Apakah menggerakkan jari ketika tasyahud?

Dari Sdri. Azizah (Jambi) 08560945XXXX

Pertanyaan: Assalamu’alaikum. Kalau dalam Shalat itu ketika tahiyat awal ataupun akhir, jari telunjuk kita itu digerakin ngga sih?

Jawab: Wa’alaikum salam. Digerakkan boleh tidak digerakkanpun tidak mengapa, yang pentingnya adalah berisyarat dengan mengangkat jari telunjuk kanan.

Letak tangan ketika duduk

Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar di paha kiri

Ibnu ‘Umar menceritakan tentang shalat Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Apabila (beliau) duduk dalam shalat, meletakkan telapak tangannya yang kanan di atas pahanya yang kanan dan memegang seluruh jari-jarinya dan berisyarat dengan jari yang mengiringi ibu jarinya (yaitu jari telunjuk) dan meletakkan telapak tangannya yang kiri di atas pahanya yang kiri”. (HR. Muslim no.580, Nasa-i no.1267, Abu Dawud no.987).

 

Berisyarat dengan telunjuk, boleh digerakkan boleh tidak digerakkan

Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir, berisyarat dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya. Kadang pada suatu shalat digerakkan pada shalat lain boleh juga tidak digerak-gerakkan.

“Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau menggerak- gerakkannya berdo’a dengannya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).

Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak menggerakannya.” (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).

Dalam hadits riwayat Muslim dan Abu Uwanah disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam merenggangkan telapak tangan kiri diatas lutut kirinya. Tetapi Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam menggenggam semua jari tangan kanannya dan mengacungkan telunjuknya ke kiblat. Lalu mengarahkan pandangan mata ke telunjuknya.

Pada riwayat yang sama disebutkan bahwa ketika Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam mengacungkan telunjuknya ibu jarinya memegang jari tengah. Terkadang ibu jari dan jari tengahnya membentuk lingkaran.

Dari Nafi’ ia berkata: “Adalah Ibnu ‘Umar apabila duduk dalam shalat meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya, dan berisyarat dengan jari (telunjuk)nya dan diiringi dengan penglihatannya (ke arah jari tersebut), kemudian berkata: “Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jari telunjuk ini benar-benar lebih keras bagi syaithan dari pada besi”.” (HR. Ahmad no.6000)

Sebagian sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mengambil suatu perbuatan atau meniru perbuatan sahabat yang lain yaitu menggerakkan telunjuknya sambil berdoa. Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan ini dalam dua tasyahhudnya (tasyahhud awal dan akhir).

Dalam hadits riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Nasa’i disebutkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah melihat seorang sahabat berdoa sambil mengacungkan dua jarinya. Lalu Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda sambil mengacungkan telunjuknya kepada orang itu ”Satu saja! Satu saja!.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s