ORANG PINTAR & PENGOBATAN YANG MENYIMPANG

Dalam keseharian, banyak orang yang ingin mendapatkan jodoh datang meminta petuah orang pintar alias dukun yang kebetulan “buka praktek”. Banyak pula yang justru ditipu oleh dukun, ada yang direnggut kegadisannya; harta bendanya diperas, bahkan ada yang dibunuh dengan dalih menyempurnakan ilmu sang dukun.

Seorang muslim dilarang keras untuk mendatangi para normal alias dukun sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-,

“Barang siapa yang mendatangi peramal, kemudian menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari” . [HR. Muslim (2230)

Bahkan Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Barang siapa yang mendatangi dukun atau arraf (peramal) lalu membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. [HR. Ahmad dalam Musnad-nya (2/429/no.9532), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/8/no.15), Al Baihaqi (7/198/no.16274), dan di-shahih-kan oleh Syaikh Al Albaniy dalam Shohih At-Targhib (3047)

 

Maksudnya, ia telah mengingkari ayat yang diturunkan kepada Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berikut ini,

“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan”. (QS. An-Naml: 65) [Lihar Al-Qaul Al- Mufid (hal.33), cet. Darul Aqidah].

 

Hadits ini menunjukkan kafirnya orang yang membenarkan para dukun dan peramal, jika ia meyakini bahwa dukun atau peramal mengetahui perkara ghaib. Adapun hadits yang sebelumnya, menunjukkan tidak kafirnya orang yang membenarkan dukun atau peramal, jika ia tidak meyakini demikian, tapi ia meyakini bahwa itu adalah berita dari jin yang dicuri dengar dari malaikat. Perlu diketahui bahwa sekalipun ia tak kafir, namun membenarkan dukun adalah dosa besar yang menyebabkan pahala sholat tertolak !!

Para dukun dan para normal tidaklah mengabarkan perkara ghaib, kecuali ia akan berdusta. Jika ia benar –tapi ini jarang-, maka mungkin itu hanya kebetulan atau mendapatkan wangsit dari jin yang dicuri dari para malaikat. A’isyah -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Orang-orang bertanya kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- tentang dukun (para normal). Beliau bersabda,“Mereka tidak ada apa-apanya”. Para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, mereka terkadang mengucapkan sesuatu yang kemudian betul-betul terjadi?. Beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menjawab,“Itu adalah kata-kata yang benar, dicuri oleh jin (dari langit), lalu dibisikkan kepada wali-walinya (para dukun), lalu para dukun itu memcampurkannya dengan seratus kebohongan”. [HR. Al Bukhariy dalam Shohih-nya (5762), Muslim (2228)].

 

Al-Imam Abu Sulaiman Al-Khoththobiy -rahimahullah- berkata, “Para dukun itu sebagaimana yang diketahui berdasarkan fakta eksperimen adalah kaum yang memiliki perasaan yang peka, hati yang buruk, dan tabiat yang panas. Mereka selalu meminta bantuan kepada jin dalam segala urusannya, dan bertanya kepada jin tentang kejadian-kejadian. Lalu jin pun membisikkan wangsit-wangsit kepada si dukun”.[Lihat Fath Al-Bari (10/219), cet. Darul Ma’rifah]

 

Trik-trik kalimat yang sering mereka gunakan seperti : “inikan hanya ikhtiar, yang menentukan kan Tuhan”. Trik-trik itu sangat “jitu” dan sangat “efektif” untuk menipu orang-orang awam muslim yang jahil (bodoh). Cukuplah bukti-bukti yang terjadi di sekitar kita menjadi pelajaran yang berharga. Berapa banyak wanita-wanita yang dicabuli, berapa banyak orang yang dikuras hartanya, berapa banyak orang yang sakit, justru bertambah parah setelah mendatangi dukun tersebut?

