TAFSIR AN-NAAZI’AAT: 1-14

وَالنَّازِعَاتِ غَرْقًا

1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,

Yang mencabut nyawa adalah malaikat maut. Yang dicabut nyawanya dengan keras adalah orang-orang kafir. Ketika malaikat mencabut ruh orang kafir keluar dari jasadnya malaikat memanggilnya dengan panggilan yang buruk, serta diberi kabar berupa kemurkaan dan adzab Allah

 

وَالنَّاشِطَاتِ نَشْطًا

2. Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,

Yaitu malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin (semoga kita termasuk golongan beriman), malaikat akan mencabutnya dengan lemah lembut seperti simpul tali yang mudah terlepas, yang jika salah satu ujung tali ditarik maka simpul tersebut akan terlepas, dan dikatakan kepadanya, “Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya” (QS. Al Fajr [89]: 27-28)

 

وَالسَّابِحَاتِ سَبْحًا

3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,

Malaikat-malaikat tersebut turun membawa perintah Allah dengan cepat sesuai dengan perintah dan kehendakNya.

 

فَالسَّابِقَاتِ سَبْقًا

4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,

Yaitu malaikat yang bersegera melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Malaikat adalah makhluk yang paling dahulu melaksanakan perintah Allah dan lebih teguh melaksanakan perintah Allah daripada manusia, tidak pernah mendurhakaiNya dan selalu mengerjakan yang diperintahkan kepada mereka

 

فَالْمُدَبِّرَاتِ أَمْرًا

5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

Mereka mengatur segala urusan dari langit hingga ke bumi atas perintah Allah Ta’ala. Seperti Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu, Israafiil yang meniup sangkakala dan memikul ‘Arsy, Mikaail yang bertugas menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman, Malaikat Maut yang bertugas mencabut nyawa, Malik yang menjaga Neraka, Ridhwan yang menjaga Surga, Malaikat yang mencatat amal baik dan buruk, dan lainnya yang setiap mereka melaksanakan tugas yang telah Allah perintahkan kepada mereka.

 

Allah Ta’ala telah bersumpah demi malaikat, dan apabila Allah bersumpah menyebut sesuatu, maka pastilah dzat tersebut memiliki keistimewaan atau termasuk salah satu tanda kebesaran Allah. Kemudian Allah berfirman

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُ

6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,

Yaitu tiupan pertama dari sangkakala yang ditiup oleh Israafiil, yang akan mengejutkan dan mematikan manusia dan menghancurkan semua makhluk, kecuali yang Allah kehendaki.

 

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ

7. Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.

Yaitu tiupan kedua sangkakala yang membuat semua manusia bangkit dari kuburnya secara serentak bersama-sama.

 

Setelah tiupan pertama yang menggoncangkan alam diikuti tiupan kedua, maka ketika dibangkitkan manusia terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok orang-orang kafir dan kelompok orang-orang beriman. Tentang kelompok orang-orang kafir Allah berfirman:

قُلُوبٌ يَوْمَئِذٍ وَاجِفَةٌ

8. Hati manusia pada waktu itu sangat takut,

Inilah hati orang kafir, hati mereka dalam keadaan yang amat sangat ketakutan.

 

أَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ

9. Pandangannya tertunduk,

Tertunduk dalam keadaan hina dan melihat sesuatu yang sangan mengerikan, merasa terhina dan hampir tak kuasa mengangkat pandangan mereka. Allah berfirman, “Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu” (QS. Asy-Syura [42]:45)

 

يَقُولُونَ أَئِنَّا لَمَرْدُودُونَ فِي الْحَافِرَةِ

10. (Orang-orang kafir) berkata: “Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?

Yakni, orang-orang musyrik dari kaum Quraisy serta orang-orang yang mengingkari hari Kiamat. Mereka tidak meyakini dan menjauhkan diri dari hari dibangkitkannya manusia setelah mereka ditempatkan di dalam kubur. Demikian yang dikemukakan oleh Mujahid, dan setelah jasad mereka hancur, tulang belulang mereka berserakan dan hancur. Oleh karena itu mereka mengatakan:

 

أَئِذَا كُنَّا عِظَامًا نَخِرَةً

11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?”

Ibnu ‘Abbas, Mujahid dan Qatadah mengatakan: “Yakni hancur berantakan”. Ibnu ‘Abbas mengatakan: “Yaitu, tulang belulang yang sudah hancur lumat dan angin sudah masuk ke dalamnya.

 

قَالُوا تِلْكَ إِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ

12. Mereka berkata: “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan”.

Muhammad bin Ka’ab mengatakan: “Kaum Quraisy mengungkapkan: ‘Seandainya Allah menghidupkan kita kembali setelah kematian kita, maka kita benar-benar merugi.

 

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ

13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,

Allah akan mengembalikan/membangkitkan seluruh manusia dari kuburnya setelah berada di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman: “Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, Maka tiba- tiba mereka semua dikumpulkan kepada kami.” (QS. Yaasiin [36]: 53)

 

فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

14. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.

Pada tiupan kedua ini seluruh manusia hidup kembali dan bangkit dari kuburnya. Hal ini adalah mudah bagi Allah, bagiNya hanya tinggal mengatakan “Kun” (jadilah), maka jadilah apa yang dikehendakiNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s