KISAH NYATA: “PENGAKUAN GADIS YANG TERJANGKIT AIDS”

“Korban-korban Lelaki Hidung Belang” bab Keluarga hal. 51-52

no-aids-28942050.jpg

Seorang gadis menulis, “Aku hidup di hari-hari terburuk. Setiap saat aku mengharapkan kematian, agar aku bisa terlepas dari kepedihan dan kemalangan yang menderaku (menimpaku)”.

 

Semua itu akibat hidup penuh hura-hura dan serba bebas yang aku jalani. Aku tidak berdosa, tetapi bapakkulah pelakunya. Dia tidak pernah memperhatikanku. Lebih-lebih setelah ibu wafat, lalu dia menikah dengan wanita lain. Tidak pernah dia bertanya, ‘Kemana aku pergi? Siapa teman-temanku? Bagaimana aku mengisi hari-hariku?’. Beberapa kali aku berusaha agar dia memperhatikanku. Di (sekolah) kelas berapa aku sekarang diapun tidak mengetahuinya. Sehingga aku memutuskan untuk meyakini bahwa dia tidak ingat kalau dia memiliki anak gadis.

Kepedihan hidupku berawal dari perkenalanku dengan seorang pemuda, bahkan lebih dari seorang pemuda. Aku banyak menghabiskan waktu bersama mereka. Dari merekalah aku memperoleh perhatian yang tidak aku dapat dari ayahku, walaupun itu dibuat-buat. Segala yang haram aku kerjakan. Narkoba aku konsumsi. Aku pergi dan berjalan-jalan bersama mereka ke seluruh penjuru negeri ini sampai akhirnya (penyakit) AIDS (HIV) bersemayam di dalam tubuhku. Aku tidak mengetahui hal itu hingga aku memeriksakan darah di rumah sakit. Sebelumnya aku merasakan lemas, loyo, dan tidak berdaya. Sampai sekarang bahkan ayahku tidak mengetahui apapun tentang penyakitku. Dia hanya mengunjungiku bersama saudara-saudara kecilku, sekali dalam sebulan, untuk mengantarkan jatah bulananku…

 

Betapa aku sangat mengharapkan kematian, cukup hidupku sampai disini saja. Tetapi aku takut adik-adikku akan menjadi seperti diriku.

 

Setiap gadis ingin berlepas diri dan menimpakan kesalahan kepada orang lain. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi akal kepada semua manusia. Dia telah mengutus Rasul-Rasul kepada kita, menurunkan kitab-kitab kepada kita. Kita mengenal halal-haram, salah-benar. Dosa adalah dosamu, kejahatan adalah kejahatanmu, wahai gadis. Kelalaian bapakmu dalam mendidikmu dan mengarahkanmu bukanlah pembenaran (alasan yang benar) bagimu untuk menyeleweng, serta meniti jalan nafsu dan dosa.

 

(website asy-syamsi.net)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s