TAFSIR QS. AT-TAKWIR [81]: 1-14

Assalamu ‘alaikum, sebelumnya saya memohon kekuatan dari Allah Ta’ala sehingga mampu lebih baik lagi dalam mengelola blog ini, kemudian saya minta maaf kepada saudaraku sekalian,karena tidak mampu menepati janji untuk mengadakan postingan baru setiap pekan, dikarenakan kesibukan pekerjaan saya dan koneksi internet yang agak terganggu. Pada postingan kali ini, melanjutkan kajian tafsir kita yaitu tentang Surat At Takwir [81] ayat 1-14   إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

  1. Apabila matahari digulung?

At-Takwir berarti melipat dan menggulung sesuatu, seperti sorban digulung di kepala. Matahari akan berubah menjadi tumpukan yang besar dan luas pada hari Kiamat nanti. Allah akan menggulung dan melipatnya sehingga sinarnya menghilang. (lihat Shahih Bukhari kitab Bad’ul Khalqi, bab: Sifat Matahari dan Bulan)Kemudian Allah melemparkannya ke dalam Neraka untuk membuat marah orang-orang yang menyembahnya selain Allah. وَإِذَا النُّجُومُ انْكَدَرَتْ

  1. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan?

Yakni, pada hari Kiamat nanti bintang-bintang akan berjatuhan dan berserakan dari tempatnya. وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

  1. Dan apabila gunung-gunung dihancurkan?

Yakni, pada hari Kiamat, gunung-gunung yang besar, kokoh dan menjulang tinggi itu akan hancur menjadi debu. وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ

  1. Dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (Tidak diperdulikan)?

Yaitu unta-unta betina yang bunting dan telah sempurna sepuluh bulan masa mengandungnya. Unta seperti ini adalah harta yang paling berharga bagi orang Arab, yang akan diperhatikan, dijaga, diurus dan dilindungi dengan baik. Namun di hari Kiamat nanti semua akan hilang, tidak akan diperhatikan sedikitpun, karena pada saat itu setiap orang akan sibuk menghadapi urusan besar dan menakutkan sehinga ia melupakan segala sesuatu. وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ

  1. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan?

Yaitu seluruh jenis binatang, Allah Ta’ala berfirman: “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab*, Kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al An’aam [6]:38)   Sebagian ahli tafsir menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu Telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.   Pada hari Kiamat nanti seluruh binatang akan dikumpulkan dan diadili, dan manusia akan menyaksikannya. Binatang yang tidak bertanduk akan menuntut balas kepada binatang bertanduk yang menanduknya, maka setelah binatang itu di-qishah Allah Ta’ala akan merubah mereka menjadi tanah. وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ

  1. Dan apabila lautan dijadikan meluap?

Pada hari Kiamat, lautan yang luas dan besar itu akan dipanaskan dengan api yang besar sehingga keringlah bumi dan tidak tersisa lagi air di atasnya, sebab lautan luas yang berisi air akan dipanaskan sehingga menjadi api. وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ

  1. Dan apabila ruh-ruh dipertemukan?

Yakni masing-masing jiwa akan dipertemukan dengan sejenisnya, akan dikumpulkan dengan golongannya. Orang-orang zhalim akan dikumpulkan dengan  yang zhalim, orang baik-baik akan dikumpulkan dengan yang baik, umat ini akan dikumpulkan satu sama lainnya. “Dan dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. dan dialah yang Maha pelindung lagi Maha Terpuji”. (QS.Asy Syuura [42]: 28) وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ

  1. Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya?

