangan air mata bahagia ibumu & kelembutan kasih sayang bapakmu mengangkat derajatmu. Hiduplah dengan mulia & penuh dengan nilai kehoramatan & penghargaan, wahai sang pencetak generasi.

Rujukan Kutaib :

Ya Ibnati, adz-dzi’ab La Ta’riful Wafa’

Penerbit :

Dar Ibn al-Atsir,

Riyadh – Kerajaan Saudi Arabia

Penulis :

Khalid bin Ibrahim Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s