SEMINAR NASIONAL BERSAMA PERWAKILAN MUI PUSAT “FENOMENA ALIRAN SESAT DAN KEUTUHAN NKRI” (3)

Prinsip-Prinsip Dasar Ahlu Sunnah wa Al-Jama’ah tentang Qada dan Qadar

  1. Salah satu rukun iman adalah beriman kepada qadha’ dan qadar (yang baik maupun yang buruk) dari Allah yang meliputi: beriman dengan seluruh nas-nas tentang qadar beserta levelnya (ilmu, tulisan, kehendak, dan penciptaan). Ketetapan Allah tidak bisa ditolak, dan keputusan-Nya tidak bisa diganggu gugat.

  1. Hidayah dan kesesatan hanya dari Allah; namun demikian mereka itu diberi hidayah oleh Allah karena rahmat-Nya, dan tertimpa kesesatan karena keadilan-Nya.
  1. Seluruh hamba berikut perbuatannya adalah merupakan ciptaan Allah, yang tiada pencipta selain Dia, maka Allah-lah yang menciptakan perbuatan hamba, namun mereka melakukan perbuatan tersebut dengan sebenarnya dan dengan kesadarannya.
  2. Ahlu Sunnah juga meyakini adanya hikmah dibalik apa yang diperbuat oleh Allah, dan menetapkan sebab-musabbab itu berdasarkan kehendak-Nya.

Prinsip-Prinsip Dasar Ahlu Sunnah wa Al-Jama’ah tentang Jama’ah dan Imamah

  1. Yang dimaksud jama’ah adalah para sahabat Nabi dan mereka yang mengikuti mereka dengan baik, serta berpegang teguh dengan jalan mereka hingga hari akhir, mereka itu termasuk kelompok yang selamat.
  1. Semua orang yang mengikuti metode (JALAN) mereka termasuk bagian dari jama’ah, walaupun terkadang melakukan kesalahan dalam beberapa hal.
  1. Tidak dibolehkan berselisih dalam agama, juga membuat fitnah diantara umat Islam, jika terjadi perselisihan maka hendaknya dikembalikan kepada al-quran dan sunah dan pendapat para salaf shaleh.
  1. Al-Khilafah al-udhma (al-Imamah al-Kubra) hanya bisa berdiri dengan kesepakatan umat atau dengan baiat Ahli al-halli wa aqdi diantara mereka (dan bukan dengan nas dan wasiat), namun jika ada yang menjadi penguasa kerena kekuatan, dan mendapat penerimaan dari banyak kalangan, maka diwajibkan kepada umat untuk mendengar dan mematuhinya dengan cara yang benar namun tetap menasehatinya. Dan dilarang menentangnya kecuali jika nampak darinya kekufuran yang jelas dengan argumentasi yang cukup.
  1. Para sahabat –menurut Ahlu Sunnah- seluruhnya dapat dipercaya (tidak cacat secara moral), mereka adalah generasi terbaik umat Islam. Memberikan kesaksian terhadap keimanan serta keutamaan mereka merupakan prinsip penting yang jelas-jelas merupakan ajaran agama yang telah diketahui secara aksioma. Untuk itu mencintai mereka merupakan bagian dari agama dan keimanan, sementara kebencian terhadap mereka merupakan kekufuran dan kemunafikan, sembari menahan lisan untuk tidak memperbincangkan perselisihan yang terjadi diantara mereka serta mendiskusikan hal yang dapat menciderai martabat atau kedudukan mereka.

ANCAMAN EKSPANSI IDEOLOGI/ PEMIKIRAN SYIAH

  • Ancaman Terhadap Agama
  1. Penyimpangan ajaran pokok agama Islam (aqidah & syariah)
  2. Penodaan/penistaan simbol-simbol sunni

Dampak Negatifnya:

  1. Peningkatan rasa kebencian & permusuhan kpd syi’ah
  2. Peningkatan konflik horisontal sunni-syiah
  • Ancaman Terhadap Akal
  1. Proses indoktrinasi membentuk keyakinan menyimpang
  2. Merekrut pengikut ideologi imamah; melemahkan nasionasilme; ancaman pancasila.

Dampak Negatifnya:

  1. Berpotensi melahirkan gerakan perlawanan kepada kalangan/golongan yang tidak sepaham
  2. Potensi ancaman terhadap keutuhan kedaulatan negara di masa datang
  • Ancaman Terhadap Jiwa
  1. Suasana kamtibmas tidak kondusif
  2. Meningginya ancaman fisik dan intimidasi

Dampak Negatifnya:

  1. Menimbulkan bentrokan fisik antara sunni-syi’ah
  2. Berpotensi timbulkan korban jiwa yang lebih besar lagi
  • Ancaman Terhadap Harta
  1. Aksi pemusnahan tempat tinggal/usaha, hilangnya harta benda korban (khususnya pada orang diluar kelompok syi’ah
  2. Kewajiban pembayaran khumus (pajak wajib) kepada penganut syi’ah

Dampak Negatifnya:

  1. Peningkatan angka kemiskinan syi’ah level bawah dan kondisi traumatik
  2. Penyimpangan penggunaan khumus untuk keperluan syiahisasi
  • Ancaman Terhadap Keturunan/Reproduksi
  1. Semakin merebaknya praktek nikah mut’ah/kawin kontrak
  2. Peningkatan perilaku seks bebas di kalangan remaja

Dampak Negetifnya:

  1. Pelemahan akhlak bangsa
  2. Status anak hasil mut’ah tidak mendapat pengakhan sah dari agama ataupun negara
  3. Anak-anak yang lahir tanpa pengakuan sosial di masyarakat

Sumber:

“STRATEGI MENGHADAPI ALIRAN-ALIRAN SESAT DI SEKITAR KITA”

Materi SEMINAR NASIONAL “FENOMENA ALIRAN SESAT DAN KEUTUHAN NKRI” Oleh FAHMI SALIM, LC. MA (Perwakilan MUI Pusat), 12 Jumadil Awal 1436H/03 Maret 2015M. Aula Lembah Ciremai, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s