TATACARA & ETIKA BERDO’A PADA ALLAH TA’ALA (2)

11. Berdoa tidak boleh dengan suara keras

Berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, tidak perlu dengan suara yang keras, karena itu bukanlah etika dan adab berdoa yang dicontohkan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, bahkan beliau صلى الله عليه وسلم melarangnya.

Perhatikan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al A’roof (7) ayat 55 :

Berdo’alah kepada Robb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allooh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Juga perhatikanlah sebuah hadits dari Abu Musa al Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata bahwa, “Orang-orang mengangkat suaranya bertakbir dan berdo’a, kemudian Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Hai sekalian manusia, kasihanilah diri kalian, sesungguhnya kalian tidak berdo’a kepada Robb yang tuli dan tidak juga jauh. Sesungguhnya yang kalian berdo’a kepada-Nya adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat, dan Dia bersama kalian.” (Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no : 6610 dari Abu Muusa رضي الله عنه)

12. Berdoa hendaknya benar-benar dengan perasaan sangat butuh kepada Allooh سبحانه وتعالى

Karena merasa butuh, maka hendaknya kita yang selalu datang mendekat kepada Allooh سبحانه وتعالى , meminta lagi dan meminta lagi. Seolah-olah kita “merengek-rengek” kepada Allooh سبحانه وتعالى. Bahkan mungkin dengan menangis dan berulang-ulang serta bersungguh-sungguh dalam berdoa.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam Ibnu Hibban رحمه الله no: 889, dari ‘Aa’isyah رضي الله عنها, dan menurut Syaikh Syu’aib Al Arnaa’uth Sanadnya Shohiih sesuai dengan Syarat Imaam Al Bukhoory dan Imaam Muslim, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,

Jika salah seorang dari kalian itu meminta dan berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka perbanyaklah dan seringlah memintanya.”

Maksudnya, jangan hanya ketika sedang butuh saja maka datang meminta berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, kalau tidak butuh maka tidak meminta. Kalau sedang ingat, maka meminta; lalu kalau lupa maka tidak meminta. Kalau sedang susah, maka meminta; tetapi kalau sedang senang, maka tidak meminta. Janganlah seperti itu.

Perhatikanlah pula firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. As Sajdah (32) ayat 16:

س  تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفاً وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Artinya:

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.”

 13. Berdoa hendaknya dengan doa yang ma’tsuur

Doa yang Ma’tsuur adalah doa yang landasannya itu adalah berasal dari Al Qur’an dan atau dari Sunnah Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang shohiihah.

14. Kita hendaknya berdoa dengan lafadz-lafadz yang Allooh سبحانه وتعالى mendengarnya, bila kita memohon dengan lafadz-lafadz tersebut

Ada beberapa lafadz, misalnya:

Ya Hayyu, ya Qoyyuum, ya Dzal Jalaali wal Ikroom

(Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia)

Bila anda berdoa, hendaknya lafadz panggilan tersebut sering digunakan. Karena lafadz tersebut adalah termasuk yang diberitakan oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم kepada kita, bahwa Allooh سبحانه وتعالى suka dipanggil dengan seruan tersebut diatas.

Dalam Hadits riwayat Imaam At Turmudzy رحمه الله no: 3524, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,

Perbanyaklah, teruslah berdoa dengan, ‘Ya Dzal Jalaali wal Ikroom’ (Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia).”

 

15. Berdoa dengan banyak menyebut nama-nama Allooh سبحانه وتعالى

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam Abu Daawud رحمه الله no: 1495 dan Imaam At Turmudzy رحمه الله no: 3475, dari Shohabat ‘Abdullooh bin Buraidah dari ayahnya رضي الله عنهما, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda ketika ada seseorang yang berdoa dengan mengucapkan:

Alloohumma inni as-aluka annii asyhadu annaka antalloohu Laa ilaha illa anta al ahadu ashshomadu, alladzi lam yalid walam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad.”

(Ya Allooh, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, bahwa aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allooh yang tidak ada yang berhak untuk diibadahi dengan sebenarnya, kecuali hanyalah Engkau, Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan dan tidak ada yang serupa dengan-Nya apapun juga)

Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم lalu bersabda:

Sungguh kamu telah meminta kepada Allooh dengan nama yang jika diminta dengannya Allooh akan memberi dan jika diseru dengannya, niscaya Allooh akan mengabulkannya.”

Jadi, jika kita berdoa dengan menyeru Allooh seperti itu, Allooh سبحانه وتعالى akan berikan apa yang kita inginkan.

Itulah salah satu kiat supaya doa kita dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى.

Dalam Hadits yang lain, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم mendengar ada seseorang sedang sholat kemudian berdoa:

Alloohumma inni as-aluka bi anna lakalhamdu Laa ilaaha illa anta, almannaanu badi’ussamaawati wal ardhi, yaa dzal jalaali wal ikroom, yaa Hayyu, yaa Qoyyuum.”

(Artinya: Ya Allooh, sungguh aku bermohon kepada-Mu bahwa bagi Engkau lah segala pujian yang tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenarnya kecuali hanyalah Engkau, yang Maha Pemberi Karunia, Pencipta langit dan bumi, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan, wahai Yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri)

Maka Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:

Sungguh dia telah bermohon kepada Allooh dengan Nama-Nya yang Agung, yang jika Dia dimohon dengannya, Allooh kabulkan dan jika diminta dengannya, Allooh akan memberi.” (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 1497, Imaam Ibnu Maajah no: 3858 dan Imaam An Nasaa’i no: 1300, dari Shohabat Anas bin Maalik رضي الله عنه)

Jadi jika seseorang meminta kepada Allooh سبحانه وتعالى dengan Nama-Nya yang Agung, apabila seseorang berdoa seperti itu, maka Allooh سبحانه وتعالى akan memberi dan bila Allooh سبحانه وتعالى diseru dengan kalimat itu maka Allooh akan kabulkan permintaannya.

Maka hendaknya kita berdoa juga dengan menggunakan lafadz-lafadz seperti demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s