Tafsir Basmalah

BASMALLAH

 

       Disebut Al Faatihah karena al Qur’an dibuka dengan surat ini. Dikatakan bahwa inilah surat yang pertama kali diturunkan secara sekaligus.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Kalimat Bismillaah  memiliki dua fungsi, yaitu:

  • Pertama: Tabarruk (mengharap berkah) dengan mandahulukan asma’ Allah
  • Kedua: Pembatasan maksud. Seolah-olah berkata ‘Aku tidak mengharap berkah dan meminta pertolongan selain dengan nama Allah

Ar-Rahmaan adalah kasih sayang yang merupakan sifat Allah, yakni yang memiliki kasih sayang yang maha luas, sedangkan Ar-Rahiim adalah kasih sayang yang merupakan perbuatan Allah yakni yang mencurahkan kasih sayang kepada hamba-hamba yang dikehendakiNya

Apakah Basmalah termasuk ayat dalam surat Al Faatihah?

Pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah bahwa Basmalah tidak termasuk ayat dalam surat Al Faatihah, melainkan ayat yang berdiri sendiri dalam Al Qur’an. Pendapat ini berdasarkan kepada hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Aku membagi shalat (yakni surat Al Faatihah) menjadi dua bagian, separuh untukKu dan separuh untuk hambaKu. Apabila ia membaca ‘Segala puji bagi Allah’. Maka Allah menjawab ‘HambaKu telah memujiKu’.

Apabila ia membaca ‘Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang’. Maka Allah menjawab ‘HambaKu telah menyanjungKu’

Apabila ia membaca ‘Penguasa hari pembalasan’. Maka Allah menjawab ‘HambaKu telh mengagungkanKu’

Apabila ia membaca ‘Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan’. Maka Allah menjawab ‘Ini separuh untukKu dan separuh untuk hambaKu’

Apabila ia membaca ‘Tunjukilah kami jalan yang lurus. Maka Allah menjawab ‘Ini untuk hambaKu dan Aku kabulkan apa yang ia minta’

(HR. Muslim, Shahih Muslim kitab Shalat bab: Kewajiban membaca Al Faatihah di setiap Rakaat. No. (38) (395))

 

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anh ia berkata: Aku pernah shalat bermakmum di belakang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka semua membuka shalat dengan membaca Alhamdulillahirabbil’alamin dan tidak membaca Bissmillaahirrahmaanirrahiim diawal bacaan maupun diakhirnya.

(HR. Muslim, Shahih Muslim kitab Shalat bab: Argumentasi orang-orang yang berpendapat bacaan basmalah tidak dikeraskan. No. (52) (399)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s