NIAT DAN KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

NIAT DAN KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

 

NIAT PUASA RAMADHAN

Jika telah jelas masuknya bulan Ramadhan dengan penglihatan mata atau persaksian atau dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari, maka wajib atas setiap muslim yang mukalaf untuk niat puasa di malam harinya, hal ini berdasarkan sabda Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Barangsiapa yang tidak niat untuk melakukan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud 2454, Ibnu Majah 1933, Al-Baihaqi 4/202)

Dan sabda beliau, “Barangsiapa tidak niat untuk melakukan puasa pada malam harinya, maka tidak ada puasa baginya” (HR. An-Nasa’i 4/196, Al-Baihaqi 4/202, Ibnu Hazm 6/162)

Niat itu tempatnya di dalam hati, dan melafazdkannya adalah bid’ah yang sesat, walaupun manusia menganggapnya sebagai satu perbuatan baik. Kewajiban niat semenjak malam harinya ini hanya khusus untuk puasa wajib saja, karena Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah datang ke Aisyah pada selain bulan Ramadhan, kemudian beliau bersabda, “Apakah engkau punya santapan siang ? Maka jika tidak ada aku akan berpuasa” (HR.Muslim 1154)

KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN

Banyak sekali ayat yang tegas dalam Kitabulah yang mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Alah dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya. Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna. Diantaranya :

1. Puasa Adalah Perisai (Pelindung)

Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai

dengannya dari api neraka” (Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih)

Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Alah kecuali akan Alah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah : “70 musim” yakni : perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48.)

2. Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga

Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, Aku berkata (kepada Rasululah) “Wahai Rasululah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga?; Beliau menjawab : “Atasmu puasa,tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu” (HR. Nasa’i 4/165, Ibnu Hibban hal. 232 Mawarid, Al-Hakim 1/421, sanadnya Shahih.)

3. Pahala orang puasa tidak terbatas, orang puasa punya dua kegembiraan dan bau mulut orang yang puasa lebih wangi dari baunya misk

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, (bahwasanya) Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : ‘Aku sedang berpuasa’. Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Alah daripada bau misk. Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya” (HR. Bukhari 4/88, Muslim no. 1151, Lafadz ini bagi Bukhari)

4. Puasa dan Al-Qur’an Akan Memberi Syafa’at Kepada Ahlinya di hari Kiamat

Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa’at karenaku”. Al-Qur’an pun berkata: “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa’at karenaku” Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Maka keduanya akan memberi syafa’at” (Diriwayatkan oleh Ahmad 6626, Hakim 1/554, Abu Nu’aim 8/161 dari jalan Huyaiy bin Abdullah dari Abdurrahman Al-hubuli dari Abdullah bin ‘Amr, dan sanadnya hasan. Al-Haitsami berkata di dalam Majmu’ Zawaid 3/181 setelah menambah penisbatannya kepada Thabrani dalam Al-Kabir : “Dan perawinya adalah perawi shahih”)

5. Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga

Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan dikatnya (para pendekar) jin-jin jahat dengan rantai dan belenggu. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur’an serta seluruh ibadah yang mengatur dan mebersihkan jiwa.

Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.

“Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : ‘Dibukalah pintu-pintu rahmat”] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan” (HR. Bukhari 4/97 dan Muslim 1079)

6. Adanya Malam Lailatul Qadar

Hari yang paling mulia di sisi Alah adalah pada bulan diturunkannya Al-Qur’an hingga harus dikhususkan dengan berbagai macam amalan. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam pembahasan malam Lailatul Qadar, Insya Alah

7. Luasnya Pengampunan Dosa

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar” (HR. Muslim 233)

8. Dikabulkannya Do’a dan Pembebasan Api Neraka

Rasululah Shalalahu ‘alaihi wa salam bersabda : “Sesungguhnya Alah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya” (HR. Bazzar 3142, Ahmad 2/254 dari jalan A’mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1643 darinya secara ringkas dari jalan yang lain, haditsnya Shahih)

9. Orang yang Puasa Termasuk Shidiqin dan Syuhada

Dari ‘Amr bin Murrah Al-Juhani Radhiallahu ‘Anh, ia berkata : Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian berkata : “Wahai Rasululah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Alah, engkau adalah Rasululah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku?”. Beliau menjawab, “Termasuk dari shidiqin dan syuhada” (HR. Ibnu Hibban sanadnya Shahih)

 

YANG WAJIB DIJAUHI OLEH ORANG YANG SEDANG BERPUASA

1. Perkataan Palsu

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan (tetap) mengamalkannya, maka tidaklah Alah Ta’ala butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya” (HR. Bukhari 4/99)

2 Perbuatan Sia-sia dan Kotor

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Puasa bukanlah dari makan, minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji. Jika ada orang yang mencelamu, katakanlah: Aku sedang puasa, aku sedang puasa “ (HR. Ibnu Khuzaimah 1996, Al-Hakim 1/430-431, sanadnya SHAHIH)

GOLONGAN YANG TIDAK WAJIB BERPUASA RAMADHAN

1. Musafir (Orang yang Sedang Safar)

Allah Ta’ala berfirman: “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari yang lain. Alah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (Al-Baqarah [2]: 185)

Hamzah bin Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Apakah boleh aku berpuasa dalam safar ?” -dia banyak melakukan safar- maka Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kamu mau” (HR. Bukhari 4/156 dan Muslim 1121)

2 Sakit

Allah membolehkan orang yang sakit untuk berbuka sebagai rahmat dari-Nya, dan kemudahan bagi orang yang sakit tersebut. Sakit yang membolehkan berbuka adalah sakit yang apabila dibawa berpuasa akan menyebabkan suatu madharat atau menjadi semakin parah penyakitnya atau dikhawatirkan terlambat kesembuhannya. Walahu a’alam

3. Haid dan Nifas

Ahlul ilmi telah bersepakat bahwa orang yang haid dan nifas tidak dihalalkan berpuasa, keduanya harus berbuka dan mengqadha, kalaupun keduanya puasa (maka puasanya) tidak sah

4 Kakek dan Nenek Yang Sudah Lanjut Usia

Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata : “Kakek dan nenek yang lanjut usia, yang tidak mampu puasa harus memberi makan setiap harinya seorang miskin” (Riwayat Bukhari 4505)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anh, “Barangsiapa yang mencapai usia lanjut dan tidak mampupuasa Ramadhan, harus mengeluarkan setiap harinya satu mud gandum” (Riwayat Radhiallahu ‘Anh Daruquthni 2/208 dalam sanadnya ada Abdullah bin Shalih dia dhaif, tapi punya syahid (penguat))

1 Sha’ sama dengan 4 mud, dan 1 mud sama dengan 675 Gram Jadi 1 Sha ‘sama dengan 2700 Gram (2,7 kg)

5 Wanita Hamil dan Menyusui

Dari Anas bin Malik (Al Ka’bi) Radhiallahu ‘Anh ia berkata, “Kudanya Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi kami, akupun mendatangi Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, aku temukan beliau sedang makan pagi, beliau bersabda, “Mendekatlah, aku akan ceritakan kepadamu tentang masalah puasa. Sesungguhnya Allah Ta’ala menggugurkan 1/2 shalat atas orang musafir, menggugurkan atas orang hamil dan menyusui kewajiban puasa”. Demi Alah, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mengucapkan keduanya atau salah satunya. Aduhai sesalnya jiwaku, kenapa aku tidak (mau) makan makanan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam”

Sumber:

Sifat Puasa Nabi, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s