Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

TAFSIR QS.AL INFITHAAR [82]: 1-12

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

  1. Apabila langit terbelah,

Yakni, terbelah merekah, seperti yang Allah Ta’ala firmankan dalam ayat lain: “Apabila langit terbelah, Dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya langit itu patuh” (QS. Al Insyiqaaq [84]: 1-2)

Lanjutkan membaca “TAFSIR QS.AL INFITHAAR [82]: 1-12”

Iklan
Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

TAFSIR AT TAKWiIR [81]: 15-29

فَلا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ

15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

Bintang-bintang bagi manusia tampak berulang-ulang, suatu saat terlihat di atas ufuk dan di waktu yang lain ada di ujung ufuk, manusia hanya dapat memperkirakan ketinggian dan jaraknya, sedangkan kepastiannya hanya Allah Ta’ala saja yang mengetahuinya.

Lanjutkan membaca “TAFSIR AT TAKWiIR [81]: 15-29”

Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

TAFSIR QS. AT-TAKWIR [81]: 1-14

Assalamu ‘alaikum, sebelumnya saya memohon kekuatan dari Allah Ta’ala sehingga mampu lebih baik lagi dalam mengelola blog ini, kemudian saya minta maaf kepada saudaraku sekalian,karena tidak mampu menepati janji untuk mengadakan postingan baru setiap pekan, dikarenakan kesibukan pekerjaan saya dan koneksi internet yang agak terganggu. Pada postingan kali ini, melanjutkan kajian tafsir kita yaitu tentang Surat At Takwir [81] ayat 1-14   إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

  1. Apabila matahari digulung?

At-Takwir berarti melipat dan menggulung sesuatu, seperti sorban digulung di kepala. Matahari akan berubah menjadi tumpukan yang besar dan luas pada hari Kiamat nanti. Allah akan menggulung dan melipatnya sehingga sinarnya menghilang. (lihat Shahih Bukhari kitab Bad’ul Khalqi, bab: Sifat Matahari dan Bulan) Lanjutkan membaca “TAFSIR QS. AT-TAKWIR [81]: 1-14”

Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

Tafsir ‘Abasa 33-42

    Setelah menyebutkan keadaan manusia semenjak ia diciptakan dari alam kandungan hingga ia tinggal di dunia dan dapat hidup di atasnya, maka Allah Ta’ala menceritakan keadaan mereka di akhirat.

فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ

33.  Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

Yakni, Hari Kiamat yang setelah tiupan kedua itu seluruh manusia akan dibangkitkan.

Lanjutkan membaca “Tafsir ‘Abasa 33-42”

Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

Tafsir ‘Abasa: 17-32

    Dari A’isyah Radhiallahu ‘anha ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Orang yang membaca Al Qur’an dan ia pandai membacanya maka ia (akan dikumpulkan) bersama para utusan yang mulia dan berbakti (para rasul). Orang yang membaca Al Quran —Hisyam berkata, “Dan, ia merasa berat (sedih)”, kata Syu’bah, “Ia merasa payah “— maka baginya dua pahala.” Shahih: Shahih Abu Daud (1307); Muttafaq alaih. Abu Isa (at-Tirmidzi) berkata, “Hadits ini hasan shahih”. Shahih Sunan Tirmidzi No.2904

  Lanjutkan membaca “Tafsir ‘Abasa: 17-32”

Diposkan pada Kajian Tafsir Juz 'Amma

Tafsir An-Naazi’aat: 42 – 26

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا

42.(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?.

Manusia bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seperti yang disebutkan dalam ayat lain: “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu Hanya di sisi Allah”. dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya”.” (QS. Al Ahzab [33]: 63)

Lanjutkan membaca “Tafsir An-Naazi’aat: 42 – 26”