KORBAN-KORBAN LELAKI HIDUNG BELANG (1)

MUKADIMAH

 

Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta, shalawat dan salam kepada Nabi dan Rasul penutup Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada keluarga dam seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

 

Sejak lama aku bertanya-tanya: Mengapa seorang gadis rela menyia-nyiakan kehormatannya?

 

Mengapa dia tidak berdaya hingga mengorbankan miliknya yang paling berharga?

 

Mengapa dia menelantarkan agamanya dan rasa malunya?

 

Mengapa dia membenamkan wajah keluarganya ke dalam lumpur?

korban-korban-lelaki-hidung-belang

Mengapa dia memposisikan dirinya untuk dihina dan disakiti, bahkan mungkin dalam pembunuhan dan bunuh diri?

Mengapa dia terjerumus ke dalam lumpur kenistaan di awal perbincangan telepon dengan orang-orang rendahan yang hanya berkeinginan untuk merampas kehormatan dan melanggar yang haram?

 

Mengapa dia langsung kehilangan kontrol diri, hanya karena mendengar bisikan hina dan pujian palsu dari seseorang yang melihat dirinya sebatas onggokan daging indah tanpa jiwa?

 

Mengapa dia tidak tegas menolak mereka, orang-orang rendahan lagi hina?

 

Apakah seorang gadis percaya bahwa seorang laki-laki mulia bisa menjalin hubungan dengan seorang gadis secara syar’i dan bersih melalui pesawat telepon?

 

Apakah seorang gadis bisa mempercayai seorang pemuda yang lurus akan datang melamarnya, padahal perkenalan keduanay dimulai dari pembicaraan haram lewat internet?

 

Apakah seorang gadis percaya bahwa orang rendahan yang melemparkan kertas berisi nomor telepon kepadanya adalah pemuda idaman yang dinanti-nantikannya?

 

Betapa bodohnya kalian, wahai para gadis (jika berpandangan demikain). Betapa minimnya pengetahuan kalian terhadap apa yang ada di benak para pemuda itu.

 

Lebih dari itu, alangkah tipisnya iman kalian sehingga dengan mudah kalian terjerumus ke dalam kesalahan.

 

Saya telah banak membaca kisah nyata para wanita yang terjerumus ke dalam lumpur kenistaan akibat lemahnya imain dan memperturutkan hawa nafsu. Saya mendapati bahwa faktor dominan yang menjerumuskan mereka adalah:

  1. Keluarga
  2. Telepon
  3. Internet (Chatting)
  4. Teman yang buruk
  5. Oasar
  6. Tetangga yang buruk
  7. Universitas/Sekolah

 

Kita tidak melupakan sebab utama dibalik semua itu. Yaitu media informasi yang merusak melalui saluran-saluran yang tidak bermoral, cerita-cerita porno yang memicu nafsu syahwat, makalah-makalah beracun yang mempropagandakan kebebasan dari segala kemuliaan dan meniru kehidupan ala Barat dengan segala kebebasan dan permisifnya. Ini jelas-jelas sesuai dengan rencana kaum zionis yahudi.

 

Dalam protokolat yahudi dikatakan, “Kita harus bekerja demi keruntuhan akhlak di segala tempat, agar kita bisa berkuasa dengan mudah. Freud (yahudi Austria, seorang pemuja seks) dari kalangan kita akan terus menyodorkan hubungan seksual disiang bolong, hingga tidak ada yang suci di mata seorang pemuda. Hingga keinginan terbesatnya hanalah memuaskan nafsu syahwatnya. Pada saat itulah akhlaknya akan hancur.

 

Diantara ucapan mereka, kita harus merebut wanita. Suatu hari ketika dia (wanita) menyodorkan tangannya kepada kita, maka kita telah berhasil menggapai yang haram dan pasukan yang berusaha menolong agamapun akan kocar-kacir”.

 

Orang-orang yahudilahyang mengusung pendapat-pendapat Nietsche (filsuf Jerman). Yaitu orang yang membuang akhlak dan membolehkan seseorang melakukan apapun untuk memuaskan keinginannya.

 

Diantara ucapan Freud, si yahudi busuk, “Seseorang harus bebas di medan nafsu syahwatnya merobohkan semua dinding akhlak dan tatanan masyarakat yang menghalangi untuk bebas…”

 

Dari sinilah orang-orang yahudi mengusung pendapat Freud untuk memboleh perhatian para pemuda kepada nafsu syahwat dan pasar kebebasan tanpa batas.

 

Kita juga jangan melupakan rencana-rencana kaum sabilis (kafir nashrani) yang berusaha menguliti kaum muslim dari agama mereka melalui kehidupan serba boleh dan seks bebas.

 

Salah seorang pembesar mereka berkata, “Gelas khamr (sesuatu yang memabukkan) dan penyanyi wanita lebih mampu merusak umat Muhammad daripada seribu roket. Karena itu, tenggelamkan mereka di dalam kecintaan kepada materi dan syahwat”.

 

Pastur Zwimmer dalam muktamar para penginjil di Baitul Maqdis berkata, “Sesungguhnya tugas kalian menyiapkan generasi muda di lingkungan kaum muslimin agar tidak mengenal hubungan dengan Allah. Dari sana akan lahir generasi yang sesuai dengan yang kita inginkan, generasi yang tidak memperdulikan perkara-perkara besar, menyukai kesenangan dan kemalasan, dan tidak menggunakan keinginannya di dunia kecuali pada nafsu syahwat. Jika belajar, maka demi nafsu syahwat. Jika mengumpulkan harta maka demi nafsu syahwat. Dan jika memegang pucuk pimpinan maka demi nafsu syahwat.

 

Datanglah komunis internasional, ia berjalan di atas jalan setan ini. Diantara rencana-rencananya adalah menyibukkan kaum muslimin dengen teater (sandiwara/seni peran), dari akidah uluhiyyah (ketuhanan). Ketika Karl Marx ditanya, “Apa ganti akidah uluhiyyah?” dia menjawab, “Gantinya adalah sandiwara”.

 

Termasuk program mereka adalah memalingkan generasi muslim dari Islam melalui kisah, tabloid dan majalah.

 

Kaum komunis berkata di dalam perjanjian rahasia mereka (sebagaimana dinukil Ustadz Al Aqqad dalam bukunya Al Islam Wasy Syuyu’iyyah), “Kami telah berhasil menyebarluaskan perkara-perkara yang menghancurkan agama dalam masyarakat-masyarakat beragama. Mulai dari kisah-kisah, sandiwara-sandiwara, ceramah-ceramah, koran-koran, majalah-majalah hunggai buku-buku yang mengiklankan dan mempropagandakan komunis, mencibir agama dan para agamawan (tokoh agama)”

 

* Asy-Syababul Muslim fii Muwajahatit Tahadiyat, Dr. Abdullah Nasih Ulwan, hlm.92-94 secara ringkas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s