PERTANYAAN 3: PAKAR TEKNOLOGI MENGAJUKAN 3 PERTANYAAN UNTUK Dr.ZAKIR NAIK (TENTANG TEORI EVOLUSI)

Pertanyaan:

Buku-buku literatur perkuliahan masa sekarang menyebutkan informasi berikut ini. Dalam arah gerak perkembangan evolusi, kelompok hewan-hewan, yang di dalamnya terdapat makhluk manusia (homo erectus), didapati kenyataan bahwa makhluk manusia telah mengalami evolusi sejak 2 juta tahun yang lalu dengan ukuran otak sebesar 1.000 cc, jauh dibandingkan dengan ukuran otak bangsa monyet besar, yakni sebesar 400 cc. evolusi pada diri manusia tersebut terus berlangsung hingga pertumbuhan orak mencapai 1.400 cc pada 200.000 tahun yang lalu dan kelompok manusia yang seperti ini dikenal dengan nama “homo sapiens”.

Bentuk manusia yang ada sekarang telah mengalami evolusi sejak 35.000 tahun yang lalu dan hasil evolusi tersebut dikenal dengan nama “homo sapiens”, dan para ahli purbakala memperkirakan bahwa manusia telah mengembangkan pusat kemampuan bicara yang ada di otaknya pada 50.000 tahun yang lalu.

 

Dan pertanyaannya adalah, (1) di dalam catatan perkembangan yang seperti ini, lalu sejak kapan Tuhan itu ada dan keberadaannya itu untuk apa?

 

(2) Perkembangan ilmu pengetahuan telah memungkinkan manusia untuk melakukan cloning terhadap semua jenis hewan tersebut dapat menciptakan berapa banyakpun hewan yang mempunyai karakteristik seperti yang diinginkan, jika memang Tuhan itu ada, lalu berapa lagi sisa kekuasaan yang dimiliki oleh Tuhan?

 

(3) Tuhan digambarkan sebagai Dzat yang penuh dengan kemurahan dan kebaikan, namun semua pemimpin agama ketika dihadapkan pada saat menjelang kematian, mereka segera dilarikan ke rumah sakit dan tidak pernah dibawa ke rumah ibadah, tempat di mana mereka menghabiskan semua waktu ibadahnya, padahal manusia itu hidup dan mati berdasarkan kehendak Tuhan. Bagaimana anda menjelaskan fenomena ini?

 

Jawaban:

Saudara tadi telah menyampaikan 3 pertanyaan. Pertama, beliau menyampaikan teori evolusi manusia, dan ia menanyakan tentang asal mula Tuhan? Pertanyaan kedua, setelah Tuhan menciptakan semua makhluk, berapa banyak lagi kekuasaanNya yang tersisa? Pertanyaan ketiga, ketika anda sakit, anda akan dilarikan ke rumah sakit dan bukan menuju rumah ibadah seperti kuil, gereja, atau masjid?

 

Saudara, saya ingin sampaikan kepada anda tentang apa yang tadi anda kutip, yakni tentang “homo sapiens” dan sebagainya. Anda tadi berbicara tentang “teori evolusi”. Saya sendiri sebenarnya seorang dokter medis. Sepanjang hidup saya, saya belum menemukan satu bukupun yang membahas tentang “fakta evolusi”, (akan tetapi) buku yang ada hanyalah membahas “teori evolusi”. Saya sendiri juga paham tentang “teori evolusi” dan juga tentang “teori Darwin”. Yakni “Al Qur’an dan ilmu pengetahuan modern: konflik atau keharmonisan?”

 

Apa yang dikatakan oleh Darwin hanyalah sebuah teori. Darwin menulis sebuah surat kepada rekannya Thomas Thompton pada 1881, yang mengatakan bahwa dia meyakini teori seleksi alam ini karena saya tidak memiliki bukti-bukti, itu saya lakukan karena teori itu membantu saya dalam memahami proses “seleksi alam”, dalam ilmu embriologi, dan dalam pengelompokkan organ-organ tubuh yang utama, tidak ada satupun buku yang memberikan bukti-bukti “fakta evolusi”, semua buku menerangkan tentang “teori evolusi”.

 

Demikianlah kita harus menerangkan kepada rekan kita, andaikata anda hidup pada eranya Darwin, maka anda akan mendapati teori Darwin tersebut tampak (sepertinya) benar. Darwin mengejek anda dengan mengatakan bahwa anda mirip dengan seekor kera. Sebenarnya terdapat hubungan-hubungan yang hilang (terputus) dari masing-masing generasi hewan tersebut, dan Darwin sendiri menyatakan hal tersebut. Anda tadi berbicara tentang hominoids, anda hanya berbicara tentang satu generasi makhluk saja, saya akan jelaskan keseluruhan empat generasi yang ada.

