BEBERAPA PERKARA PENTING DALAM BERDOA (2)

6. Boleh berdoa dengan bertawassul (dengan tawassul yang benar caranya)
Tawassul yang diperbolehkan (yang benar) itu hanya ada 3, yakni:
a) Boleh bertawassul dengan Nama-Nama Allooh سبحانه وتعالى
b) Boleh bertawassul dengan amal shoolih yang pernah kita lakukan
c) Boleh bertawassul dengan doanya orang shoolih yang masih hidup

a. Bertawassul dengan Nama-Nama Allooh سبحانه وتعالى dalam berdoa itu dalilnya adalah dalam QS. Al-A’rof (7) ayat 180:
وَلِلّهِ الأَسْمَاء الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُواْ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَآئِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Artinya:
“Hanya milik Allooh asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) Nama-Nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
Berarti berdoa dengan cara bertawassul menggunakan Nama-Nama Allooh سبحانه وتعالى yang baik itu adalah diperbolehkan. Karena yang demikian itu justru diperintahkan oleh Allooh سبحانه وتعالى.

b.Bertawassul dengan amalan shoolih adalah sebagaimana Hadits yang mengisahkan tentang 3 orang yang terkurung didalam gua. Mereka lalu berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى sambil bertawassul dengan amalan shoolih yang pernah dilakukannya. Maka yang seperti ini pun boleh, karena ada dalilnya dan Haditsnya adalah shohiih dari Imaam Al Bukhoory no: 3465 sebagai berikut:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ يَمْشُونَ إِذْ أَصَابَهُمْ مَطَرٌ فَأَوَوْا إِلَى غَارٍ فَانْطَبَقَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ إِنَّهُ وَاللَّهِ يَا هَؤُلَاءِ لَا يُنْجِيكُمْ إِلَّا الصِّدْقُ فَليَدْعُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْكُمْ بِمَا يَعْلَمُ أَنَّهُ قَدْ صَدَقَ فِيهِ فَقَالَ وَاحِدٌ مِنْهُمْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي أَجِيرٌ عَمِلَ لِي عَلَى فَرَقٍ مِنْ أَرُزٍّ فَذَهَبَ وَتَرَكَهُ وَأَنِّي عَمَدْتُ إِلَى ذَلِكَ الْفَرَقِ فَزَرَعْتُهُ فَصَارَ مِنْ أَمْرِهِ أَنِّي اشْتَرَيْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَأَنَّهُ أَتَانِي يَطْلُبُ أَجْرَهُ فَقُلْتُ لَهُ اعْمِدْ إِلَى تِلْكَ الْبَقَرِ فَسُقْهَا فَقَالَ لِي إِنَّمَا لِي عِنْدَكَ فَرَقٌ مِنْ أَرُزٍّ فَقُلْتُ لَهُ اعْمِدْ إِلَى تِلْكَ الْبَقَرِ فَإِنَّهَا مِنْ ذَلِكَ الْفَرَقِ فَسَاقَهَا فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَانْسَاحَتْ عَنْهُمْ الصَّخْرَةُ فَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ فَكُنْتُ آتِيهِمَا كُلَّ لَيْلَةٍ بِلَبَنِ غَنَمٍ لِي فَأَبْطَأْتُ عَلَيْهِمَا لَيْلَةً فَجِئْتُ وَقَدْ رَقَدَا وَأَهْلِي وَعِيَالِي يَتَضَاغَوْنَ مِنْ الْجُوعِ فَكُنْتُ لَا أَسْقِيهِمْ حَتَّى يَشْرَبَ أَبَوَايَ فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا وَكَرِهْتُ أَنْ أَدَعَهُمَا فَيَسْتَكِنَّا لِشَرْبَتِهِمَا فَلَمْ أَزَلْ أَنْتَظِرُ حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَانْسَاحَتْ عَنْهُمْ الصَّخْرَةُ حَتَّى نَظَرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ الْآخَرُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ كَانَ لِي ابْنَةُ عَمٍّ مِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ وَأَنِّي رَاوَدْتُهَا عَنْ نَفْسِهَا فَأَبَتْ إِلَّا أَنْ آتِيَهَا بِمِائَةِ دِينَارٍ فَطَلَبْتُهَا حَتَّى قَدَرْتُ فَأَتَيْتُهَا بِهَا فَدَفَعْتُهَا إِلَيْهَا فَأَمْكَنَتْنِي مِنْ نَفْسِهَا فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا فَقَالَتْ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلَّا بِحَقِّهِ فَقُمْتُ وَتَرَكْتُ الْمِائَةَ دِينَارٍ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ مِنْ خَشْيَتِكَ فَفَرِّجْ عَنَّا فَفَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُمْ فَخَرَجُوا
Artinya:
