PERTANYAAN 5 : APA PERBEDAAN MUSLIM SUNNI DAN MUSLIM SYI’AH?

Transkrip Tanya Jawab Dr.Zakir Naik

 

Pertanyaan Penanya:

Apa perbedaan dan kenapa muslim sunni dan muslim syi’ah berbeda?

 

Jawaban:

Saudaraku, tidak ada muslim sunni dan muslim syi’ah di dalam Qur’an. Silahkan baca Qur’an. Tidak ada muslim sunni dan syi’ah di dalam Qur’an. Dalam Qur’an surat [3]: 103, Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.

 

Kita harus mengikuti Allah dan RasulNya. Mengikuti Qur’an dan hadits shahih. Syi’ah datang setelah adanya perbedaan politik, tidak ada hubungannya dengan Islam. Di dalam Islam tidak ada sekte, dalam QS.[6]: 159 disebutkan, “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan*, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah”.

Banyak ayat di dalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa membuat sekte (aliran) dalam agama Islam adalah terlarang. Tidak ada sekte (dalam Islam). Semua sekte-sekte yang ada saat ini adalah karena adanya perbedaan politik. Yang pasti, di dalam Islam tidak ada sekte syi’ah dan sunni, yang ada hanyalah muslim. Muslim (artinya) adalah seorang yang berserah diri (tunduk) kepada Allah.
Pertanyaan lanjutan penanya: Jadi dalam kasus ini, keyakinan mana yang paling benar? Syi’ah atau Sunni?

 

Jawaban lanjutan: Keyakinan yang mengacu pada Al Qur’an dan hadits shahihlah keyakinan yang benar. Seseorang yang meyakini ajaran Qur’an dan hadits shahihlah yang benar.

 

(Misalkan) Saat kamu bertanya, “Bagaimana jika syeikh (guru/ustadz/kiai)-ku berkata demikian, syeikh-ku yang lain berkata demikian, imam-ku berkata demikian? (maka yang mana yang diikuti?)

 

Jika perkataan imam sesuai dengan Qur’an, maka kita mengikutinya, dalam QS. An Nisaa [4]: 59 disebutkan, “taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu”. Ayatnya tidak berhenti di sini saja. Kelanjutannya, “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)”.

 

Jika terdapat 2 ulama yang berbeda pendapat, maka periksalah mana ang lebih dekat dengan al Qur’an dan hadits shahih. Seseorang yang mengikuti al Qur’an dan hadits shahih adalah orang yang berada di jalur yang benar dan muslim yang benar, sedangkan yang lain (yang tidak mengikuti Qur’an dan hadits shahih, maka) tidak (benar). Jadi mana yang anda pilih? Syi’ah atau Sunni?

 

Penanya: Saya hindu pak ustadz. Saya seorang hindu. Saya tidak tahu banyak. Dan saya tadi cuma penasaran saja.

 

Dr. Zakir Naik: Saya kira anda bingung mau pilih mana, sunni atau syi’ah.

 

Penanya: Tidak pak. Saya lahir sebagai hindu dan saya akan mati sebagai orang hindu

 

Dr. Zakir Naik: Saya dulu juga lahir sebagai hindu. Tapi saya tidak tahu apakah mati sebagai hindu. Anda tahu definisi hindu? Apakah anda tahu definisi hindu? Secara definisi hindu bermakna orang yang hidup di tanah Hindus. Orang yang hidup di India disebut hindu

 

Penanya: Benar

 

Dr. Zakir Naik: Kata hindu tidak ada dalam kitab suci, istilah ini digunakan oleh orang Arab. Pada saat orang Arab datang ke India mereka menyebut mereka di situ hindi, hindihe. Saat saya ke Saudi pun mereka menyebut saya hindi, hindi. Hindu berarti orang yang berasal dari India, istilah itu bukan agama. (Jadi) anda hindu dan saya juga hindu secara geografis. Hindu sama sekali bukan definisi agama.

 

Menurut Pati Jawaharlal Nehru dalam bukunya The Story of India, kata “hindu” tidak terdapat dalam kitab suci orang hindu. Adanya (kata “hindu”) setelah orang Arab datang ke India. Jadi hindu adalah definisi secara geografis, jadi saya juga hindu, (karena) saya datang dari India, dan orang Arab memanggilku hindi, hindi. (Istilah) hindi (hindu) tidak berarti penyembah dewa, hindi berarti orang yang datang dari India.

 

Saya tahu anda seorang hindu, dan saya disini berbicara tentang keyakinan beragam, jika anda adalah orang yang beragama. Apakah anda percaya satu Tuhan?

 

Penanya: Saya tahu arah pembicaraan kita, tapi saya memiliki keyakinan yang kuat pa ustad..

 

Dr. Zakir Naik: Tidak, saya tidak menyuruh anda untuk pindah agama. Jika saya bertanya kepada anda apakah anda percaya akan satu Tuhan, anda bisa menjawab iya atau jika tidak, izinkah saya untuk mengkoreksi anda.

 

Penanya: Oke, jadi pertanyaan anda adalah apakah saya percaya akan satu Tuhan?

 

Dr. Zakir Naik: Apakah anda percaya pada satu Tuhan?

 

Penanya: Tidak, saya percaya pada banyak Tuhan

 

Dr. Zakir Naik: Baiklah, sekarang saya akan membantu anda, jangan memilih muslim dulu. Saya akan membantu anda. Karena anda seorang non-muslim maka saya akan lebih membantu. Anda mengatakan percaya pada 32 Tuhan. Pasti anda mendapatkan informasi itu dari kitab suci hindu, ya kan?

 

Penanya: Tidak pak ustad, saya hanya mendengarnya saja.