 

Generasi yang pertama disebut dengan “Lucy”, yang menjelaskan generasi pada kondisi masa 3,5 juta tahun yang lalu, anda tadi berbicara baru untuk masa 2 juta tahun yang lalu, saya jelaskan kepada anda apa yang diungkapkan oleh para ilmuwan pada masa 3 juta tahun yang lalu. Generasi “Lucy” mengalami kepunahan disebabkan oleh es. Generasi yang kedua muncul dikenal dengan sebutan “Homoerectus”, yang hidup pada masa 500 ribu tahun yang lalu, setelah generasi tersebut, muncullah “Manusia Neanderthal”, generasi ketika yang hidup 40 ribu tahun yang lalu, dan yang terakhir adalah generasi “Cro-Magnon”.

 

Namun saudaraku, semua tahapan generasi tersebut tidak mempunyai hubungan antara yang satu dengan yang lain, semua ini hanya hipotesis saja. Menurut pendapat P.P. Grashe, Ketua Jurusan Ilmu-ilmu Evolusi di Universitas Sojourn, Paris, pada tahun 1971, beliau mengatakan, “Itu sama saja membiarkan imajinasi-imajinasi kita bergerak secara liar hanya dengan mendasarkan atas peninggalan-peninggal sisa yang sangat sedikit mengenai nenek moyang kita”.

 

Saya tahu memang ada sebagian pakar yang berbicara tentang “teori Darwin”, kebetulan saya adalah seorang dokter medis, jadi saya tahu tentang hal itu. Tetapi apakah anda tahu bahwa terdapat ratusan ilmuwan yang berbicara menentang pandangan yang seperti itu? Hanya sedikit ilmuwan yang setuju dengan pandangan teori Darwin tersebut, tapi lebih banyak ilmuwan yang menentang pandangan taori Darwin itu. Untuk jawaban yang lengkap, silahkan merujuk kepada kaset video saya uang berjudul, “Qur’an dan Ilmu Pengetahun Modern”.

 

Hanya ada sedikit ilmuwan yang mendukung karena sebenarnya tidak ada bukti-bukti adanya “fakta evolusi”, (maka) mereka mengajak kita untuk mendukung teori Darwin tersebut. Al Qur’an tidak mendukung teori atau hipotesa apapun, Al Qur’an berbicara tentang fakta-fakta. Kemudian berkenaan dengan perkiraan awal kehidupan, yakni pada masa 2 juta tahun yang lalu, tidak ada seorangpun yang mengetahui masa yang pasti kapan manusia itu pertama kali turun ke muka bumi, semuanya hanya berdasarkan asumsi-asumsi belaka.

 

Namun, Al Qur’an mengatakan bahwa manusia yang pertama adalah Adam ‘Alaihissalam, dan kemudian diciptakanlah Hawa (semoga Allah merahmatinya). Pemahaman manusia belum bisa menjelaskan kondisi pada masa itu. Tidak ada satu keteranganpun di dalam al Qur’an yang bisa dibuktikan keliru/salah oleh ilmu pengetahuan modern. Hipotesa-hipotesa yang ada semuanya bertentangan dengan al Qur’an, demikian juga dengan teori-teori yang ada (semuanyapun bertentangan dengan al Qur’an). Tidak terdapat satupun fakta ilmiah yang disebutkan di dalam al Qur’an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern.

 

Al Qur’an mungkin saja bertentangan dengan teori yang ada, karena (teori tersebut) belum terbukti secara faktual. Jadi saudaraku, pandangan anda itu hanya didukung oleh sebagian pakar saja, tidak didukung oleh mayoritas ilmuwan. Berkaitan dengan bagian kedua dari pandangan tersebut, yakni “Jika Allah telah menciptakan semua makhluk, lalu berapa lagi sisa kekuatan yang dimiliki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala?”

 

Anda tentu tidak mungkin bisa memahami Dzat Allah secara lengkap, al Qur’an mengatakan di dalam surat al An’aam [6]: 103, “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata…”. Saya bisa memberikan anda sebuah perumpamaan, mungkin tidak persis sama. Jika anda ambil setetes air dari samudera (laut), berapa banyak sisa air yang ada di samudera tersebut? Berapa banyak?