“Dari Ibnu ‘Umar رضي الله عنه bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda, tiga orang dari ummat sebelum kalian berjalan, ketika itu Allooh سبحانه وتعالى timpakan mereka hujan sehingga mereka berlindung pada sebuah gua. Maka tertutuplah gua itu terhadap mereka. Sehingga sebagian dari mereka berkata pada sebagian yang lain, “Sesungguhnya demi Allooh, wahai saudara-saudara, tidak ada yang akan bisa menyelamatkan kalian kecuali kebenaran. Maka dari itu bermohonlah setiap mereka dengan apa yang dia ketahui bahwa dia sungguh telah benar dalam perkara itu.”
Maka seorang dari mereka berkata, “Ya Allooh, jika Engkau mengetahui bahwa dulu aku mempunyai seorang pekerja di ladang sawah, kemudian ia tinggalkan dan pergi dan aku dengan sengaja mengelola upahnya melalui petani sehingga hasilnya aku belikan seekor sapi, lalu orang itu datang padaku meminta upahnya. Aku katakan padanya, ‘Ambillah sapi itu lalu giringlah.’ Kemudian dia berkata padaku, ‘Sesungguhnya aku hanya menginginkan upah buruh bertaniku.’ Lalu aku jawab, ‘Ambillah sapi itu, sesungguhnya dia adalah upahmu.’ Maka, diambillah sapi itu. Lalu jika Engkau mengetahui (Ya Allooh), bahwa kulakukan itu karena takut pada-Mu, maka berilah kepada kami jalan keluar.”
Maka merengganglah batu gua tersebut.
Berkata seorang yang lain, “Ya Allooh, jika Engkau tahu aku mempunyai dua orangtua yang sudah lanjut usia. Aku mendatangi keduanya setiap malam dengan memberi susu kambingku. Suatu malam, aku datang terlambat, maka kutemui keduanya sudah tertidur, sedang keluargaku dan anak-anakku meronta karena kelaparan. Aku tidak berikan susu itu pada mereka sebelum kedua orangtuaku meminumnya, karena aku takut membangunkan mereka dan aku tidak tinggalkan mereka menunggu sehingga mereka meminumnya. Seperti itu aku tunggu sampai fajar menyingsing. Jika Engkau, ya Allooh mengetahui bahwa kulakukan itu karena takut pada-Mu, maka bukakanlah pintu gua ini untuk kami.”
Maka terbukalah pintu gua tersebut (lebih besar lagi).
Berkata orang yang ketiga, “Ya Allooh, jika Engkau tahu bahwa aku mempunyai anak perempuan pamanku, manusia yang paling kucintai dan aku membujuknya untuk nafsuku, akan tetapi dia menolakku, kecuali aku beri dia dengan 100 dinar lalu aku memintanya sehingga aku dapat berbuat dengannya (zina). Maka aku bayarkan padanya sehingga aku memungkinkan untuk menikmatinya. Ketika aku duduk diantara kedua kakinya, dia (putrid pamanku itu) berkata, ‘Takutlah Engkau kepada Allooh, dan jangan Engkau patahkan cincin kecuali dengan haknya.’ Maka aku berdiri dan aku tinggalkan 100 dinar. Jika Engkau ya Allooh mengetahui bahwa aku lakukan itu karena takut pada-Mu, maka berilah untuk kami jalan keluar.”
Maka terbukalah gua itu dan mereka pun keluar.

c. Bertawassul dengan doanya orang shoolih yang masih hidup itu diperbolehkan, karena orang shoolih itu masih hidup dan ia bisa membantu untuk mendoakan kita langsung pada Allooh سبحانه وتعالى. Namun, bila orang shoolih tersebut sudah meninggal, maka tidak boleh lagi bertawassul dengan orang shoolih yang sudah meninggal, bahkan termasuk Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم sekalipun. Kalau ia sudah meninggal, maka bagaimanakah ia dapat membantu untuk mendoakan kita kepada Allooh سبحانه وتعالى? Perhatikanlah Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 1010 berikut ini:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كَانَ إِذَا قَحَطُوا اسْتَسْقَى بِالْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا قَالَ فَيُسْقَوْنَ
Artinya:
Dari Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa ‘Umar bin Khoththoob رضي الله عنه ketika ditimpa orang-orang saat itu kekeringan maka beliau memohon hujan kepada Allooh سبحانه وتعالى (melalui) Al Abbas bin ‘Abdul Muththolib رضي الله عنه dengan berkata, “Ya Allooh, sesungguhnya kami dahulu bertawassul kepada-Mu melalui Nabi-Mu. Lalu Engkau member kami hujan. Dan sekarang, sungguh kami bertawassul kepada-Mu melalui paman Nabi kami. Maka berilah kami hujan.”
Beliau (Anas bin Maalik رضي الله عنه) berkata, “Maka mereka diberi hujan.”

