Tafsir An-Naazi’aat: 15-26

Allah Ta’ala memberitahu RasulNya Muhammad tentang hamba dan RasulNya Musa, dimana Allah telah mengutusnya kepada Fir’aun dan memperkuat Musa dengan beberapa mukjizat

هَلْ أتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى

15. Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

Ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad dan juga kepada semua manusia, sudah sampaikah kepada kalian semua tentang kisah Musa bin Imran ‘Alaihissalam, Nabi Bani Israil yang paling utama dan termasuk Rasul Ulul ‘Azmi (QS.Al Ahzab [33]: 7)

Nabi Musa diutus kepada orang-orang Yahudi, dan ketika zaman Nabi Muhammad, kaum Yahudi banyak berada di Madinah dan sekitarnya, maka kisah Musa adalah kisah Nabi yang paling sering diceritakan secara terperinci dan lengkap.

Ayat inipun merupakan ajakan bagi orang-orang yang mendengarkan dan mempelajari Al Qur’an untuk menyimak kisah Musa tersebut.

 

إِذْ نَادَاهُ رَبُّهُ بِالْوَادِي الْمُقَدَّسِ طُوًى

16. Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;

Yakni Allah mengajak Nabi Musa berbicara, memanggilnya dengan suaraNya yang didengar oleh Nabi Musa, dalam ayat lain Allah berfirman: “Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)” (QS. 19:52). Thuwa adalah nama lembah tempat Nabi Musa diajak berbicara secara langsung oleh Allah, yaitu salah satu lembah (tempat mengalirnya air) di gunung Thur, disebut suci karena di tempat itulah wahyu turun kepada Nabi Musa.

اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى

17. “Pergilah kamu kepada Firaun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,

Maksudnya adalah Fir’aun sombong, sewenang-wenang dan berlaku zhalim; ia mengakui sesuatu yang bukan miliknya dan mengingkari hak Allah. Fir’aun zaman Nabi Musa adalah seorang raja di Mesir yang mengaku sebagai Tuhan. “Dan berkata Fir’aun, ‘Hai pembesar kaumku, aku tida mengetahui Ilah (sesembahan) bagimu selain aku’.” (QS. 28: 38). Ayat inipun merupakan pengangkatan Nabi Musa sebagai Rasul. Dalam ayat lain (QS. 20: 43) Allah memerintahkan Nabi Musa mendatangi Fir’aun berdua dengan saudaranya Nabi Harun.

 

فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى

18. dan katakanlah (kepada Firaun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”

Allah memerintahkan kepada Musa untuk mengatakan kepada Fir’aun: “Apakah kamu mau memenuhi ajakan kepada suatu jalan yang dapat kamu jadikan untuk membersihkan diri?” yakni untuk berserah diri kepada Allah dan menaatiNya. Merupakan sebuah ajakan kepada Fir’aun untuk mensucikan kejahatan dan kerusakan kepada dirinya.

Perhatikanlah bagaimana Nabi Musa berdakwah kepada Fir’aun dengan ajakan yang lembut, bukan dengan paksaan yang keras; maka hendaklah kita mencontoh beliau untuk berlemah lembut dalam berdakwah, karena kita tidak lebih baik dari Nabi Musa dan orang yang kita dakwahi tidak lebih jelek dari Fir’aun. Wallohu a’lam

 

وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى

19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?”

Yakni, Nabi Musa ingin menunjukkan kepada Fir’aun agama Allah yang akan mengantarkannya kepada Allah, supaya Fir’aun takut kepadaNya, yakni takut yang didasari ilmu, takuk yang membawanya kepada ketaatan; kata khasyyah berarti takut yang didasari ilmu, jika rasa takut tersebut tidak didasari ilmu maka disebut khauf.

 

Akan tetapi manusia tidak mempercayai dan menerima pengakuan seseorang yang mengaku sebagai Rasul kecuali dengan membawa mukjizat, dan Allah membekali setiap RasulNya dengan mukjizat.

 

فَأَرَاهُ الآيَةَ الْكُبْرَى

20. Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.

