10 TAHAPAN AMPUNAN DAN PAHALA

(Tafsir Al Ahzab [33]: 35)

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka.(QS. Al Ahzab [33]: 35)

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Hakim, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Syaibah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ummu Salamah Radhiallahu’anha (istri Nabi Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam) menceritakan hadis berikut. Ummu Salamah mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Nabi Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam, “Mengapa kami kaum wanita tidak pernah disebut-sebut di dalam Al-Qur’an sebagaimana kaum pria disebut-sebut di dalamnya?” Ummu Salamah mengatakan bahwa ia tidak mendapat jawaban apa pun dari beliau Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam terkecuali melalui seruannya di atas mimbar. Pada suatu hari saat aku sedang menyisir rambut, lalu aku gelungkan rambutku dan keluar dari kamar pribadiku, kemudian kutempelkan telingaku ke bilik. Tiba-tiba kudengar Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi wa Sallam membacakan ayat berikut di atas mimbarnya, seraya bersabda: Hai manusia, sesungguhnya Allah telah menurunkan firman-Nya yang mengatakan, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, “ hingga akhir ayat.

 

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dan Ibnu Jarir melalui hadis Abdul Wahid ibnu Ziyad dengan sanad dan lafaz yang semisal. Dan jalur periwayatan lainnya.

 

Tahap pertama dan kedua

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ}

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin. (Al-Ahzab: 35)

 

Ayat ini menunjukkan pengertian bahwa iman itu lain dengan Islam, sebab iman pengertiannya lebih khusus daripada Islam, karena ada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menyebutkan:

Orang-orang Arab Badui itu berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kalian belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami telah Islam (tunduk),’ karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.” (Al-Hujurat: 14)

 

Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan melalui salah satu hadisnya yang mengatakan:

Tidaklah seseorang berbuat zina, saat melakukannya dia sedang dalam keadaan beriman.

 

Seorang pezina saat sedang mengerjakan zina, iman dicabut dari dalam hatinya; tetapi hal ini tidak memastikannya sebagai seorang yang kafir, menurut kesepakatan ulama. Dan ini menunjukkan bahwa pengertian iman lebih khusus daripada Islam, seperti yang telah kami tetapkan pada permulaan syarah kitab Imam Bukhari.

 

Tahap ketiga

Firman Subhanahu wa Ta’ala Subhanahu wa Ta’ala:

{وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ}

Laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya. (Al-Ahzab: 35)

 

Al-qunut artinya ketaatan yang mapan, seperti pengertian yang terdapat di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ}

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk. (Ali Imran: 43)

 

Kesimpulannya ialah sesudah Islam terdapat tingkatan yang lebih tinggi daripadanya, yaitu iman, kemudian baru qunut yang timbul dari manifestasi keduanya.

 

Tahap keempat

{وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ}

laki-laki dan perempuan yang benar. (Al-Ahzab: 35)

 

Ini menyangkut pembicaraan (perkataan), karena sesungguhnya benar atau jujur merupakan pekerti yang terpuji. Sebab itulah sebagian para sahabat di masa lalu, baik di masa Islam maupun di masa Jahiliah, belum pernah sekalipun melakukan perkataan dusta.

 

Benar dalam berkata merupakan pertanda iman pelakunya, sebagaimana dusta merupakan pertanda kemunafikan pelakunya. Barang siapa yang berkata benar, niscaya selamat. Berpegang teguhlah kalian kepada kebenaran, karena sesungguhnya kebenaran itu menuntun pelakunya kepada .perbuatan kebajikan, dan perbuatan kebajikan itu menuntun pelakunya kepada surga. Hati-hatilah kalian terhadap kedustaan, karena sesungguhnya dusta itu menuntun pelakunya kepada kedurhakaan, dan sesungguhnya kedurhakaan itu menuntun pelakunya kepada neraka. Seseorang yang terus-menerus berkata benar dan selalu memihak kepada kebenaran, pada akhirnya ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang benar (siddiq). Dan seseorang yang terus-menerus berdusta dan selalu memihak kepada kedustaan, pada akhirnya ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. Demikianlah kata hadis, dan hadis-hadis lainnya yang menunjukkan makna yang sama cukup banyak.

 

Tahap kelima

{وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ}

laki-laki dan perempuan yang sabar. (Al-Ahzab: 35)

 

Ini merupakan watak bagi orang-orang yang berhati teguh dan kuat, yaitu sifat sabar dalam menghadapi segala macam musibah dengan penuh kesadaran bahwa apa yang telah ditakdirkan pasti terjadi, lalu ia menanggungnya dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati. Kesabaran yang sesungguhnya itu hanyalah terletak pada pertama kali tertimpa musibah, kemudian sesudah itu lebih mudah menghadapinya. Sabar dalam menghadapi tekanan musibah di permulaannya menunjukkan kesabaran dan keteguhan hati watak orang yang bersangkutan.

