Definisi, Hukum dan Hikmah Shalat

DEFINISI, HUKUM DAN HIKMAH SHALAT

Definisi Shalat

Shalat secara Bahasa (Etimologi) berarti Do’a

Sedangkan secara Istilah atau Syari’ah (Terminologi), shalat adalah perkataan dan perbuatan tertentu (khusus) yang dimulai dengan takbir (takbiratul ihram) dan diakhiri dengan salam.

Hukum Shalat

Melaksanakan shalat adalah wajib ‘ain bagi setiap orang yang sudah mukallaf (terbebani kewajiban syari’ah), baligh (telah dewasa dengan ciri telah bermimpi basah), dan ‘aqil (berakal).

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: “Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar mereka hanya menyembah kepada Allah saja, mengikhlaskan ketaatan pada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan hanif (lurus), agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, demikian itulah agama yang lurus”. (Surat Al-Bayyinah:5).

Shalat fardhu ada lima sebagaimana yang kita kenal, yaitu maghrib, isya, subuh, zhuhur dan ashar, sebagaimana dijelaskan dalam hadits

أَنَسِ بْنِ مَالِكِ قَالَ: فَرِضَتْ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةَ أًسْرِيَ بِهِ الصَّلَوَاتُ خَمْسِيْنَ، ثُمَّ نَقِصَتْ حَتَّى جُعِلَتْ خَمْسًا، ثُمَّ نُوْدِيَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّهُ لاَ يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَإِنَّ لَكَ بِهَذِهِ الْخَمْس خَمْسِيْنَ

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu ia berkata: Telah difardhukan atas Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam pada malam Isra’ Shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian beliau diseru, “Wahai Muhammad, sesungguhnya ketetapan di sisiKu tidak bisa diubah. Dan untukmu Shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu)”. (HR. Tirmidzi no.213 ini adalah lafaznya, Nasa-i no.217, Muslim no.163, Bukhari no.342)

Hikmah Shalat 

Shalat disyari’atkan sebagai bentuk tanda syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala, untuk menghilangkan dosa-dosa, ungkapan kepatuhan dan merendahkan diri di hadapan Allah, menggunakan anggota badan untuk berbakti kepada-Nya yang dengannya bisa seseorang terbersih dari dosanya dan tersucikan dari kesalahan- kesalahannya dan terajarkan akan ketaatan dan ketundukan.

Allah Subhanahu wata’ala telah menentukan bahwa shalat me rupakan syarat asasi dalam memperkokoh hidayah dan ketakwaan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Alif Laaam Miiim. Kitab ini (Al Quran) tidak ada keraguan di dalamnya, menjadi petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah : 1-2).

Di samping itu Allah Subhanahu wata’ala telah mengecualikan orang-orang yang senantiasa memelihara shalatnya dari kebiasaan manusia pada umumnya: berkeluh kesah dan kurang bersyukur, disebutkan dalam fiman-Nya: “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalat.” (Al Ma’arij: 19- 22)

Kedudukan Shalat Dalam Islam

Shalat merupakan salah satu dari lima rukun Islam.

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

      Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob Radiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan Shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan”. (HR.Tirmidzi no.2736, Muslim no.16)

Hukum Orang Yang Meninggalkan Shalat

Seluruh kaum muslimin sepakat bahwa siapa saja yang menentang/tidak mengakui kewajiban shalat lima waktu, maka sungguh ia telah kafir dan keluar dari Islam. Akan tetapi kaum muslimin berbeda pendapat tentang orang yang meninggalkan shalat namun di dalam hatinya tetap meyakini kewajiban untuk mengerjakan shalat.

Dari Jabir Radhiallahu ‘Anhu Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya ( batas pemisah ) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan Shalat.” (HR. Muslim no.82, Tirmidzi no.2751, Ibnu Majah no.1078)

Dari Buraidah Radhiallahu ‘Anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kita dan mereka adalah Shalat, barang siapa yang meninggalkannya maka benar benar ia telah kafir.” (HR. Turmudzi no.2756, An Nasa-I 231, Ibnu Majah no. 1079)

Pendapat yang paling mendekati kebenaran diantara banyak pendapat para ulama ialah pendapat yang mengatakan bahwa yang dimaksud kufur pada masalah ini adalah kufur ashghor (kufur kecil), yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.

Keutamaan Shalat

1. Ketika Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam ditanya tentang amal yang paling utama, beliau menjawab: “Shalat pada waktunya”. (Muttafaq ‘alaih)

2. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam :

“Bagaimana pendapat kamu sekalian, seandainya di depan pintu masuk rumah salah seorang di antara kamu ada sebuah sungai, kemudian ia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari, apakah masih ada kotoran yang melekat di badannya?” Para sahabat menjawab: “Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di badannya.” Bersabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: “Maka begitu pulalah perumpamaan Shalat lima kali sehari semalam, dengan Shalat itu Allah akan menghapus semua dosa.” (Muttafaq ‘alaih)

3. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam :

“Tidak ada seorang muslim pun yang ketika Shalat fardhu telah tiba kemudian dia berwudhu’ dengan baik dan memperbagus kekhusyu’annya (dalam Shalat) serta ru-ku’nya, terkecuali hal itu merupakan penghapus dosanya yang telah lalu selama dia tidak melakukan dosa besar, dan hal itu berlaku sepanjang tahun itu.” (HR. Muslim)

4. Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

“Pokok segala perkara itu adalah Al-Islam dan tonggak Islam itu adalah Shalat, dan puncak Islam itu adalah jihad di jalan Allah.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan lainnya)


Siapakah orang-orang yang wajib mengerjakan Shalat?

1. Islam; Maka tidak sah Shalat yang dilakukan oleh orang kafir, dan tidak diterima. Begitu pula halnya semua amalan yang mereka lakukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Tidaklah pantas bagi orang-orang musyrik itu untuk memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam Neraka.” (At-Taubah: 17)

2. Berakal Sehat; Maka tidaklah wajib Shalat itu bagi orang gila,

عَنْ عَلِيْ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَعْقِلَ

Dari ‘Ali Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya (tidak diberi beban syari’at) yaitu; orang yang tidur sampai dia terjaga, anak kecil sampai dia baligh dan orang yang gila sampai dia sembuh.” (HR. Abu Daud no.4403)

3. Baligh; Maka, tidaklah wajib Shalat itu bagi anak kecil sampai dia baligh, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Akan tetapi anak kecil itu hendaknya diperintahkan untuk melaksanakan Shalat sejak berumur tujuh tahun dan Shalatnya itu sunnah baginya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam:

مُرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعُ سِنِيْنَ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ

“Perintahkanlah anak-anak untuk melaksanakan Shalat apabila telah berumur tujuh tahun, dan apabila dia telah berumur sepuluh tahun, maka pukullah dia kalau tidak melaksanakannya.” (HR. Abu Daud no.495)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s