TAFSIR AN-NABA’ : 31-40

Setelah pada ayat 17-30 Allah menyebutkan adzab dan siksa bagi orang-orang yang melampaui batas, kemudian Allah menyebutkan nikmat yang diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa. Dalam Al Qur’an Allah sebutkan tentang Surga dan Neraka, pahala dan dosa, orang bertakwa dan yang melampaui batas, tentang kebenaran dan kebatilan, yang berfungsi agar manusia berjalan kepada Tuhannya antara perasaan takut dan harap.

 

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا

31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,

Yakni dalam keadaan suci,beruntung dan selamat dari Neraka. Muttaqiin (orang-orang yang bertaqwa) adalah  orang-orang yang takut terhadap adzab dan siksa Allah, yang rasa takut itu dibuktikan dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalan larangan-laranganNya. Mafaazaa adalah tempat keberuntungan dan masa keberuntungan. Kemudian Allah sebutkan sebagian bentuk-bentuk keberuntungan yang didapatkan.

 

حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا

32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,

Yakni kebun yang dipenuhi dengan pepohonan yang lebat dan beraneka ragam, dan pohon anggur termasuk dalam kebun ini.

 

وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا

33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,

Yaitu bidadari-bidadari yang masih gadis. Al Kawaa’ib adalah jamak dari kata Kaa’ib, yaitu anak gadis yang baru tumbuh payudaranya dan belum kendur, tampak menonjol seperti mata kaki. Atraabaa yaitu sebaya dan tidak berbeda usianya satu sama lain, sehingga tidak ada yang merasa sedih ataupun iri karena usianya.

 

وَكَأْسًا دِهَاقًا

34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Yakni penuh dan berturut-turut serta jernih, berisi minuman yang ada di Surga yang diinginkan, ” sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring;…” (QS. Muhammad [47]: 15)

 

لاَ يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلا كِذَّابًا

35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.

Yakni di dalam Surga tidak terdapat perkataan yang tidak bermanfaat, bathil dan kedustaan, bahkan Surga adalah tempat yang penuh dengan keselamatan, semua penghuninya tidak terdapat kekurangan. Allah telah cabut rasa dendam dari hati para penghuni Surga dan menjadikan mereka saling bersaudara.

 

جَزَاءً مِنْ رَبِّكَ عَطَاءً حِسَابًا

36. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,

Yakni semua yang telah disebutkan pada ayat-ayat sebelumnya merupakan balasan yang Allah berikan kepada penghuni Surga atas pahala amal kebaikan mereka dan karena mereka telah menjauhi perkara yang diharamkan Allah. Hisaabaa yaitu pemberian yang banyak, mencukupi dan memadai yang telah sempurna kelezatan dan manfaatnya. Kemudian Allah berfirman…

 

رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمَنِ لا يَمْلِكُونَ مِنْهُ خِطَابًا

37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.

Dia adalah Allah, sebagai Rabb yang memiliki tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi, serta seluruh makhluk, baik yang yang dilangit dan dibumi ataupun diantara langit dan bumi. Kalimat “Yang Maha Pemurah” sebagai penjelas kalimat sebelumnya dan tidak ada yang dapat berbicara kepadaNya secara langsung kecuali dengan seizinNya.

 

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا لا يَتَكَلَّمُونَ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا

37. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.

Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud dari kata ar-Ruuh sebagai berikut:

  1. Arwah anak cucu Adam (al ‘Aufi dari Ibnu ‘Abbas)
  2. Anak cucu Adam (al Hasan dan Qatadah menukil pendapat lain dari Ibnu ‘Abbas)
  3. Salah satu makhluk Allah dengan bentuk seperti anak cucu Adam, tetapi mereka bukan malaikat dan bukan pula manusia (Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan Abu Shalih)
  4. Jibril ‘Alaihissalam (Muqatil bin Hayyan, QS.Asy Syu’araa [26]: 193-194)
  5. Al Qur’an (Ibnu Zaid, QS.Asy Syuura [42]: 52)
  6. Salah satu malaikat dengan ukuran seluruh makhluk

Ibnu Jarir bersikap diam dan tidak memastikan salah satu dari pendapat-pendapat tersebut

Ibnu Katsir berpendapat ar Ruuh adalah anak cucu Adam

Ibnu Utsaimin berpendapat ar Ruuh adalah Jibril ‘Alaihissalam

Ar Ruuh dan para malaikat berdiri berbaris bershaf-shaf dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah yang telah menciptakan mereka, dan mereka tidak berkata-kata kecuali yang diizinkan, seperti para utusan Allah dan orang yang diberikan izin untuk memberi syafa’at kepada orang lain, dan diantara kata-kata yang benar itu adalah kalimat Laa ilaaha illallaah

 

ذَلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ مَآبًا

39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

Yakni hari yang pasti akan terjadi dan tidak mungkin tidak, yang pada hari itu akan ditegakkan al Haq (kebenaran) pada hari dimana tiada berguna lagi harta dan anak keturunan kacuali yang datang menemui Allah dengan membawa hati yang bersih dari syirik.

“Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.” Yakni tempat kembali, jalan/manhaj yang dijadikan petunjuk kepadaNya, berbekal amal shalih yang diridhoi Allah. Manusia bebas melakukan pilihan sesuai kehendaknya dan akan diberi balasan sesuai dengan pilihannya apakah pahala ataupun dosa, namun demikian kebebasan ini tidaklah mutlak, melainkan berada dibawah kehendak Allah dan agar manusia tidak menyandarkan kemampuannya kepada dirinya sendiri, akan tetapi Allah yang membuat manusia mampu melakukan sesuatu.

 

إِنَّا أَنْذَرْنَاكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا

40. Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah”.

Siksa yang dekat di sini adalah hari Kiamat, karena berapapun usia dunia ini maka tetaplah terhitung dekat, “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.” (QS. An Naazi’aat [79]: 46)

Pada hari Kiamat itu akan diperlihatkan kepadanya semua amalnya yang baik ataupun yang buruk, lalu ia diberikan kitab amalnya kemudian dikatakan kepadanya, “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu.” (QS. Al Israa’ [17]: 14)

Karena dahsyatnya keadaan dan adzab yang dilihat oleh orang-orang kafir saat itu, mereka berkata “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah. Perkataan yang berupa angan-angan mereka semata ini memiliki tiga makna, mereka berangan-angan:

  1. Alangkah baiknya sekiranya mereka tetap menjadi tanah dan tidak tercipta sebagai makhluk serta tidak keluar dalam wujud manusia;
  2. Alangkah baiknya sekiranya mereka tetap menjadi tanah setelah mati dan tidak pernah dibangkitkan, mereka tetap menjadi tanah di dalam kuburnya;
  3. Ketika mereka melihat binatang-binatang yang Allah adili pada hari Kiamat, seperti kambing yang tidak bertanduk menuntut qishash dari kambing yang bertanduk, dan setelah pemberian keputusan, barulah dikatakan kepada binatang-binatang itu, “Jadilah tanah (kembali)” lalu binatang-binatang itu berubah menjadi tanah; maka orang-orang kafir berkata, “Alangkah baiknya jika aku (juga) menjadi tanah (setelah qishash)” seperti halnya binatang-binatang tersebut.

 

Alhamdulillah, semoga sedikit penjelasan dari surat an Naba’ bermanfaat bagi kita semua di dunia dan akhirat, didalamnya banyak terdapat pelajaran, mutiara hikmah dan tanda-tanda kebesaran Allah untuk dijadikan nasihat dan peringatan bagi jiwa dan obat bagi hati, sesungguhnya Allah adalah Dzat yang Maha Pemurah dan Maha Mulia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s