 

Dengan fakta seperti ini, masihkah kita mau mendatangi dan mempercayai para dukun? Padahal kebutuhan dirinya sendiri saja tidak dapat dia penuhi, apalagi kebutuhan orang lain. Andaikata mereka (para dukun itu) mengetahui hal-hal yang ghaib, niscaya mereka akan mengambil harta yang tersimpan di dalam perut bumi ini, sehingga mereka tidak lagi menjadi orang fakir yang kerjanya meminta-minta dan mengelabui orang lain, karena hanya sekedar mencari sesuap nasi dengan cara yang batil .

 

Namun kini paradukun sudah ganti wajah. Mereka tidak mau lagi disebut “dukun”. Padahal mereka tetap melakukan perdukunan, namun bersembunyi di balik sorban atau jubah mereka. Maka bertebaranlah dukun-dukun yang berkedok sebagai “kiyai” atau “ustadz”, dan “orang pintar” sehingga muncullah istilah “dukun islami”. Sungguh mereka adalah racun di dalam Islam. Mereka mengelabui kaum muslimin dengan lahiriah mereka, sehingga masyarakat menyangka hal itu termasuk bagian dari syariat islam. Padahal Islam sangat jauh dari hal tersebut.

 

Bagaimana mungkin kita mempercayai orang-orang seperti ini; dia mengaku mengetahui perkara gaib dan mampu menolak bala, padahal orang yang paling mulia di muka bumi ini, sekaligus Rasul yang paling mulia tidak mengetahui perkara tersebut. Apakah mereka (para dukun) lebih baik dari pada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-? Allah -Ta’ala- memerintahkan Rasul-Nya untuk menyatakan kepada ummatnya,

“Katakanlah, “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS.Al A’raf: 188)

 

Allah -Ta’ala- telah menyatakan bahwa tidak semua para rasul Allah perlihatkan kepadanya perkara gaib, tapi Allah memilih sebagian rasul-rasul yang diridhoi-Nya saja. Allah -Tabaraka wa Ta’ala- berfirman,

“(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya”. (QS. Al Jin: 26-27)

Namun jika kita tetap melanggarnya maka bacalah firman Allah -Ta’ala-,

“Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, Mengapa Engkau menghimpunkan Aku dalam keadaan buta, padahal Aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, Telah datang kepadamu ayat-ayat kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari Ini kamupun dilupakan”. (QS. Thohaa: 123-126).

 

 

Penyimpangan Dukun Tradisional vs Dukun Berkedok Ustadz/Kiai vs Dukun Modern

BERDAGANG AZIMAT

Dukun tradional jualan azimat keris, batu akik, besi kuning

Dukun berkedok ustadz jualan azimat Qur’an Istanbul, tasbih karomah, wafaq, izim

Dukun modern jualan azimat kalung, gelang infared/maghnet. bioenergy lantern, Kartu bioenergi, gelang power balancer, orgonite, kristal energi dan baju kaos berenergi

 

 

MENGAJARKAN ILMU SIHIR

Dukun tradisional mengajarkan aji kesaktian seperti aji lembu sekilan, ajian rajah kala cakra, ajian bandung bondowoso, ajian panglimunan dll

Dukun Berkedok ustadz mengajarkan ilmu hikmah seperti hizib nashor, hizib bahr, hizb maghrobi, ilmu kasyaf (melihat ghoib), Ilmu laduni dll

Dukun modern mengajarkan ilmu esoterik reiki, tenaga dalam, prana, chi, ki,

 

MEMBERIKAN RITUAL SIHIR

Dukun tradisional, memberikan amalan dan ritual kungkum disungai, bertapa,

Dukun berkedok ustadz, memberikan amalan khalwat, riyadhoh, dzikir lathifa,

Dukun modern memberikan amalan meditasi kundalini, meditasi cakra, latihan pernapasan tenaga dalam, menyerap energi alam dll

 

MEMILIKI KHODAM

Dukun tradisional punya khodam jin, setan, tuyul, genderuwo, kuntilanak, sedulur papat limo pancer dll

Dukun berkedok ustadz memiliki khodam malaikat (abal-abal, hakikatnya mah syaithan), rijalul ghoib dll