Kalau kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang sudah meninggal saja, kita tidak diperbolehkan untuk bertawassul dengannya, apalagi bertawassul dengan doa orang shoolih selain Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم yang sudah meninggal? Apabila ada yang melakukannya, maka tergolong tawasssul yang baathil dan termasuk Bid’ah. Karena yang demikian ini, tidak ada contohnya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan yakinilah bahwa doa yang seperti itu adalah ditolak oleh Allooh سبحانه وتعالى. Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tidak pernah mencontohkannya, dan para shohabat pun tidak pernah melaksanakannya.

7. Jangan terburu-buru dalam berdoa
Apabila ada seseorang yang sudah berdoa berkali-kali kepada Allooh سبحانه وتعالى, tetapi ia merasa dan menganggap bahwa doanya tidak dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى lalu ia pun tinggalkan doanya, dan tidak mau berdoa lagi. Hal yang seperti ini adalah keliru, karena dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imaam Muslim no: 7112, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, ia berkata bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ . قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ « يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
“Do’a seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutuskan silaturahmi, selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa.”
Lalu ada yang bertanya, “Ya Rosuulullooh, apa itu isti’jal (tergesa-gesa)?”
Jawab beliau صلى الله عليه وسلم, “Jika seseorang berkata, ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada Allooh, tetapi Allooh belum mengabulkan doaku.’ Lalu ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan doanya tersebut.”
Juga dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 6340 dan Imaam Muslim no: 7110, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي
“Dikabulkan do’a seseorang dari kalian selama ia tidak terburu-buru, ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi doaku belum dikabulkan’.”
Maka hendaknya kita sadari bahwa apabila kita berdoa itu hendaknya terus-menerus. Selama merasa bahwa doa itu belum dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى, maka hendaknya kita terus berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, karena doa itu adalah ibadah pada Allooh سبحانه وتعالى.

8. Bila ingin doa kita diijabah
Kalau kita ingin agar doa kita diijabah, maka perhatikanlah perkara-perkara yang bisa membuat doa kita itu maqbul (“tok-cer”) yaitu hendaknya berdoa dengan menggunakan waktu, keadaan atau tempat yang tepat. Dengan menggunakan waktu, keadaan dan tempat yang tepat, insya Allooh ta’alaa akan membuat doa kita berpeluang lebih untuk dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى.
A) Waktu, Keadaan doa diijabah:
a) Antara adzan dan iqomat.
Dari Anas bin Maalik رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
الدعوة بين الأذان والإقامة لا ترد فادعوا
Artinya:
“Tidak ditolak doa (yang dipanjatkan) antara adzan dan iqomah.” (Hadits Riwayat Imaam Ibnu Huzaimah no: 427, dalam Shohiihnya yang menurut Syaikh Al A’dzhomii berkata bahwa Sanadnya Hadits ini Shohiih).

Antara adzan dan iqomat itu adalah waktu yang ijabah untuk berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, jadi bukan waktu untuk nyanyian (berdendang) puji-pujian, sholawatan, dll dipimpin satu suara dengan menggunakan speaker sebagaimana yang seringkali kita saksikan di sebagian masjid di kalangan masyarakat Indonesia. Walaupun suaranya merdu sekalipun, tetap itu tidaklah sesuai Sunnah Muhammad Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم untuk mengumandangkan nyanyian-nyanyian melalui pengeras-pengeras suara (speaker) di masjid.
Justru yang benar, antara adzan dan iqomat itu adalah berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, atau sholat dua roka’at terlebih dahulu setelah itu berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى, atau membaca Al Qur’an masing-masing, atau boleh berdzikir sendiri (masing-masing) dengan suara yang tidak keras, ataupun boleh juga membaca sholawat yang ada tuntunannya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم (masing-masing) dengan suara yang tidak keras. Tetapi bila sholawatan itu dilakukan dengan cara bernyanyi, bahkan sholawatnya pun tidak ada tuntunannya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم seperti sholawat Badriyah dan sholawat Nariyah, apalagi bila dilakukan seperti koor dengan dipimpin oleh satu pimpinan melalui speaker, itulah yang menjadi suatu Bid’ah; yang justru mengganggu kekhusyu’an orang-orang yang ingin menjalankan sunnah antara adzan dan iqomat tersebut dengan sholat dua roka’at atau berdoa dsbnya.