 

 

Tahap keenam

{وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ}

laki-laki dan perempuan yang khusyuk. (Al-Ahzab: 35)

 

Khusyuk artinya mencakup pengertian tenang, tumaninah, hati-hati, anggun, rendah diri, tahan uji, takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta merasa selalu berada di dalam pengawasan Allah Subhanahu wa Ta’ala Sebagaimana yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Sembahlah Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.

 

Tahap ketujuh

{وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ}

laki-laki dan perempuan yang bersedekah. (Al-Ahzab: 35)

 

Sedekah artinya memberikan santunan kepada orang lain yang memerlukan bantuan karena mereka adalah orang-orang yang lemah, tidak mempunyai mata pencaharian, dan tidak pula ada orang yang menjamin mereka. Mereka diberi dari lebihan harta sebagai amal ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berbuat kebajikan kepada semua makhluk-Nya. Di dalam kitab Sahihain telah disebutkan:

Ada tujuh macam orang yang mendapat naungan dari Allah pada hari tiada naungan kecuali hanya naungan-Nya, antara lain ialah seseorang yang mengeluarkan suatu sedekah secara sembunyi-sembunyi, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanannya.

 

Di dalam hadis lain disebutkan:

Sedekah itu dapat menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api. (HR.Tirmidzi)

 

Hadis-hadis lain yang menganjurkan bersedekah cukup banyak dan memerlukan suatu pembahasan yang tersendiri.

 

Tahap kedelapan

وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ

laki-laki dan perempuan yang berpuasa

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Segala sesuatu ada zakatnya dan zakat tubuh adalah puasa.” (HR. Ibnu Majah).

 

Dengan kata lain, puasa itu membersihkan, menyucikan, dan mensterilkan tubuh dari berbagai macam campuran yang buruk menurut biologis dan hukum syara’. Sa’id ibnu Jubair telah mengatakan bahwa barang siapa yang puasa bulan Ramadhan dan tiga hari setiap bulannya, maka ia termasuk apa yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam firman-Nya: laki-laki dan perempuan yang berpuasa. (Al-Ahzab: 35)

 

Puasa juga merupakan sarana yang ampuh untuk meredam nafsu birahi, sebagaimana yang disebutkan oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mengatakan:

Hai golongan para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menanggung biaya, hendaklah ia kawin, karena sesungguhnya dengan kawin pandangan mata lebih terkendali dan kemaluan lebih terpelihara. Dan barang siapa yang tidak mampu mengadakan biayanya, hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu merupakan peredam baginya. (HR. Muslim)

 

Tahap kesembilan

Karena itulah pada firman selanjutnya disebutkan hal yang berkaitan dengannya, yaitu:

وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ

laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya. (Al-Ahzab: 35)

 

Yakni memeliharanya dari hal-hal yang diharamkan dan dosa-dosa, terkecuali terhadap hal-hal yang diperbolehkan. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al-Mu-minun: 5-7)

 

Tahap kesepuluh

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِراتِ

laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. (Al-Ahzab: 35)

 

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Hisyam ibnu Ubaidillah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jabir, dari Ali ibnul Aqmar, dari Al-Agar Abu Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiallahu’anh yang menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  pernah bersabda: Apabila seorang lelaki membangunkan istrinya di malam hari, lalu keduanya melakukan salat dua rakaat, maka keduanya di malam itu termasuk laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah.

 

Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayat­kannya melalui hadis Al-A’masy, dari Al-Agar Abu Muslim, dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan lafaz yang semisal.

 

Pernah ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, mujahid yang manakah yang lebih besar pahalanya?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab: Orang yang paling banyak menyebut (nama) Allah di antara mereka. Lelaki itu bertanya lagi, “Orang-orang yang berpuasa manakah yang paling banyak pahalanya?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Orang yang paling banyak menyebut nama Allah di antara mereka.” Kemudian lelaki itu menanyakan pula tentang salat dan zakat, haji serta sedekah, yang semuanya dijawab oleh Rasulullah Saw. melalui sabdanya: Orang yang paling banyak menyebut (nama) Allah di antara mereka. Maka Abu Bakar Radhiallahu’anh berkata kepada Umar Radhiallahu’anh, “Orang-orang yang banyak menyebut nama Allah telah memborong semua kebaikan.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda menegaskan, “Memang benar” (HR.Ahmad)

 

Mengenai hadis-hadis lainnya yang menyangkut masalah ini akan kami kemukakan nanti dalam tafsir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih termasuk bagian dari surat ini, yaitu firman-Nya

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Ahzab: 41-42)

 

Adapun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا}

Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka. (Al-Ahzab: 35)

 

Ceritakanlah kepada mereka yang telah disebutkan di atas bahwa sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dari-Nya atas semua dosa mereka dan juga pahala yang besar, yaitu surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s