Tata Cara Shalat Nabi s.d Sujud (4)

TATA CARA SHALAT NABI

SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM (4)

 

Bangkit Dari Ruku’ (I’tidal)

Cara i’tidal dari ruku’

Setelah ruku’ dengan sempurna dan selesai membaca do’a, maka kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal). Waktu bangkit tersebut membaca (SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH) disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktu takbiratul ihrom.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ.

“Semoga Allah mendengar pujian orang yang memujiNya.” [HR. Bukhari no.700]

 

Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits, diantaranya: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berdiri dalam shalat mengangkat kedua tangannya sampai setentag kedua pundaknya, hal itu dilakukan ketika bertakbir mau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku’ sambil mengucapkan SAMI’ALLAAHU LIMAN HAMIDAH…”(Hadits dikeluarkan oleh Al Bukhari, Muslim dan Malik).

 

Yang Dibaca Ketika I’tidal dari Ruku’

Seperti ditunjuk hadits di atas ketika bangkit (mengangkat kepala) dari ruku’ itu membaca: (SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH)

Kemudian ketika sudah tegak dan selesai bacaan tersebut disahut dengan bacaan:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ.

“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh dengan berkah.” [HR. Bukhari no.657,699]

 

Cara I’tidal

Adapun dalam tata cara i’tidal ulama berbeda pendapat menjadi dua pendapat, pertama mengatakan sedekap dan yang kedua mengatakan tidak bersedekap tapi melepaskannya. kedua duanya boleh dan sama-sama ada dalilnya. Bagi yang hendak mengerjakan pendapat yang pertama tidak apa-apa dan bagi siapa yang mengerjakan sesuai dengan pendapat kedua tidak mengapa. Wallaahu a’lamu bishshawab.

 

 

 

Thumaninah dan Memperlama Dalam I’tidal

“Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak [sehingga tiap- tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya].” (dalam riwayat lain disebutkan: “Jika kamu berdiri i’tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya).” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim, dan riwayat lain oleh Ad Darimi, Al Hakim, As Syafi’i dan Ahmad)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri terkadang dikomentari oleh shahabat: “Dia telah lupa” [karena saking lamanya berdiri]. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari, Muslim dan Ahmad)

 

Sujud

Sujud dilakukan setelah i’tidal thumaninah dan jawab tasmi’ (Rabbana Lakal Hamd…dst).

 

Diperbolehkan turun sujud dengan mendahulukan tangan daripada lutut

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا سَجَدَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَبْرُكُ كَمَا يَبْرُكَ الْبَعِيْرَ وَلْيَضَعْ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seseorang diantara kamu akan sujud maka jangan menderum (turun sujud) seperti menderumnya unta, namun letakkanlah kedua tangannya sebelum kedua lututnya”. (HR. Abu Dawud no.840)

 

Diperbolehkan pula turun sujud dengan mendahulukan lutut dari pada tangan

عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم إِذَا سَجَدَ وَضَعُ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ وَإِذَا نَهَضَ رَفَعَ يَدَيْهِ قَبْلَ رُكْبَتَيْهِ

Dari Wail bin Hujr, berkata, “Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud no.838)

 

“Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam  An Nasa’i dan Daraquthni)

 

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al Hakim, Al-Baihaqi)

 

“Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi)

 

“Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An Nasa’i)

 

Cara Sujud

Bersujud pada 7 anggota badan, yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits:

عَنِ بْنِ عَبَّاسٍ رضى الله تعالى عنهما قَالَ: قَالَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمِ، عَلَى الْجَبْهَةِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَالْيَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ وَلاَ نكفت الثياب والشعر

Dari Ibnu ‘Abbas berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua (telapak) tangan, dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala.” (HR. Bukhari no.779, Muslim no.490)

 

Dilakukan dengan menekan

“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Baihaqi)

 

 

Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi lambung.

