TAFSIR QS.AL INFITHAAR [82]: 1-12

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

  1. Apabila langit terbelah,

Yakni, terbelah merekah, seperti yang Allah Ta’ala firmankan dalam ayat lain: “Apabila langit terbelah, Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh” (QS. Al Insyiqaaq [84]: 1-2)

وَإِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ

  1. Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

Yakni, seluruh bintang-bintang, baik yang kecil maupun yang besar berserakan, bertebaran dan berjatuhan karena alam semesta sudah habis masanya.

 

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

  1. Dan apabila lautan menjadikan meluap,

Yakni, saling menghantam satu sama lain sehingga meluap memenuhi bumi.

 

وَإِذَا الْقُبُورُ بُعْثِرَتْ

  1. Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

Yakni, orang-orang yang telah mati dikeluarkan dari dalam kubur, kemudian berdiri menghadap Allah Ta’ala. Apabila keempat ayat di atas terjadi, maka:

 

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

  1. Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang Telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

Setiap jiwa pada hari itu akan mengetahui dengan pasti amalan-amalan yang telah dikerjakannya dan apa saja yang telah dilalaikannya. Allah Ta’ala  akan membentangkan di hadapan manusia sebuah kitab yang terbuka, kemudian Allah Ta’ala berkata: “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu”.

Maksud firman Allah Ta’ala ini adalah memberi peringatan kepada seluruh hamba, agar tidak menyelisihi perintah Allah Ta’ala dan RasulNya, ia kelak akan tahu akibatnya dan akan dihisab.

 

يَا أَيُّهَا الإنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

  1. Hai manusia, apakah yang Telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.

Ada yang mengatakan yang dimaksud manusia disini adalah orang-orang kafir, namun bila secara umum kepada manusiapun bisa, karena manusia memiliki tabiat dasarnya suka berbuat zhalim, suka berbuat aniaya dan kufur.

Allah Ta’ala berfirman kepada manusia, apakah yang membuatmu terpedaya sehingga kamu mendustakan hari Berbangkit, mendurhakai perintah Allah Ta’ala dan laranganNya, bahkan ada pula yang mengingkari keberadaanNya.

 

الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ

  1. Yang Telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

    Allah Ta’ala menciptakan manusia dari tiada tanpa contoh sehingga adanya dengan bentuk yang sempurna. Sepasang tangan yang sama panjang, sepasang kaki yang sama panjang, sepasang jari jemari yang sama panjangnya sesuai dengan bantuk tangan dan kakinya. Demikian Allah Ta’ala ciptakan manusia dalam bentuk sempurna dalam setiap detailnya.

Menjadikan tubuh manusia tegak lurus dalam bentuk yang sempurna.

 

فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

  1. Dalam bentuk apa saja yang dia kehendaki, dia menyusun tubuhmu.

Yakni, Allah Ta’ala membentuk tubuhmu dalam bentuk yang Dia kehendaki. Ada manusia yang cantik rupanya, ada yang jelek, ada yang kulitnya putih, merah ataupun hitam. Allah Ta’ala menciptakan dan menyusum manusia sesuai dengan kehendakNya.

 

كَلا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِالدِّينِ

  1. Bukan Hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

Yakni, dengan penciptaan dan pemberian yang sempurna seperti itu manusia masih saja mendustakan hari Pembalasan. Bahkan ada pula manusia yang mengatakan “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan dunia saja, kita mati dan hidup dan kita tidak akan dibangkitkan kelak”. Manusia juga banyak yang tidak mengakui agama yang dibawa para Rasul.

 

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ

  1. Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada (Malaikat-malaikat) yang Mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِينَ

  1. Yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

  1. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Setiap manusia selalu diawasi oleh malaikat pengawas yang mencatat seluruh amal perbuatannya.

Setiap manusia selalu diawasi oleh malaikat yang mulia, malaikat-malaikat tersebut tidaklah tercela, mereka memiliki sifat mulia yang tidak akan menzhalimi siapapun. Mereka tidak akan mencatat apa yang tidak dilakukan dan tidak akan melewatkan apa yang telah dilakukan manusia.

Malaikat-malaikat tersebut menyaksikan apa yang dilakukan atau mendengat yang manusia katakan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang ingin berbuat kebaikan namun ia belum sempat melakukannya, maka akan ditulis baginya satu kebaikan. Dan barangsiapa yang ingin berbuat kejahatan dan tidak melakukannya maka akan ditulis baginya satu kebaikan yang sempurna”. (Muttafaq ‘Alaih. Bukhari no.6491, Muslim no.131)

Disebabkan ia meninggalkan kejahatan itu karena Allah Ta’ala semata, kemudian Allah memberikan pahala, sedang yang pertama, mendapat pahala kebaikan hanya karena keinginannya berbuat baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maraji:

  • Tafsir ibnu Katsir jilid 8, Pustaka Imam Syafi’i
  • Tafsir Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Pustaka At-Tibyan
  • Qur’an in word
  • Hadits Web3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s