b) Waktu sebelum terbenamnya matahari
Waktu sebelum terbenamnya matahari adalah juga waktu yang ijabah. Doanya akan didengar oleh Allooh سبحانه وتعالى. Misalnya ketika berbuka shoum, doa ketika itu akan dikabulkan oleh Allooh سبحانه وتعالى.
Dalam Kitab “Syu’abul ‘Iimaan” no: 3594, Al Imaam Al Baihaqy meriwayatkan dari Abu Hurairoh رضي الله عنه, dia berkata bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل والمظلوم
Artinya:
“Tiga doa yang mustajab (manjur) adalah: Doa orang yang shoum, Doa orang musaafir, dan Doa orang yang didzolimi.”
Atau ba’da ashar pada hari Jum’at, juga adalah waktu yang tepat untuk berdoa.
Berdasarkan Hadits Shohiih Riwayat Imaam Abu Daawud, Imaam An Nasaa’i no: 1389 dan Imaam Al Hakim, dari Shohabat Jaabir bin ‘Abdillaah رضي الله عنه, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
يوم الجمعة اثنتا عشرة ساعة لا يوجد فيها عبد مسلم يسأل الله شيئا إلا آتاه إياه فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر
Artinya:
“Hari Jum’at terdiri atas dua belas jam, setiap hamba Muslim memohon apa pun kepada Allooh سبحانه وتعالى pada hari itu, pasti Dia memenuhi permohonannya, karena itu carilah kesempatan emas tersebut pada akhir waktu sesudah sholat ashar.”

c) Tengah malam yang terakhir, setiap malam
Tengah malam yang terakhir pada setiap malam adalah waktu yang barokah untuk berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى. Akan dikabulkan bila kita berdoa disaat itu.
Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Adz Dzaariyat (51) ayat 18:
(وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)
Artinya:
“Dan pada waktu Sahr (seperenam malam terakhir), mereka memohon ampunan pada-Ku.”
Juga dari Abu Umamah رضي الله عنه, dia berkata, “Dikatakan kepada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم,
أي الدعاء أسمع ؟ قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات
“Do’a apakah yang paling didengar (manjur)?”
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Pada waktu tengah malam terakhir, dan setiap selesai sholat fardhu.” (Hadits Hasan Riwayat Imaam At Turmudzy no: 3499)

d) Hari-hari yang sudah jelas nash-nya
Yaitu seluruh hari-hari dalam bulan Romadhoon, siang dan malam, adalah tepat untuk berdoa kepada Allooh سبحانه وتعالى.
Atau misalnya pada tanggal 1 – 10 Dzul Hijjah, juga merupakan hari-hari yang barokah untuk berdoa.
Dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنه, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ
“Tidaklah ada hari-hari beramal yang di dalamnya paling dicintai oleh Allooh kecuali hari-hari ini (sepuluh hari bulan Dzul Hijjah).”
Para shohabat bertanya: “Ya Rosuulullooh, bagaimana dengan jihad fisabilillah?”
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab: “Bahkan dari jihad sekalipun. Kecuali seseorang keluar (berjihad) dengan jiwa, harta dan jiwanya dan tidak kembali sedikit pun dari itu”.
(Hadits Riwayat Imaam Abu Daawud no: 2440, Imaam At Turmudzy no: 757 dan Imaam Ibnu Maajah no: 1727)

e) Pada ba’da sholat-sholat wajib

f) Ketika bersujud dalam sholat
Dari Abu Hurairoh رضي الله عنه, sesungguhnya Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Artinya:
“Saat paling dekat bagi seorang hamba kepada Robb-nya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a!” (Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 1111)

g) Jika tidur dalam keadaan suci, lalu bangun pada malam hari, kemudian membaca doa yang ma’tsuur.
Dalam Hadits Riwayat Imaam Al Bukhoory no: 1154 dan Imaam Abu Daawud no: 5062, dari ‘Ubadah bin Ashshoomit رضي الله عنه, Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

“Barangsiapa bangun di waktu malam, lalu membaca: ‘Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allooh yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allooh dan Maha Suci Allooh, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allooh, Allooh Maha Besar, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allooh. Ya Allooh, ampunilah aku.’ Atau ia berdoa, maka akan dikabulkan doanya. Apabila ia berwudhu’, kemudian melakukan sholat, maka sholatnya akan diterima oleh Allooh.”