 

Dr. Zakir Naik: Oh, masya Allah, jadi anda yakin pada apapun yang anda dengah? Lalu kenapa anda tidak meyakini apa yang saya katakana? Saya bukan musuhmu saudara, saya mencintai anda.

 

Penanya: Saya tidak hanya mendengar hal itu dari satu orang saja pak ustad, tapi dari keluarga, ayah, paman, dan mungkin sekitar 1,2 juta orang di India. Apa yang mereka percaya, saya juga percaya. Kami ‘semua’ telah melakukan kesalahan, keyakinan yang seya percaya adalah “Hinduism”

 

Dr. Zakir Naik: Saya tidak setuju dengan 1,2 juta orang. Saya setuju ‘sebagian besar’ orang, tapi tidak ‘semua’. Saya kenal dengan banyak orang hindu yang tidak setuju dengan anda, karena mereka memiliki kitab sudi. Darimana kita (orang hindu) dapat (keyakinan mereka)? (mereka menjawab) ya dari kitab suci hindu.

 

Penanya: Benar

 

Dr. Zakir Naik: Dan itu bukan didapatkan dari hasil pemikiran. Jika ayah anda besok bilang 2+2=5, apakah anda percaya?

 

Penanya: Tidak, kecuali ada yang mengoreksiku. Tidak akan (percaya)

 

Dr. Zakir Naik: Masya Allah, berarti anda orang yang terpelajar. Sekarang saya akan memberikan referensi dari kitab suci anda. Anda perlu bertanya pada ayah anda, seperti yang saya sebutkan tadi. Terdapat dua jenis kitab (hindu), Sruti dan Smriti. Sruti berarti firman Tuhan, ada Weda ada Upanishad. Selanjutnya datang Smriti, meliputi Puranas, Ithyas, Ramayana, Mahabaratha.

 

Jika kamu baca Upanishad, kitab yang lebih superior (tinggi), disana disebutkan dalam Chandogya Upanishad bab 6:2 ayat 1: “Ekam evadvitiyam” “Tuhan hanya satu, tidak ada yang kedua”. Ini dari kutipan ayatnya.

 

Disebutkan pula dalam Shvetashvatara Upanishad bab 6 ayat 9: “Na casya kascij na cadhipah” “Tuhan itu tidak punya tandingan, tidak punya keluarga”

 

Disebutkan pula dalam Shvetashvatara Upanishad bab 4:7 ayat 19: “Na tasya pratima asti” “Tuhan itu tidak punya gambar (pratima)”. Pratima bermakna foto, lukisan, gambar, patung (sculpture), arca (statue).

 

Jika anda membaca (kitab) Weda. Ini saya bicara kitab suci yang tinggi, bukan yang rendah. Sruti terdiri dari Upanishad dan Weda. Dalam Yajurveda bab 32 ayat 3: “Na tasya pratima asti” “Tuhan itu tidak punya gambar”. (maka Tuhan itu) tidak punya foto, tidak ada lukisan, tidak punya gambar, tidak punya patung, tidak punya arca. Saya tidak mengambil ini dari manapun kecuali dari kitab suci anda, oke? Jika hal (kitab) itu anda anggap berbeda tetapi cocok dengan al Qur’an, apa yang bisa saya lakukan? (mau bagaimana lagi?). kita lanjutkan…

 

Jika and abaca kitab Yajurveda bab 40 ayat 9 disebutkan: “Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste” “Mereka memasuki kegelapan, yang yang menyembah asambhuti”. ‘Asambhuti’ berarti elemen alam, api, air, udara, dan lain-lain, kemudian ayatnya berlanjut. “Lebih dalam kegelapan, mereka yang menyembah sambhuti”. Sambhuti berarti hal-hal yang diciptakan, seperti meja, kursi, mobil, patung, dan lain-lain. Yang mengatakan demikian adalah kitab Yajurveda bab 40 ayat 9.

 

Sekarang ketika ayah anda memberitahu anda tentang 32 Tuhan untuk disembah, saya tidak tahu apakah ayah anda menunjukkan referensinya atau tidak. Saya memberi anda referensinya (dari monoteisme/keyakinan terhadap satu Tuhan). Silahkan ambil referensinya, ambil kaset videonya, dan silahkan konfirmasikan sendiri ke ayah anda atau ke pandit (pendeta hindu) anda. Saya tidak menyuruh anda untuk percaya secara buta, anda percaya buta kepada ayah anda, anda telah melakukan kesalahan sekali, jangan melakukan kesalahan dua kali (dengan percaya buta kepada saya)

 

Saya tidak terburu-buru. Saya ingin anda memiliki keyakinan yang kuat, jadi bukan karena kata ayah anda saja. Jadi kalau anda benar-benar hindu, maka anda ya harus mengikuti kitab hindu. Seperti saudari yang tadi, dia Tanya saya 1, 2, 3 kali, kemudian dia yakin. Anda belum yakin, tidak masalah, silahkan direnungkan. Saudari tadi yakin dengan 3 pertanyaan.

 

Saya tidak memaksa anda (pindah agama). Itu dilarang dalam Islam (QS. Al Baqarah [2]: 256). Saya hanya bisa menyampaikan (petunjuk), saya tidak bisa memberi petunjuk, kecuali Allah telah menanamkan ke hati anda. Jika anda mau mencari pesan yang sebenarnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Silahkan periksa referensi yang saya sampaikan, silahkan Tanya ayah atau pandit anda, insya Allah ayah anda akan ikut anda

 

Penanya: Terima kasih atas informasinya.

 

NB:

  1. An Nisaa [4]: 59

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

  1. Al Baqarah [2]: 256

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut* dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

* Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah Subhanahu wa Ta’ala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s