 

Namun begitu, perbedaan antara tuduhan bahwa kekuasaan Allah menjadi berkurang ketika Dia menciptakan makhluk-makhukNya dengan berkurangnya ketinggian air dari samudera tersebut karena diambil setetes, adalah bersifat tidak bisa dihitung karena sedemikian kecilnya (perbandingan luasnya lautan dibandingkan dengan luasnya kekasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala). Tingkat ketinggian air mungkin akan berkurang 0,00000 sekian persen saja, namun kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan berkurang sedikitpun, Dia itu Maha Kuasa, itulah Allah Subhawahu wa Ta’ala.

 

Jika Tuhan mengalami penurunan dalam kekuasaanNya, jangan anda sembah Tuhan yang semacam itu, karena Tuhan yang seperti itu akan kehilangan kekuatanNya disebabkan ia akan terus menciptakan makhluk-makhlukNya. Namun Tuhan yang sejati adalah Tuhan Yang Abadi, juga kekuasaanNya (abadi/tidak berkurang) dan Dia mestilah bersifat mutlak. Seperti sudah saya sampaikan didalam pembicaraan saya, Tuhan yang sejati itu adalah Tuhan Yang Absolut (artinya Dia tidak bergantung kepada yang lain dan Dia bersifat abadi), semuanya bergantung kepadaNya, dan Dia tidak bergantung kepada makhluk-makhlukNya yang lain.

 

Dari mana Allah berasal? Allah sudah ada sebelum alam semesta ini diciptakan. Apakah demikian? Darimana Dia diciptakan? Dia tidak diciptakan. Anda menanyakan kepada saya kapan Allah ada. Dia (Allah) itu tidak diciptakan. Itu sama seperti pertanyaan ketika rekan saya memberitahukan kepada saya bahwa saudara laki-lakinya telah melahirkan seorang anak, kemudian ditanyakan, apakah anaknya itu laki-laki atau perempuan? Sebagai seorang dokter medis saya tahu persis bahwa seorang laki-laki itu tidak mungkin melahirkan seorang anak. Lalu darimana pertanyaan “Apakah anaknya laki-laki atau perempuan?” itu muncul?

 

Anda bertanya kepada saya kapan Allah diciptakan? (Jawabannya) Allah tidak diciptakan, karena memang Dia tidak diciptakan. Maka seharusnya pertanyaan itu tidak muncul. Berkaitan dengan bagian ketika, pertanyaan anda, ketika orang-orang jatuh sakit, mereka dilarikan ke rumah sakit, bukan ke kuil, masjid atau gereja. Mungkin tidak semua orang tahu, bahwa ketika para dokter tersebut menyerah atau tidak berhasil dalam melakukan penyembuhan, para dokter tersebut akan mengatakan, “Dialah (Allah) yang menyembuhkan”. Ini tidak berarti jika seseorang itu jatuh sakit, mereka hanya pergi ke kuil. Karena Al Qur’an di dalam surat an Nahl [16]: 43, demikian pula dalam surat al Furqan [25]: 59, “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui…”.

 

Jika anda sakit, selain berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, pergilah kepada orang yang ahlinya dalam pengobatan, yakni pergilah ke dokter. Al Qur’an mengatakan keterangan tentang hal itu. Namun setelah berkunjung ke dokter yakinlah kepada Allah karena Dialah Dzat yang menyembuhkan. Dia bisa menyembuhkan diri anda melalui perantara para dokter atau tanpa melalui perantaraan mereka (dokter).

 

Jadi, Allah Subhawahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk tidak beriman secara buta (tanpa pengetahuan). Tidak ada seorang muslim yang akan mengatakan, “Jika anda jatuh sakit, janganlah engkau pergi ke dokter”. Pergilah kepada dokter, akan tetapi Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat Yang Menyembuhkan. Demikianlah, ketika semua kemampuan pikir, kemampuan ilmu pengetahuan, dan kemampuan pengobatan gagal, mereka mengatakan, “Hanya Allah yang bisa menyelamatkan engkau”.

 

NB :

Al An’aam [6]: 103

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan dialah yang Maha halus lagi Maha Mengetahui.

 

An Nahl [16]: 43

Dan kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka; Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan* jika kamu tidak mengetahui,

* Yakni: orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang nabi dan kitab-kitab.

 

Al Furqan [25]: 59

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas Arsy*, (Dialah) yang Maha pemurah, Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.

* bersemayam di atas ‘Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s