h) Doa kaum muslimin setelah meninggalnya seorang muslim (ketika memejamkan mata si mayit yang baru saja meninggal dunia)
Dari Ummu Salamah رضي الله عنها, dia berkata, “Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم masuk melihat Abu Salamah رضي الله عنه (yang baru saja meninggal) dan matanya terbuka, maka beliau صلى الله عليه وسلم menutupkannya kemudian berkata,
إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ ». فَضَجَّ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ فَقَالَ « لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ ». ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَبِى سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِى الْمَهْدِيِّينَ وَاخْلُفْهُ فِى عَقِبِهِ فِى الْغَابِرِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ وَافْسَحْ لَهُ فِى قَبْرِهِ. وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
“Sesungguhnya nyawa jika tercabut, maka ia akan diikuti oleh pandangan mata.”
Maka orang-orang dari keluarganya bersuara keras, maka beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Jangan kalian berdoa atas diri kalian, melainkan dengan kebaikan, karena sesungguhnya para malaikat mengamini atas doa kalian!”
Kemudian beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ya Allooh, ampunilah Abu Salamah, dan tinggikan derajatnya dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk, dan gantikanlah dia sepeninggalnya bagi orang-orang yang ditinggalkannya, dan ampunilah kami dan dia, serta lapangkanlah kuburnya.” (Hadits Riwayat Imaam Muslim no: 2169)

i) Doa seorang muslim untuk saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya
Dari Abu Darda رضي الله عنه, sesungguhnya ia mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, ‘Dan bagimu seperti apa yang kau pinta’.” (Hadits Riwayat Imaam Muslim no:7103)

j) Doa orang yang sedang shoum sampai ia berbuka
Dari Abu Hurairoh رضي الله عنه :
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم
ثلاث دعوات مستجابات دعوة الصائم و دعوة المسافر و دعوة المظلوم
Artinya:
“Telah bersabda Rosuulullooh, ada tiga do’a yang terkabul: do’a orang sedang shoum, do’a musaafir dan do’a orang yang dianiaya.” (Hadits Riwayat Imaam Al Baihaqy رحمه الله, dishohiihkan oleh Syaikh Al Albaany رحمه الله dalam Shohiih Al Jaami’ush Shoghiir)

k) Doa pemimpin yang adil
Dari Abu Hurairoh رضي الله عنه berkata, bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
الإمام العادل لا ترد دعوته
Artinya:
“Imaam yang adil itu doanya tidak ditolak.” (Hadits Riwayat Imaam Ahmad no: 9723, dan Syaikh Syu’aib Al Arnaa’uth meng-Hasankannya)

l) Doa orang yang benar-benar dalam keadaan terjepit / sulit
Perhatikan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Anfaal (8) ayat 9:
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ
Artinya:
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robb-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut“.
Juga firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. An Naml (27) ayat 62:
أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ
Artinya:
“Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allooh ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-(Nya).”

m) Doa ketika meminum air zam-zam disertai dengan niat yang tulus / ikhlas pada Allooh سبحانه وتعالى
Dari Jaabir bin ‘Abdillaah رضي الله عنه berkata, “Aku mendengar Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda:
جابر بن عبد الله يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم
: يقول ماء زمزم لما شرب له
Artinya:
“Air zam-zam itu untuk yang meminumnya.” (Hadits Riwayat Imaam Ibnu Maajah no: 3062)

n) Doa orang yang sedang menunaikan ibadah haji / umroh
Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya رضي الله عنهم, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:
خير الدعاء دعاء يوم عرفة وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلي لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya:
“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arofah dan sebaik-baik apa yang kukatakan dan Nabi-Nabi sebelumku, “Tidak ada yang berhak diibadahi dengan sebenar-benarnya kecuali Allooh, yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala keterpujian dan Allooh Maha berkuasa atas segala sesuatu.” (Hadits Riwayat Imaam At Turmudzy no: 3585)
Juga dari ‘Abdullooh bin Mas’uud رضي الله عنه berkata, “Telah bersabda Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم:
تابعوا بين الحج و العمرة فإنهما تنفيان الفقر و الذنوب كما ينفي الكير خبث الحديد و الذهب و الفضة و ليس للحجة المبرورة ثواب دون الجنة
Artinya:
“Ikutilah Haji dengan Umroh, sebab sesungguhnya keduanya menghilangkan kefaakiran dan dosa, sebagaimana bara api menghilangkan karat pada besi, emas dan perak; dan tidak ada pahala bagi Haji yang mabrur kecuali surga.” (Hadits Riwayat Imaam Ibnu Huzaimah no: 2512, dan Syaikh Al A’dzoomy mengatakan Sanad Hadits ini Shohiih)

o) Doa kebaikan atau keburukan dari orangtua untuk anaknya

p) Doa anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s