WAHAI WANITA ISLAM (2)

“Korban-korban Lelaki Hidung Belang” hal. 28-29

 

wanita islam 2.jpg

Apabila engkau menginginkan keselamatan, kemuliaan, kehormatan, kebanggaan, kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka amalkanlah agama Islam seluruhnya; akidahnya, ibadahnya, hukumnya dan akhlaknya. Dan diantara hukum agama Islam adalah kewajiban menutup diri dengan hijab di depan laki-laki asing. Dan diantara hukum Islam adalah berdiam diri di rumah dalam rangka ketaatan kepada Allah dan melaksanakan perintahNya.

 

Firman Allah, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti ornag-orang jahiliyah yang terdahulu”. (QS. Al Ahzab: 33)

Wahai puteri fitrah (yang suci), wahai wanita Islam, berdiam dirilah di rumah. Jangan keluar darinya kecuali karena terpaksa atau keperluan mendesak.

 

Saudariku muslimah, engkau adalah perhiasan rumah dan cahayanya yang terang. Engkau adalah setengah masyarakat. Engkau adalah nenek, ibu, anak, dan saudara perempuan. Dengan takdir dan perintahNya engkau adalah pendidik anak-anak. Engkau ibu orang-orang besar dan para pahlawan. Engkau wanita agung, ibu para Nabi dan Rasul, ibu para ahli hikmah, pembesar, ulama, orang-orang shalih dan orang-orang yang bertaqwa.

 

Engkau, wahai hamba Allah, dihormati dan dihargai dalam Islam.

 

Benar, wahai saudara setiap muslim! Engkau adalah ratu rumah, cahayanya, perhiasannya dan keindahannya. Ketika kamu meninggalkannya, maka rumah itu akan menjadi gelap, lalu keruntuhan dan kehancuranpun menyusupinya. Orang yang berbahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain, dan orang yang sengsara adalah orang yang dijadikan pelajaran oleh orang lain.

 

Wanita Eropa, Amerika dan negera-negara kafir lainnya, setelah mereka keluar rumah, mereka berdesak-desakan dengan kaum laki-laki di dalam pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai dan tidak layak bagi wanita. Alhasil, ikatan keluarga porak-poranda, keluarga berantakan, ketidakberaturan merajalela, masyarakat rusak,, keseimbangannya runtuh tertimpa kelumpuhan.

 

Hidup menjadi suram dan keselamatan menjadi barang langka. Inilah yang terjadi dan akan terjadi pada siapa saja yang menyelisihi syariat Islam, menyelisihi fitrah dan kebiasaan yang baik. Dia pasti tersesat, luruh, porak-poranda, terjerumus ke dalam lubang kerusakan, yang kemudian disusul oleh musibah-musibah, kegelisahan-kegelisahan dan kesedihan-kesedihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s