عَنِ الْبَرَّاءً قًالً: قًالً رًسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا سَجَدَتْ فَضَعْ كَفَّيْكَ وَارْفَعْ مِرْفَقَيْكَ

Dari Al Barra’ Radhiallahu ‘Anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kamu sujud, maka letakkanlah kedua telapak tanganmu dan angkatlah kedua sikumu”. (HR.Muslim no.494)

 

عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِك عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: اِعْتَدِلُوْا فِي السُّجُوْدِ وَلاَ يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ انْبِسَاطَ الْكَلْبِ

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Bertindak tepatlah dalam sujud, dan janganlah seseorang diantara kalian menghamparkan kedua hastanya seperti yang dilakukan anjing”. (HR.Bukhari no.788, Muslim no.493)

 

Meletakkan tangan sejajar pundak atau telinga

Dari Wail bin Hujr Radhiallahu ‘Anhu ketika menceritakan shalat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ia berkata:

ثُمَّ هَوَى فَسَجَدَ فَصَارَ رَأْسُهُ بَيْنَ كَفَّيْهِ

“Kemudian beliau menukik sujud, sehingga kepalanya berada di antara kedua telapak tangannya”. (HR. Ibnu Khuzaima no.641)

 

Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَالِكٍ بْنِ بُحَيْنَةَ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا صَلَّى فَرَّجَ بَيْنَ يَدَيْهِ حَتَّى يَبْدُوَ بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

Dari Abdullah bin Malik bin Buhainah ia berkata: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila shalat merenggangkan kedua tangannya (dari kedua lambungnya) hingga kelihatan putih ketiaknya”. (HR.Muslim no.495, Bukhari no.383, Nasa-i no.1105)

 

Dari Abi Humaid tentang sifat shalat Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)

 

Merapatkan jari-jemari

عَنْ عَلْقَمَةِ بْنِ وَائِلْ عَنْ أَبِيْهِ: أَنَّ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا سَجَدَ ضَمَّ أَصَابِعَهُ

Dari Alqomah bin Wail dari Bapaknya (Wail bin Hujr): “Bahwasanya Nabi shalallau ‘alaihi wa sallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya. (HR. Ibnu Khuzaimah no.642, Baihaqi no.2526, Hakim no.826)

 

Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit

قَالَتْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيَّ فَقَدْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَكَانَ مَعِيْ عَلَى فِرَاشِيْ فَوَجَدْتُهُ سَاجِدًا رَاصًّا عًقِبَيْهِ، مُسْتَقْبِلاً بِأُطْرَافٍ أَصَابِعِهِ الْقِبْلَةَ فَسْمَعَتِهِ

Berkata Aisyah isteri Nabi shalallau ‘alaihi wasallam: “Aku kehilangan Rasulullah shalallau ‘alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat” (HR. Ibnu Khuzaimah no.654)

 

Thumaninah dan sujud dengan lama

Sebagaimana rukun shalat yang lain mesti dikerjakan dengan thumaninah. Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau bersujud biasanya lama.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan ruku’, berdiri setelah ruku’ dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari dan Muslim)

 

Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas

“Para shahabat shalat berjama’ah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada cuaca yang panas. Bila ada yang tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnya kemudian sujud di atasnya” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)

 

Bacaan Sujud

Rasulullah membaca

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى

“Maha Suci Tuhanku, Yang Maha Tinggi (dari segala kekurangan dan hal yang tidak layak). Dibaca tiga kali” [HR. Abu Dawud no.871, Ahmad  no.23288]

 

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi (dari segala kekurangan dan hal yang tidak layak), dan dengan pujiMu”.(Dibaca tiga kali). [HR. Abu Dawud no.870]

 

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ.

“Maha Suci Engkau. Ya Allah, Tuhan kami, aku memujiMu. Ya Allah, ampunilah dosaku.” [HR. Al-Bukhari no.761, Muslim no.484]

 

 

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ.

“Engkau Tuhan Yang Maha Suci, Maha Agung, Tuhan para malaikat dan Jibril.” [HR.Muslim no.487, Abu Dawud no.872]

 

Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud

“Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al Quran sewaktu ruku’ dan sujud…” (HR.Muslim)

 

Bangun Dari Sujud Pertama

Setelah sujud pertama -dimana dalam setiap roka’at ada dua sujud- maka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara dua sujud. Dalam bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadang mengangkat tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim).

 

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir” (Hadits dikeluarkan oleh Al Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s