KISAH NYATA: “HANYA DENGAN DUA KATA GADIS ITU HILANG, HANYA DENGAN DUA LANGKAH HIDUPPUN MENJADI GELAP”

“Korban-korban Lelaki Hidung Belang” bab Keluarga hal. 57-59

dark-darkness-girl-light-lost-favim-com-118417

Seorang gadis di usia puncak kegadisannya hidup bersama keluarganya di rumah ayahnya. Ia pergi ke pasar sendirian, berhadapan langsung dengan para pedagang, tanpa pengawasan dari keluarganya. Karena seringnya dia keluar-masuk pasar, maka terjalinlah hubungan antara dirinya dengan salah seorang pedagang, si gadis memiliki nomor teleponnya. Beberapa waktu kemudian hubungan keduanya semakin erat. Keduanya sama-sama menantikan peluang emas. Ketika keluarganya pergi untuk mengunjungi kerabat, si gadis itu di rumah sendirian, maka dengan cepat dia menghubungi pacarnya agar datang. Lalu terjadilah dosa antara keduanya.

Tiba-tiba si gadis hamil karena hubungan di luar nikah. Dengan cara-cara setan dia menyembunyikannya dari keluarganya, karena keduanya telah bersepakat untuk menggugurkannya. Di kegelapan malam keduanya pergi ke tempat yang sepi. Gadis ini ingin membuang janinnya. Sedangkan pacarnya ingin membunuhnya supaya darahnya bercampur dengan darah ibunya akibat pengguguran. Akan tetapi Allah membongkar kejahatan ini melalui pihak yang berwenang. Pagi hari ketika matahari terbit, keluarga gadis itu bangun untuk menerima musibah yang membuat akal kebingungan, rambut ceoat beruban, dan gunung yang kokoh hamper tidak kuasa memikulnya.

 

Ukhti yang budiman, renungkanlah dengan kedua matamu tentang kisah ini dari lima sudut pandang:

 

Pertama: Pandangan Kasihan

Kepada ibu yang penuh kasih saying, dia mencari puterinya di setiap sudut rumah, tetapi tetap saja tidak bisa menemukannya. Lalu seluruh keluarganyapun mencarinya di setiap tempat. Kemudian dia ditemukan di kantor polisi tenggelam dalam lumpur kehinaan.

 

Kedua: Pandangan Kacau Balau

Karena besarnya peristiwa yang berakhir mengerikan. Dengan apa gadis itu menemui keluarganya? Dengan alasan apa dia akan menghadap bapaknya, yang kepalanya telah tertunduk dan wajahnya menjadi hitam? Sang ayah mengharap kematian tapi tidak bsia, sementara anak gadisnya telah menyembelihnya tanpa pisau.

 

Ketiga: Pandangan Tajam

Kepada buruknya kejahatan. Keduanya harus dibawa ke pengadilan, agar si pelaku dibunuh dan gadis itu dipenjara untuk beberapa waktu. Keduanya berhak dihukum karena perbuatan masih-masing. Bagaimana tidak? Sementara masyarakat mengutuk kejahatannya.

 

Keempat: Pandangan yang Jujur

Karena dia masih gadis dan belum menikah. Itu benar-benar tekanan dan musibah yang berat. Apa yang dilakukan oleh cara-cara haram dan jalan-jalan terlarang kepadanya?

 

Kelima: Pandangan Taubat

Dengan menutup pintu-pintu kemaksiatan darimu agar kamu bisa menjaga kehormatanmu dan keluargamu. Betapa banyak gadis terpeleset, lalu hilanglah kesuciannya dan melayang pula kehormatannya.

 

Dosa-dosa adalah luka, dan kadang luka itu bisa menimpa angora tubuh yang mematikan.

 

Wanita yang berbahagia adalah wanita yang bisa mengambil pelajaran dari wanita lain, dan wanita yang sengsara adalah wanita yang diberi pelajaran oleh dirinya. Firman Allah:

@è%ur ÏM»uZÏB÷sßJù=Ïj9 z`ôÒàÒøótƒ ô`ÏB £`Ïd̍»|Áö/r& z`ôàxÿøts†ur £`ßgy_rãèù Ÿwur šúïωö7ム£`ßgtFt^ƒÎ— žwÎ) $tB tygsß $yg÷YÏB ( tûøóΎôØu‹ø9ur £`Ïd̍ßJ胿2 4’n?tã £`ÍkÍ5qãŠã_ ( Ÿwur šúïωö7ム£`ßgtFt^ƒÎ— žwÎ)  ÆÎgÏFs9qãèç7Ï9 ÷rr&  ÆÎgͬ!$t/#uä ÷rr& Ïä!$t/#uä  ÆÎgÏGs9qãèç/ ÷rr&  ÆÎgͬ!$oYö/r& ÷rr& Ïä!$oYö/r&  ÆÎgÏGs9qãèç/ ÷rr& £`ÎgÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ûÓÍ_t/  ÆÎgÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ûÓÍ_t/ £`ÎgÏ?ºuqyzr& ÷rr& £`Îgͬ!$|¡ÎS ÷rr& $tB ôMs3n=tB £`ßgãZ»yJ÷ƒr& Írr& šúüÏèÎ7»­F9$# Ύöxî ’Í<‘ré& Ïpt/ö‘M}$# z`ÏB ÉA%y`Ìh9$# Írr& È@øÿÏeÜ9$# šúïÏ%©!$# óOs9 (#rãygôàtƒ 4’n?tã ÏNºu‘öqtã Ïä!$|¡ÏiY9$# ( Ÿwur tûøóΎôØo„ £`ÎgÎ=ã_ö‘r’Î/ zNn=÷èã‹Ï9 $tB tûüÏÿøƒä† `ÏB £`ÎgÏFt^ƒÎ— 4 (#þqç/qè?ur ’n<Î) «!$# $·èŠÏHsd tm•ƒr& šcqãZÏB÷sßJø9$# ÷/ä3ª=yès9 šcqßsÎ=øÿè? ÇÌÊÈ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (QS. An Nuur [24]: 31)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s