Nabi Musa memperlihatkan kepada Fir’aun bukti yang jelas mengenai kebenaran yang dibawanya dari sisi Allah. Diantara mukjizat Nabi Musa adalah, tongkat kayu yang berubah menjadi ular besar yang bergerak ketika diletakkan di tanah dan kembali ke bentuk semula ketika diambil oleh Nabi Musa, kemudian tangannya yang mampu menjadi putih cemerlang setelah dimasukkan ke dalam sakunya, serta mampu membelah laut dengan tongkatnya, dengan mukjizat-mukjizatnya Nabi Musa mampu mengalahkan Fir’aun dan tukang-tukang sihirnya.

Begitu pula dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mukjizat terbesarnya yaitu Al Qur’an, Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.” (QS.Al Israa’ [17]:88)

Meski demikian tugas para Rasul tersebut adalah menyampaikan kabar gembira dan memberikan peringatan. Orang yang tidak ada kesiapan menerima hidayah pasti tidak akan mendapat petunjuk meski didatangkan seluruh kebesaran Allah di hadapannya.

فَكَذَّبَ وَعَصَى

21. Tetapi Firaun mendustakan dan mendurhakai.

Fir’aun mendustakan kabar dan mendurhakai perintah Allah yang disampaikan oleh Nabi Musa, bahkan ia mengatakan, “Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila”. (QS. Asy Su’araa [26]: 27). Pengetahuannya tentang kebenaran yang dibawa Nabi Musa tidak membuatnya beriman, bahkan ia kufur lahir dan batin.

 

ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى

22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).

Yakni, Fir’aun membelakangi Nabi Musa dan bersegera untuk menantang Nabi Musa. Fir’aun melihat mukjizat Nabi Musa sebagai suatu sihir, maka ia mengumpulkan tukang-tukang sihirnya yang terhebat untuk melawan Nabi Musa.

 

 

 

فَحَشَرَ فَنَادَى

23. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.

Fir’aun mengumpulkan kaumnya dan memanggil mereka dengan suara keras agar bisa lebih kuat dalam menghalangi kaumnya mengikuti ajakan Nabi Musa.

 

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الأعْلَى

24. (Seraya) berkata: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.

Fir’aun menyombongkan dirinya dan mengakui sesuatu yang tida dimilikinya, ia mengaku bahwa ia adalah Tuhan yang paling tinggi yang tidak ada lagi Tuhan yang lebih tinggi darinya. Ia menyombongkan sungai-sungai dan kerajaannya yang luas, ia berkata kepada kaumnya, “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir Ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai Ini mengalir di bawahku; Maka apakah kamu tidak melihat(nya)? Bukankah Aku lebih baik dari orang yang hina Ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS. Az Zukhruf [43]: 51-52)

Akan tetapi yang terjadi adalah Allah tenggelamkan Fir’aun ke dalam air yang dibanggakannya itu, dan Allah menyerahkan kerajaan Mesir kepada Bani Israil yang dahulu ia pandang lemah.

 

فَأَخَذَهُ اللَّهُ نَكَالَ الآخِرَةِ وَالأولَى

25. Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.

Allah menimpakan adzab kepada Fir’aun, sekaligus untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang seperti Fir’aun, melampaui batas dan berbuat sewenang-wenang di dunia hingga hari Kiamat, bahwa Allah menjadikan seseorang yang dianggpap besar dan hebat di dunia menjadi bagian dari orang-orang yang paling hina di sisi Allah.

 

إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لِمَنْ يَخْشَى

26. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).

Yakni pada kisah diutusnya Nabi Musa dan Nabi Harun kepada Fir’aun, dari dialog diantara mereka, penolakan dan kesombonan Fir’aun untuk menolak mengikuti ajakan Nabi Musa, terdapat pelajaran yang sangat besar, bagi orang-orang yang takut kepada Allah dengan ilmu ia akan menghayati dan mengambil pelajaran tentang dunia dan akhirat dari peristiwa yang terjadi antara Nabi Musa dan Fir’aun.

Begitu pula hendaknya kita mempelajari kisah para Nabi dan Rasul lainnya baik yang disebutkan dalam Al Qur’an ataupun yang diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terlebih lagi untuk mempelajari dan mengambil pelajaran dari kisah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya, beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Wallohu a’lam

 

Maraji:

  • Al Qur’an dan terjemahannya
  • Tafsir ibnu Katsir jilid 8, Pustaka Imam Syafi’i
  • Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Pustaka At-Tibyan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s