BERHATI-HATILAH TERHADAP SERIGALA

“Korban-korban Lelaki Hidung Belang” hal. 35-38

 Mitos-Manusia-Serigala-1-oleh-SegiEmpat

Wahai wanita! Tabiatmu yang lemah telah diberi kekuatan oleh Allah untuk mempengaruhi kaum laki-laki. Dia menjadikanmu sebagai fitnah dan ujian. Dia memberikanmu kecantikan dan kewanitaan yang mempesona. Dia menitipkan padamu kelembutan yang bias menggoda hati kaum lelaki. Oleh sebab itu, anjing-anjing busuk menginginkanmu keluar dari bentengmu, padahal Allah menjagamu dengannya (bentengmu itu) dari taring mereka.

 

Mereka menginginkanmu membuka diri dan telanjang agar mereka bisa menikmati tubuhmu dan kewanitaanmu. Apakah kamu tidak mendengar salah seorang agen busuk mereka yang berkata:

“Bukalah dirimu wahai binti Fithr, karena hijab termasuk penyakit buruk di tengah-tengah masyarakat”

Allahu Akbar. Subhanallah!!! Apakah manusia seperti ini yang akan membebaskanmu wahai ukht? Membebaskanmu dari kehormatan dan kesucian? Membebaskanmu dari akhlak dan keutamaan supaya kamu bias diterkam oleh taring mereka? Dan jika mereka telah menuntaskan hajatnya maka selamat tinggal buatmu!!!

 

Ukhti muslimah… Apabila serigala hanya menginginkan daging domba, maka serigala manusia menginginkan sesuatu darimu yang lebih berharga daripada daging domba bagi serigala dan lebih buruk daripada kematianmu. Dia (serigala manusia itu) ingin sesuatu yang paling berharga darimu, yaitu kesucianmu yang membuatmu hidup dengan rasa bangga dan kemuliaan.

 

Kehidupan seorang puteri yang kehormatannya telah direnggut oleh laki-laki lebih buruk seratus kali daripada domba yang direnggut dagingnya oleh (hewan) serigala. Benar, demi Allah. Tidak seorang pemudapun yang melihat wanita tanpa berkhayal menelanjanginya dari pakaiannya, kemudian pemuda itu membayangkannya tanpa busana.

 

Benar, demi Allah, saya bersumpah untuk kedua kalinya. Jangan mempercayai bualan sebagian orang, bahwa mereka tidak menginkan dari seorang wanita kecuali akhlak dan adabnya, bahwa mereka berbicara kepadanya sebatas teman, mencintainya sebatas rekan. Demi Allah, itu dusta!

 

Seandainya kamu mendengar obrolan para pemuda di kalangan mereka, niscaya kamu akan mendengar obrolah yang mengerikan dan menyeramkan. Dia tidak menyodorkan sebuah senyuman, tidak berbicara dengan kata-kata lembut, dan tidak memberikan suatu bantuan kepadamu kecuali hal itu hanyalah sebagai pengantar bagi keinginannya. Atau paling tidak itu merupakan isyarat darinya sebagai pengantar.

 

Sesudah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Berpikirlah!

 

Kalian berdua meneguk kenikmatan sesaat, kemudian dia lupa. Sementara kamu meneguk air keruh selama-lamanya. Tanpa beban dia melenggang mencari wanita bodoh lainnya untuk dicuri kehormatannya. Dan kamu? Memikul beban berat kehamilan di perutmu dengan sempoyongan. Berjuta-juta kegelisahan meresahkan jiwamu. Arang tercoreng di keningmu. Masyarakat yang zhalim memaafkannya (pemuda itu). Mereka berkata: “Pemuda itu bersalah, lalu ia bertaubat”. Sementara kamu berkubang dalam genangan kehinaan dan rasa malu seumur hidup. Masyarakat tidak pernah mengampunimu sama sekali.

 

Seandainya saja ketika kamu bertemu dengannya kamu tegakkan dadamu kepadanya, kamu palingkan pandanganmu darinya dan kamu tunjukkan kepadanya penolakan dan ketegasan. Jika apa yang kamu lakukan itu belum cukup untuk menghalanginya darimu, dan jika dia semakin kurang ajar dengan melecehkanmu melalui lisan atau tangannya, maka lepaskanlah sepatumu. Lemparkan ke arah kepalanya. Jika kamu melakukan itu, niscaya semua orang yang berada di jalan itu membantumu menghadapinya. Sesudah itu tidak aka nada lagi buaya darat yang berbuat kurang ajar kepada wanita mulia. Jika dia baik, niscaya dia akan datang kepadamu dengan taubat dan minta maaf. Meminta hubungan yang halal, dan dia datang untuk menikahimu.

 

(dari buku kecil, “Ya binti”, karya Syaikh Ali Ath Thanthawi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s