BEBERAPA PERKARA PENTING DALAM BERDOA (1)

Bukan merupakan kiat atau etika secara langsung, tetapi berkaitan erat dengan masalah kita berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, yakni:
1. Kalau kita berdoa, meminta kepada Allooh سبحانه وتعالى, maka hendaknya kita menjauhkan diri dari hal-hal yang menghalangi dari dikabulkannya suatu doa
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam At Turmudzy رحمه الله, sebagaimana telah dijelaskan diatas, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Tidak seorang pun yang berdoa dengan doa apa saja kecuali Allooh سبحانه وتعالى berikan apa yang ia minta, atau Allooh سبحانه وتعالى akan hindarkan ia dari apa yang ia tidak sukai, kecuali ia berdoa dengan sesuatu yang mengandung dosa atau memutuskan silaturohim.”
Maksudnya, orang yang memutuskan silaturohim, doanya tidak akan didengar oleh Allooh سبحانه وتعالى. Oleh karena itu, janganlah memutuskan silaturohim, karena di akherat tidak akan masuk surga dan di dunia pun doanya tidak akan terkabul.

2. Makanan, minuman, pakaian yang harom itu menghalangi terkabulnya suatu doa

Dari Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Ada tiga macam doa yang mustajab, tidak ada keraguan didalamnya yakni:1) Orangtua yang mendoakan terhadap anaknya, 2) Seorang musafir fii sabiilillaah, 3) Orang yang di-dzolimi.” (Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 1538, Imaam At Turmudzy no: 1905, dan Imaam Ibnu Maajah no: 3862)
Namun, makan dan minum dari yang harom serta mengkonsumsi barang harom berupa makanan, minuman, pakaian dan hasil usaha yang harom dapat menyebabkan terhalang dikabulkannya suatu doa.
Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam Muslim رحمه الله no: 2393 dan Imaam At Turmudzy رحمه الله no: 2989, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, dimana ia berkata… Kemudian Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Ada orang yang berlama-lama dalam safarnya, sampai rambutnya kusut, banyak debunya, tetapi ketika ia menengadahkan kedua tangannya ke langit mengatakan, ‘Ya Allooh, ya Allooh.’ Padahal makanannya harom, minumannya harom, pakaiannya harom, konsumsinya harom. Maka bagaimana Allooh akan kabulkan jika demikian?”

Jadi seorang musafir sekalipun, doanya bisa terhalang dari dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى apabila ia mengkonsumsi makan, minum dan pakaian ataupun hasil usaha yang harom.

3. Meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, menghalangi terkabulnya suatu doa
Dalam Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 2169 dari Shohabat Hudzaifah رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,
“Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian menyuruh yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran atau (kalau kalian tidak lakukan, maka pasti) Allooh akan menurunkan siksa kepada kalian, hingga kalian berdoa kepada-Nya, tetapi tidak dikabulkan.”

Telah diriwayatkan oleh Al Imam Al Turmudzy رحمه الله di dalam Sunannya, kitab “Al Fitan” Jilid 4/495 melalui salah seorang shohaby bernama ‘Imron bin Hushoin رضي الله عنه. Lalu Ibnu Abid Dunya, dalam kitabnya “Dzammul Malaa’hi” (“Tercelanya berbagai alat lahwun/ alat-alat yang melalaikan”) melalui salah seorang shohaby, Anas bin Maalik رضي الله عنه, dan haditsnya dishohiihkan oleh Syaikh Nasiruddin Al Albaany رحمه الله dalam Silsilah Hadits Shoohih no: 2203; bahwa Rosuul Muhammad صلى الله عليه وسلم bersabda:
“Di tengah-tengah ummat ini akan terjadi tanah longsor, tsunami dan lemparan dari atas langit.” Salah seorang shohabat lalu bertanya, “Wahai Rosuul, kapankah itu?” Rosuul صلى الله عليه وسلم menjawab, “Jika telah nampak musik, semakin banyak penyanyi wanita dan khomr (minuman keras) telah diminum.”

4. Jangan berdoa yang tidak baik terhadap diri sendiri, anak dan harta kita
Maksudnya, janganlah mengutuk diri sendiri, mengutuk anak ataupun mengutuk harta kita dan sejenisnya. Yang demikian itu adalah tidak boleh, karena itu termasuk perkara yang dilarang oleh Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Dalam suatu Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 7705, dari Shohabat Jaabir رضي الله عنه, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
Janganlah kalian mendoakan kejelekan terhadap diri kalian, jangan pula terhadap anak-anak kalian dan terhadap harta-harta kalian. Bisa saja Allooh akan tepatkan suatu waktu, dimana Allooh akan penuhi sesuai dengan apa yang kalian ajukan tadi).

5. Jangan keterlaluan didalam meminta kepada Allooh سبحانه وتعالى
Dalam Hadits Riwayat Imaam Ibnu Maajah no: 3862, bahwa:
“Suatu hari seorang Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang bernama ‘Abdullooh bin Mughoffal رضي الله عنه mendengar anaknya berdoa,
اللهم إني أسألك القصر الأبيض عن يمين الجنة إذا دخلتها . فقال أي بني سل الله الجنة وعد به من النار . فإني سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم
: يقول سيكون قوم يعتدون في الدعاء
“Ya Allooh, aku memohon kepada engkau istana yang putih disebelah kanan surga, jika aku memasukinya.”
Ketika itu maka ‘Abdullooh bin Mughoffal رضي الله عنه pun berkata kepada anaknya,
“Wahai anakku, mintalah kepada Allooh surga dan mintalah dilindungi dari api neraka. Sebab sesungguhnya aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, ‘Akan muncul suatu kaum dimana mereka berlebih-lebihan dalam berdoa’.”
Maksudnya, kalau kita meminta surga, maka tentulah semua isi surga adalah untuk kita. Dan bila kita meminta terhindar dari neraka, maka tentulah dihindarkan dari semua isi neraka. Jadi tidak perlu disebutkan apa isi surga dan apa isi neraka dalam doa kita. Itulah yang dimaksud dengan “berlebih-lebihan” dalam berdoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s