RINGKASAN HADITS-HADITS TIDAK BENAR YANG TENAR SEPUTAR RAMADHAN

Sengaja kami sampaikan disini sebagian hadits lemah dan palsu seputar Ramadhan agar kita di bulan yang penuh berkah ini dapat menjalani ibadah dengan sempurna berdasarkan petunjuk Rasulullah, bukan berlandaskan dengan hadits-hadits yang lemah apalagi tidak ada asalnya.

 

  1. Kalaulah seandainya kaum muslimin tahu apa yang ada didalam Ramadhan, niscaya umatku akan berangan-angan agar satu tahun Ramadhan seluruhnya. Sesungguhnya surga dihiasi untukRamadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya ..” Hinggaakhir hadits ini.Hadits ini Palsu.

  1. Bulan Ramadhan itu permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan), dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka. Hadits munkar.

 

  1. Shalat Jum’at di Madinah seperti seribu shalat di tempat lain, dan puasa bulanRamadhan di Madinah seperti puasa seribu bulan di tempat lain.Hadits –dengan lafadz seperti. Ini- adalah maudhu’ (palsu).

 

  1. Anas berkata, Nabi pernah ditanya, “Puasa apa yang paling utamasetelah Ramadhan?” Beliau menjawab, “(Puasa) Sya’ban untuk mengagungkanRamadhan.” Beliau ditanya lagi, “Shadaqah manakah yang lebih utama?” Beliaumenjawab, “Shadaqah di bulan Ramadhan.”Hadits dha’if.

 

  1. Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat. Sanad hadits ini sangat lemah.

 

  1. Anas berkata, Nabi pernah ditanya, “Puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan?” Beliau menjawab, “(Puasa) Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan.” Beliau ditanya lagi, “Shadaqah manakah yang lebih utama?” Beliaumenjawab, “Shadaqah di bulan Ramadhan.” Hadits dha’if.

 

  1. Jika datang malam pertama bulan Ramadhan, Allah melihat kepada makhlukNya, dan jika Allah telah melihat hambaNya, maka Allah tidak akan mengadzabnya untuk selamanya, di setiap malam dan Allah memiliki satu juta jiwa yangdibebaskan dari api neraka. Hadits maudhu’ (palsu).

 

  1. Orang yang berpuasa Ramadhan ketika safar seperti orang yang berbuka ketikamukim. Hadits munkar.

 

  1. Barangsiapa beri’tikaf sepuluh hari di bulan Ramadhan, maka sama pahalanyaseperti dua kali dan dua kali umrah. Hadits maudhu’ (palsu).

 

  1. Orang yang berpuasa dicatat sebagai orang yang sedang ibadah, kendati pun ia tidur di atas ranjangnya. Hadits Palsu.

 

Apabila ada hadits-hadits lemah dan palsu yang kami sampaikan ternyata salah, silahkan sampaikan bukti bahwa hadits-hadits tersebut tidak lemah dan palsu.

Demikian semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan agar dapat terhindar dari hal-hal yang merusak puasa Ramadhan kita dan memahami apa yang harus dilakukan jika kita telah terlanjur melakukan perbuatan yang merusak puasa. Wallahu a’lam.

 

 

Lebih lengkapnya silahkan lihat:

  • Sifat Puasa Nabi, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly & Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid
  • Hadits-Hadits Dha’if SeputarRamadhan, Disalin dari majalah As-Sunnah 07/VII/1424H hal 10 – 15 oleh Ustadz Arif Syarifuddin, Lc
  • Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s