Dukun modern punya khodam Virtual assistance, jessica, Avatar dll

 

LOKASI RITUAL SIHIR

Dukun tradional di kuburan, di dalam tanah, di gua, di tempat angker, di kuburan

Dukun berkedok ustadz di masjid, pesantren

Dukun modern di Balai Room, di hotel berbintang

 

MEMASUKKAN ILMU SIHIR

Dukun tradional memberikan pengisian khodam,

Dukun berkedok ustadz memberikan bai’atan, khataman, rajahan tubuh

Dukun modern memberikan attunement, inisiasi, pembukaan cakra, pembangkitan kundalini

 

MEMILIKI JULUKAN KHUSUS

Dukun tradisional memiliki nama khusus seperti Ki …., Mbah….

Dukun berkedok ustadz memiliki nama khusus yaitu mursyid, ahli thoriqoh, hukama, Kyai, ajengan

Dukun Modern memiliki gelar M.Ph (master penghusada), grand master, Master, R.M = Reiki master, didepan namanya, mempunyai gelar V.M.G = Vajra master gtumo dibelakang namanya dll

 

MENGKLAIM MEMILIKI ILMU MENGETAHUI SEGALA HAL BAIK BERSIFAT NYATA DAN GHOIB

Dukun tradional memiliki ilmu terawangan, bisikan ghoib

Dukun berkedok ustadz memiliki ilmu makrifat, ilmu kasyaf, ilmu bathin dll

Dukun modern memiliki ilmu clairvoyance, mata ketiga, indigo

 

 

CIRI-CIRI DUKUN

  1. Menanyakan nama pasien dan nama ibunya.
  2. Meminta salah satu dari beberapa benda bekas yang pernah menempel dalam diri pasien.
  3. Terkadang meminta hewan dengan kriteria tertentu untuk disembelih dengan tidak menyebut nama Allah padanya kemudian dilemparkan ketempat tertentu atau dikubur ditempat-tempat tertentu.
  4. Menuliskan dan mantra yang tidak dapat difahami berupa huruf terputus-putus di sebuah kertas (jimat) atau di lempengan tembikar putih, lalu menyuruh pasien melarutkan dan meminumnya.
  5. Memakai Isim (tulisan Arab berupa mantra bahkan Al Qur’an yang tulis sungsang sebagai penangkal perlindungan atau dianggap mendatangkan berkah tertentu).
  6. Menyuruh pasien untuk mengurung diri di suatu ruangan yang tidak dimasuki sinar matahari untuk beberapa waktu tertentu.
  7. Menyuruh pasien untuk tidak menyentuh air untuk waktu tertentu.
  8. Memberi sesuatu kepada pasien untuk ditimbun di dalam tanah, dihalaman rumah atau ditempek di rumah.
  9. Memberi pasien beberapa kertas untuk dibakar dan mengeluarkan asap.
  10. Berkomat-kamit dengan kata-kata yang tidak difahami.
  11. Terkadang si penyihir memberi tahu pasien nama dan kampung halaman pasien tersebut. Serta permasalahan yang akan dikemukakannya
  12. Meminta mahar atau tarif tertentu yang tidak boleh dikurangi, atau tarif yang menyulitkan ummat.
  13. Memakai mediasi manusia atau mentransfer penyakit ke hewan.
  14. Mengeluarkan jin dengan jin lagi. Atau mengobati pasien dalam kondisi kerasukan jin. Jadi terapis kerasukan dan kadang terlihat berantem dengan mahluk yang tidak terlihat.
  15. Menyuruh mandi dengan bunga tujuh rupa, mandi dari air di tujuh sumur, mandi dari air di tujuh mata air yang berbeda, atau bahkan tujuh lautan.
  16. Memberi amalan wirid overdosis (ribuan hingga puluhan ribu) disertai puasa tertentu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
  17. Melakukan pelecehan seksual, semisal memandikan pasien ditempat khusus, (berduaan). Dll..

 

Insya Allah bersambung “Dukun berkedok ustadz/kiai”

 

Sumber :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s