Yaitu bayi-bayi yang baru lahir ketika perempuan akan dibunuh hidup-hidup, adat istiadat seperti ini terjadi pada masa jahiliyah disebabkan kebodohan dan buruk sangka mereka kepada Allah, serta ketidaksabaran mereka menghadapi celaan orang lain.   Sebagian dari mereka ada yang tega mengubur anak perempuannya hidup-hidup, ada yang menguburnya sebelum anak tersebut baligh, dan ada pula yang menguburnya setelah baligh. Mereka tidak punya rasa kasih sayang sedikitpun terhadap anak-anak perempuan mereka. بِأَيِّ ذَنْبٍ قُتِلَتْ 9.  Karena dosa apakah dia dibunuh? Yakni, pada hari Kiamat nanti bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup tersebut ditanyakan apakah kesalahan mereka sehingga mereka dikubur hidup-hidup oleh orang tua mereka, maka jawabannya adalah jelas mereka tidak mengetahui kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga orang tua mereka tega mengubur mereka hidup-hidup.   Bila ditanyakan: “Bagaimana mungkin ia yang ditanya sedangkan ia adalah pihak yang dizhalimi? Dialah yang dikubur hidup-hidup, terkadang ia dikubur sebelum mencapai usia baligh dan belum dikenai kewajiban apapun. Lalu bagaimana mungkin ia yang ditanyai?   Maka jawabnya adalah: tujuan ia ditanya adalah untuk menghinakan orang yang telah menguburnya hidup-hidup. Ia akan ditanya dihadapannya, “Karena dosa apakah engkau dikubur hidup-hidup?”. Maka ini adalah pertanyaan yang tidak dapat dijawab, maka tujuan pertanyaan seperti ini adalah untuk menghina orang yang menzhaliminya. وَإِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْ

  1. Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka?

Yakni buku catatan malaikat-malaikat pencatat, yang berisi setiap amal yang dilakukan seseorang, baik perbuatan ataupun perkataan, semuanya telah ditulis dan dicatat dalam buku catatan amal di tangan para malaikat yang terpercaya, mulia dan selalu mencata segala amal yang dilakukan seseorang, sehingga nanti pada hari Kiamat,   “Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir”. (QS. Qaaf [50]: 18)   Dan tiap-tiap manusia itu Telah kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu Ini sebagai penghisab terhadapmu”. (QS. Al Israa [17]: 13-14)   Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari, kitab al Adab, bab: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan mengganggu tetangganya no.5559) وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ 11.  Dan apabila langit dilenyapkan? Yakni langit yang kuat. Pada hari Kiamat nanti akan hilang, lenyap dari tempatnya, sebagaimana kulit dihilangkan dan dipisahkan dari dagingnya. Dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya”. (QS. Az Zumar [39]: 67)   (yaitu) pada hari kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas”. (QS. Al Anbiyaa [21]: 104) Permisalannya adalah seperti seorang penulis yang menggulung lembaran kertasnya setelah selesai menulis untuk menjaga agar lembaran tersebut tidak sobek dan tulisannya tidak terhapus.   Langit akan dibiarkan kosong dan sebagai gantinya ‘Arasy lah yang akan berada di atas manusia, Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka”. (QS. Al Haaqqah [69]: 17) وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

  1. Dan apabila neraka Jahim dinyalakan?

Disebut Neraka Jahim karena dasarnya sangat dalam dan suasana di dalamnya sangat gelap, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; …” (QS. At Tahrim [66]: 6) وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

  1. Dan apabila Surga didekatkan?

Surga adalah tempat orang-orang bertaqwa, yang di dalamnya terdapat beraneka ragam kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan belum pernah terbetik dalam hati manusia.   Apabila diperhatikan, maka didapati bahwa dari ayat 1-13 adalah berupa pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya membuat manusia berfikir, jika semua perkara yang dipertanyakan pada ayat-ayat sebelumnya terjadi, maka sebagai jawabannya Allah berfirman:   عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ

  1. Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang Telah dikerjakannya.

Yakni mengetahui semua kebaikan dan kejahatan yang telah dilakukannya, amal yang telah diperbuat selama di dunia akan dihadirkan di hadapannya, yang diketahui ataupun tidak, yang dilakukan secara sadar ataupun tidak, yang ia ingat ataupun tidak.   Perkara-perkara yang Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat-ayat di atas adalah kebenaran yang wajib diimani dengan sebenar-benarnya keimanan seolah-olah kita melihatnya dengan mata kepala sendiri. Setelah diimani maka wajib bagi kita untuk mengamalkan segala konsekuensinya berupa mengikuti nasihat dan peringatan, mengerjakan kewajiban, meninggalkan larangan.   Maraji:

  • Al Qur’an dan terjemahannya
  • Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Pustaka At-Tibyan

Penyusun: Abu Ayyub Abdillah ibnu Syamsi › tirtakusuma2@gmail.com HP. 085797432969

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s