ZAKAT FITRI

DEFINISI ZAKAT

Menurut Bahasa (lughoh)

Dari asal kata “zakkaa – yuzakkii – tazkiyatan – zakaatan” yang berarti :

  1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) (At-Taubah:103)
  2. Namaa’ (tumbuh /berkembang) (Al-Baqarah:276)
  3. Al-Barokah (Saba’ : 39)
  4. Al-Madh (Pujian)
  5. Amal Sholeh

Berkata Ibnul Atsir : “Zakat fitrah (fithr) adalah untuk mensucikan badan” (An Nihayah 2:307)

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataannya Abu Nu’aim: “Disandarkan shodaqoh kepada fithr (berbuka) disebabkan karena wajibnya untuk berbuka dari bulan Ramadhan.”

Adapun pendapatnya Ibnu Qutaibah:

“Yang dimaksud zakat Fitrah adalah zakat jiwa, istilah itu di ambil dari kata fitrah yang merupakan asal dari kejadian.” Pendapat ini dilemahkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dan yang benar adalah pendapat yang pertama.

(lihat Fathul Baari 3:367)

Sabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat Fithr (fitrah) satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada budak atau yang merdeka, laki-laki atau perempuan anak kecil ataupun dewasa dari kaum muslimin dan Beliau menyuruh untuk dibayar sebelum manusia keluar untuk shalat (‘ied).” (HR. Bukhari Kitab Zakat 3:367 no. 1503 dari hadits Ibnu Umar)

Hukum zakat Fithr

Zakat fitri itu wajib berdasarkan hadits (dari) Ibnu Umar radhiallahu’anhuma :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri kepada manusia pada bulan Ramadhan.” (Riwayat Bukhari (3/291) dan Muslim (984) dan tambahan pada Muslim)

Dan berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri.” (Riwayat Abu Dawud (1622) dan An Nasaai (5/50) padanya ada Al-Hasan yang ber’an-‘anah. Dan hadits sebelumnya sebagai penguat.)

Bagi siapa diwajibkan membayarnya ?

Zakat fithr wajib atas kaum muslimin, anak kecil, besar, lelaki, perempuan, merdeka, dan hamba. Berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiallahu’anhuma: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithr sebanyak satu shaa’ korma atau satu shaa’ gandum atas hamba dan orang merdeka, kecil dan besar dari kalangan muslimin.” (Riwayat Bukhari (3/291) dan Muslim (984).)

Macam jenis dan Ukuran zakat fithr

Zakat fitri dikeluarkan berupa satu shaa’ gandum, satu shaa’ korma, satu shaa’ susu, satu shaa’ anggur kering atau salt, karena hadits Abu Said Al-Khudri ra.: “Kami mengeluarkan zakat pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam satu shaa’ makanan, satu shaa’ gandum, satu shaa’ korma, satu shaa’ susu kering, satu shaa’ anggur kering,” (Riwayat Bukhari (3/294) dan Muslim (985))

Dan hadits Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan satu shaa’ gandum, satu shaa’ korma, satu shaa’ salt.”

(Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80) dan Al-Hakim (1/408-410))

Dari beliau juga Rasulullah bersabda:

“Zakat fithr satu shaa’ makanan, barangsiapa yang membawa gandum diterima, yang membawa korma diterima, yang membawa salt diterima, yang membawa anggur kering diterima, aku kira beliau berkata pula: yang membawa adonan diterima” (Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/80), sanadnya SHAHIH. Oleh karena itu Ibnu Khuzaimah menguraikan biografinya dengan bab (Ikhrajul Jami’ul fi shadaqatul Fithr.)

Siapa yang harus dikeluarkan zakatnya

Seorang muslim mengeluarkan untuk dirinya dan seluruh orang yang mempersiapkannya bagi anak kecil dan orang tua, lelaki dan wanita, orang merdeka dan budak “Kami diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (mengeluarkan) shadaqah fitri atas anak kecil dan orang tua, orang merdeka dan seorang hamba dari orang-orang yang membekalinya.”

(Dikeluarkan oleh Ad-Daraqutni (2/141) dan Al-Baihaqi (4/161) dari Ibnu Umar dengan sanad yang lemah. Dan dikeluarkan oleh Al-Baihaqi (4/161) dari jalan lain dari Ali, dan (sanadnya) terputus. Tetapi punya jalan yang sampai kepada Ibnu Umar, pada Ibnu Abi Syaibah di dalam “Al-Mushannaf” (4/37) dengan sanad yang SHAHIH maka hadits tersebut dengan beberapa jalan (menjadi) HASAN.)

Kepada siapa disalurkannya

Dan zakat tidak boleh diberikan kecuali kepada orang yang berhak menerimanya dan mereka adalah orang-orang miskin berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fitri sebagai pembersih (diri) bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perbuatan kotor dan sebagi makanan bagi orang-orang miskin.”

Dan termasuk dari (amalan) sunnah jika ada seseorang yang mengumpulkan zakat tersebut (untuk dibagikan kepada yang berhak, pent). Sungguh Nabi telah mewakilkan kepada Abu Hurairah radhiallahu’anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan kepada aku agar aku menjaga zakat Ramadhan.” (Dikeluarkan oleh Bukhari (4/396))

Waktu Penunaian zakat

Dan sungguh dahulu pernah Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma mengeluarkan zakat kepada orang-orang yang menangani zakat dan mereka adalah panitia yang dibentuk oleh Imam (pemerintahan, pent) untuk mengumpulkannya dan hal tersebut (dilakukan) satu hari atau dua hari sebelum ‘Iedul fitri,”

Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah (4/83) dari jalan Abdul Warits dari Ayyub: “Aku katakan: Kapankah Ibnu Umar mengeluarkan satu shaa’? berkata Ayyub; “Apabila petugas telah duduk (bertugas), aku katakan: Kapankah petugas itu mulai bertugas? beliau menjawab: Satu hari atau dua hari sebelum ‘Iedul fitri.”

Zakat fitri ditunaikan sebelum orang-orang keluar (rumah) menuju shalat “ied dan tidak boleh diakhirkan (setelah) shalat atau dimajukan penunaiannya kecuali satu hari atau dua hari (sebelum ‘Ied)

Hikmah zakat fithr

Allah Ta’ala mewajibkan zakat fithr sebagai pensucian diri bagi orang-orang yang berpuasa dari (perbuatan) sia-sia dan kotor serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin untuk mencukupi (kehidupan) mereka pada hari yang bagus tersebut berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma yang telah lalu. (Lihat Sifat Puasa Nabi karya syaikh Salim Al-Hilali hal:101- 107)hadits Ibnu Abbas Radhiallahu anhuma yang telah lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s