KISAH NYATA: “DIA MENGANCAMKU”

“Korban-korban Lelaki Hidung Belang” bab Keluarga hal. 72-73

151825_malware

Persoalanku adalah persoalan sebagian gadis di masa kini. Hidup di lingkungan tanpa pengawasan keluarga. Waktu luang dan teman pergaulan yang buruk, film-film seronok dan lagu-lagu gila.

Di lingkungan kotor seperti ini… di rentang waktu tersebut -yang sekarang bagiku seperti besi panas yang menusukku di setiap kesempatan- aku mengenal seorang serigala busuk. Setahun aku mengenalnya dan kami saling bertukar foto. Apa yang aku miliki? Waktu, pikiran, bahkan materi telah aku berikan kepadanya. Dia itu busuk, dan aku merasa jijik kepadanya, dia meminta segalanya atas nama cinta. Akupun memberinya segala sesuatu.

Setelah itu aku masuk kuliah dan tinggal di asrama mahasiswa puteri. Subhanallah. Aku menemukan gadis-gadis dengan Iltizam (ketaatan agama) yang tinggi. Kesucian dan kemuliaan, puncak berbuat baik dan keshalihan. Aku mengagumi mereka. Mereka mencintaiku dengan penuh keikhlasan dan mereka mulai mendekatiku… dari mereka aku belajar agama dan shalat. Aku merasakan iman menyusupi relung-relung jiwaku. Tetapi apa yang bisa aku lakukan, sementara serigala it uterus memburuku di setiap tempat, bahkan di asrama ini. Setiap hari dia menelepon dengan berpura-pura sebagai kakakku yang ingin mengetahu tentang adiknya. Sementara ibu pengawas yang tidak mengerti langsung saja mempercayai kedustaannya. Dia memintaku untuk menerima telepon darinya. Aku pun dengan sangat terpaksa menerima telepon darinya. Pada saat yang sama aku pun takut kepadanya. Sampai akhirnya aku bertekad bulat untuk bertaubat nashuha (sungguh-sungguh) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aku pindah ke Fakultas Ilmu Agama setelah sebelumnya aku belajar di Fakultas Umum.

Tetapi dia masih terus memburuku dan memintaku keluar bersamanya. Dia mengancamku dengan bukti foto-foto dan rekaman percakapanku dengannya. Lebih buruk dari ini, dia menepon ke rumah adik laki-lakiku. Aku sangat mengkhawatirkan adikku dari serigala ini. Saya khawatir dia akan terbelit dengan rasa cemburu yang bisa membunuhnya. Dia pasti sedih jika dia mengetahui semuanya. Siapa… siapa… dan siapakah sebenarnya kakak yang dia hormati yang dianggapnya sebagai teladan dalam kesungguhan dan belajar?

(Wahmul Hub, halaman 33-34)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s