PERTANYAAN 1: MENGAPA TUHAN TIDAK DATANG SENDIRI MENYELESAIKAN SEMUA PERMASALAHAN DI DUNIA?

TANYA JAWAB DENGAN Dr. ZAKIR NAIK

 

Pertanyaan:

Seperti kita ketahui bahwa Tuhan adalah Maha Kuasa, hanya satu, dll. Jika Tuhan Maha Kuasa, mengapa Dia tidak turun sendiri ke dunia? Atau menyelesaikan semua kesalahan yang ada di dunia? Membuat tempat yang sempurna di dalamnya. Mengapa Dia memberikan sangat banyak waktu? Seperti kita tahu Dia juga menciptakan surga dan neraka. Orang yang berbuat baik akan ke surga dan orang yang tidak baik akan ke neraka. Dia menguji kita. Mengapa Dia menguji kita selama 6.000 tahun?

Jawaban:

Saudara bertanya pertanyaan yang bagus, bahwa mengapa jika Tuhan Maha Kuasa dan mampu menyelesaikan kesalahpahaman di dunia, mengapa Dia mengambil waktu selama 6.000 tahun bahkan lebih iuntuk menguji kita? Ini pertanyaan yang bagus.

 

Al Qur’an menyatakan bahwa, jika Allah ingin, Dia bisa mengubah seluruh manusia menjadi muslim. Terdapat di banyak tempat di dalam Qur’an (menyebutkan hal tersebut). Ini berarti Allah bisa dengan mudah menjadikan manusia percaya kepada Allah.

 

Al Qur’an menyatakan dalam QS. Al Mulk [67]: 2,

“Ï%©!$# t,n=y{ |NöqyJø9$# no4qu‹ptø:$#ur öNä.uqè=ö7u‹Ï9 ö/ä3•ƒr& ß`|¡ômr& WxuKtã 4 uqèdur Ⓝ͕yèø9$# â‘qàÿtóø9$# ÇËÈ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”

 

Seperti anda menceritakan kepada saya, “Kau tahu kita telah pergi ke sekolah”. Setelah 10 tahun kita menghadapi ujian perguruan tinggi untuk gelar MB, ChB, BS, BSc. Mengapa guru mengadakan test? Mengapa tidak diluluskan saja semua (pelajar)?

 

Jika diloloskan semua, semua akan diterima di perguruan tinggi kedokteran, dan semua akan menjadi dokter, dan mereka akan mulai membunuh orang daripada mengobati (karena yang tidak layak menjadi dokter diluluskan menjadi dokter sehingga melakukan pengobatan yang salah/malpraktek). Di ujian kedokteran anda berkata, “Mengapa guru medical menggagalkan kita?”. Dia menggagalkan kita supaya tahu apakah kita berharga, benar-benar memiliki passion atau tidak.

 

Begitu pula Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan manusia dan memberikan manusia kehendak bebas (untuk memilih). Semua ciptaan Tuhan tidak punya kehendak bebas, kecuali manusia dan jin, mereka (manusia dan jin) memiliki kehendak bebas. Malaikat tidak punya kehendak bebas, apapun yang diperintahkan Tuhan, mereka mengikuti 100%, tapi manusia adalah ciptaan yang lebih unggul dari malaikat, setelah Tuhan memberikan kehendak bebas (untuk memilih), kemudian bila kita mengikuti perintah Allah maka kita lebih unggul dari malaikat, jika (manusia) tidak mematuhi perintahNya, kita lebih rendah dari malaikat.

 

Sekarang, kita telah diberikan kehendak bebas dan sebelum kita datang ke dunia, Tuhan telah bertanya kepada kita, “Siapa yang ingin menjadi manusia? Jika tidak mau menjadi manusia, maka pass (lewatkan) saja”. Mungkin menjadi gunung, mereka (gunung-gunung) adalah muslim, pohon, mereka (pohon-pohon) adalah muslim, binatang, mereka (binatang-binatang) adalah muslim, malaikat, mereka (malaikat-malaikat) adalah muslim.

 

Muslim bermakna berserah diri (tunduk/patuh) kepada Allah. Semua binatang adalah muslim, semua bintang adalah muslim, semua planet adalah muslim, semua malaikat adalah muslim. Manusia adalah ciptaan yang unik, mereka adalah ciptaan terbaik Allah.

 

Allah telah bertanya, “Siapakah yang mau menjadi manusia?”. Al Qur’an menyatakan kita manusia bodoh karena berkata mau menjadi manusia (QS. 33: 72). Artinya pass saja, atau jika kamu menjadi manusia kamu akan memiliki keistimewaan (yang berbeda).

 

Kita semua telah memilih untuk memperoleh keistimewaan, seberapa yang kita dapat nanti kita akan tahu. Jadi, kita telah diberikan kehendak bebas dan sekarang kita sedang menjalani ujian. Jika Tuhan meluluskan semua orang maka aku dapat berkata bahwa Tuhan tidak adil. Jika Tuhan menempatkan semua orang di surga, saya akan berkata, saya dulu orang baik, saya tidak pernah merampok, saya seorang yang jujur, sedangkan orang itu perampok, pemerkosa tapi ditempatkan di surga? Tentunya saya protes kepada Tuhan mengapa orang macam itu masuk surga?

 

Jadi Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagaimana disampaikan di dalam QS. An Nisaa [4]: 40 “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah..”

 

Oleh karena itu Tuhan bersifat Penyayang, Pemberi kesempatan, Pengampun, tetapi juga Adil. Berdasarkan hal ini, kita sedang menjalani ujian. Kehidupan ini adalah ujian untuk kehidupan selanjutnya. Jadi kita adalah ciptaan Tuhan yang unik. Dan tujuan penciptaan ini, sebagaimana disebutkan dalam QS. Adz Dzariyaat [51]: 56

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.”

 

(Pada ayat di atas dinyatakan) bahwa Tuhan menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahNya. menyembahNya berarti kita mematuhi perintahNya. Jika kalian mematuhi perintahNya, kalian lulus ujian ini. Di sisi lain dalam Al Qur’an disampaikan bahwa jika Tuhan mau, Dia bisa menjadikan semua manusia muslim, sangat mudah bagiNya. Namun kita adalah ciptaanNya yang lebih baik dan ciptaan yang unik. Jika kita mematuhi perintahNya, setelah kehendak bebas diberikan, maka kita lebih unggul.

 

Semoga (penjelasan) itu menjawab pertanyaanmu

 

 

NB:

$¯RÎ) $oYôÊttã sptR$tBF{$# ’n?tã ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur ÉA$t6Éfø9$#ur šú÷üt/r’sù br& $pks]ù=ÏJøts† z`ø)xÿô©r&ur $pk÷]ÏB $ygn=uHxqur ß`»|¡RM}$# ( ¼çm¯RÎ) tb%x. $YBqè=sß Zwqßgy_ ÇÐËÈ

(QS. Al Ahzab [33]: 72)  Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat* kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

*  yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan.

 

¨bÎ) ©!$# Ÿw ãNÎ=ôàtƒ tA$s)÷WÏB ;o§‘sŒ ( bÎ)ur à7s? ZpuZ|¡ym $ygøÿÏ軟ÒムÅV÷sãƒur `ÏB çm÷Rà$©! #·ô_r& $VJŠÏàtã ÇÍÉÈ

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar*.”

* Maksudnya: Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s